Tag

, ,

Cast: Jung Ra Rin(author), Byun Baek Hyun, Jung Lu Han(marga nya luhan aku ganti)
Genre: tentuin sendiri
Length: 1 of ?

Author pov

Seorang yeoja yang tengah berbaring di atas kasur tempat tidurnya kini mengerjap-ngerjapkan matanya. Menguap lalu membuka matanya. Ia melirik kearah jam yang terletak di dinding kamarnya.
“hah.. masih jam 6” katanya lalu berjalan kearah kamar mandi.

10 menit kemudian..

Setelah ia selesai mandi ia segera memakai pakaian sekolah. Selesai menyiapkan peralatan sekolahnya, ia segera turun kelantai bawah untuk sarapan.
“good morning mom, dad” sapa yeoja itu pada kedua orang tuanya. Ia segera duduk dikursi yang telah disediakan di ruang makan.
“morning” jawab kedua orang tuanya. Ia segera menyantap sarapan karena merasa ada yang kurang diantara mereka, ia pun bertanya pada orang tuanya.
“oppa eodisseo?” tanyanya.
“eoh. Dia sudah ke sekolah duluan” kata eomma nya yang hanya di jawab oh oleh yeoja itu.

Selesai sarapan, yeoja itu segera berangkat ke sekolah setelah ia berpamitan pada kedua orang tua nya.
“Ra Rin-ah, mau appa antar ke sekolah?” Tanya appa Ra Rin. Yah, yeoja itu bernama Ra Rin, Jung Ra Rin. Ia anak dari seorang Lee Donghae dan Jessica Jung. Ia memiliki seorang kakak yang juga satu sekolah dengan nya yaitu Kirin Art School. Namun bedanya mereka tidak satu kelas, ia di kelas 11-3 dan kakak nya 12-2. mereka disekolah jarang bersama ralat tidak pernah bersama. Mereka sibuk dengan teman-teman mereka, sampai-sampai satu sekolah tidak ada yang mengetahui bahwa mereka adalah saudara.
“tidak perlu, Ra Rin bisa pergi sendiri” jawab Ra Rin sambil tersenyum pada ayah nya. Ra rin pun segera pergi kesekolah.

In school

Saat Ra Rin sedang berjalan di koridor sekolah, ia melihat seorang namja yang ia sukai selama ini. ia pun berjalan kearah namja itu.
“annyeong my yeobo baekhyunnie” sapa Ra Rin sambil menggandeng tangan namja itu.
“aish! Lepaskan!” seru baekhyun kesal.
“mwo? Wae?” Ra Rin tetap menggandeng tangan baekhyun.
“aish!” gerutu baekhyun. Baekhyun melepaskan tangan Ra Rin lalu berjalan meninggalkannya.
“my yeobo baekhyunnie changkaman”teriak Ra Rin namun belum sempat ia mengejar baekhyun, terdengar suara seseorang yang memanggil namanya.
“Ra rin-ah” teriak seseorang itu. Merasa dipanggil, Ra Rin pun membalikkan badannya.
“eoh, ji eun! jiyeon!” sapa Ra Rin.
“mengejar Baekhyun lagi?” Tanya Jiyeon. Ra rin membalasnya dengan sebuah cengiran.
“aigoo! Sampai kapan kau mau mengejarnya? Kau tidak malu? Kau itu seorang yeoja Ra rin-ah” Jieun menasehati.
“hehe. Sampai ia mempunyai yeojachingu.kekeke” jawab Ra rin polos.
“ckckck” Jieun dan Jiyeon geleng-geleng kepala.
“kaja! Kita ke kelas” ajak Ra rin sambil menggandeng tangan kedua sahabatnya itu.

Istrahat

“jieun-ah, jiyeon-ah ke kantin yuk!” ajak Ra rin.
“kaja!” ajak jieun.
Mereka pun pergi ke kantin.

Kantin

“jieun-ah pulang sekolah kita ke mall yuk!” ajak Jiyeon.
“oke” jawab jieun.
“kya! Aku tidak diajak?” Ra rin menggembungkan pipi nya kesal.
“haha.. baiklah ‘nyonya Byun’ “ kata Jiyeon sambil tertawa mengejek. Ra rin yang mendengarnya lalu tersenyum senang.
“eh..eh.. kalian tahu tidak kalau Baekhyun namja yang populer itu sekarang punya yeojachingu” kata seorang murid yeoja pada temannya. Ra rin yang mendengarnya lalu melihat kearah yeoja yang berbicara itu.
“mwo? Jjinja?” Tanya temannya.
“ne” jawab yeoja itu dengan yakin.
“sejak kapan? Nugu?” Tanya temannya lagi.
“tadi saat jam istrahat, anak kelas 12-2 kalau tidak salah namanya Krystal. Dia menyatakan perasaannya ke Baekhyun” jawab yeoja itu.
“lalu Baekhyun terima?” Tanya temannya lagi.
“Memang ada orang yang akan menolak seorang Krystal Jung hah?” jawab yeoja itu.

Setelah mendengar percakapan dua murid itu, Ra rin menundukkan kepalanya.
“Ra rin-ah kwenchana?” Tanya Jiyeon hati-hati.
“eoh” Ra rin mendongak kan kepalanya lalu tersenyum miris.
“aku ke toilet dulu” kata Ra rin lalu berjalan menuju toilet. Jiyeon dan Jieun saling berpandangan.
“kasian Ra rin” kata jieun.
“ne. dia sudah menyukai Baekhyun selama 2 tahun. Tapi dia tidak bisa mendapatkan Baekhyun” kata Jiyeon simpati.
“ne” Jieun membenarkan perkataan Jiyeon. Mereka berdua segera meninggalkan kantin lalu berjalan ke kelas mereka.

“hiks…hiks.. appo” kata Ra rin sambil memegang dada nya. Dia terus menangis.
“hiks..hiks… apa aku harus berhenti mengejarmu oppa atau aku harus tetap mengejarmu?” Tanya Ra rin pada dirinya sendiri. Karena sudah lama berada di toilet, Ra rin pun berhenti menangis lalu mencuci mukanya di wastafel. Selesai itu ia segera keluar dari toilet. Hati nya kembali sakit saat melihat Baekhyun dan Krystal yang lewat di hadapannya sambil berpegang tangan. Ia segera memalingkan pandangannya lalu berjalan ke kelas.
“Ra rin-ah gwenchana?” Tanya Jieun saat Ra rin telah duduk dikursinya.
“ne. nan gwenchana” kata Ra rin sambil tersenyum lebar. Namun, senyumannya itu berbeda dengan hatinya yang amat teramat sakit.
“jadi bagaimana? Apa kau akan tetap mengejarnya?” Tanya Jiyeon. Jieun yang mendengar pertanyaan Jiyeon langsung menjitak kepala Jiyeon.
Pletak
“kya! Appo babo!” kata Jiyeon sambil mengelus kepalanya.
“haha” tawa Ra rin yang melihat Jiyeon dan Jieun. Kedua chingu nya itu pun menatap Ra rin dengan tatapan kaget. Yah, Ra rin adalah orang yang mood nya cepat berubah.
“jadi bagaimana?” Tanya Jiyeon lagi.
“seperti perkataanku tadi pagi, aku akan berhenti mengejar Baekhyun kalau ia mempunyai yeojachingu. Jadi aku akan berhenti mengejarnya.” Kata Ra rin.
“Jjinja?” Tanya Jiyeon dan Jieun serempak.
“ne” jawab Ra rin yakin. Tapi tidak dengan hati, hatinya tidak yakin untuk melepas Baekhyun karena jauh di lubuk hatinya ia sangat mencintai seorang Byun Baekhyun.

Pulang sekolah

“Jieun, Jiyeon. Sepertinya aku tidak bisa ikut bersama kalian ke mall” kata Ra rin dengan wajah menyesal.
“eoh, gwaenchana chingu-ah” seru Jieun sambil merangkul Ra rin.
“kalau begitu, aku pulang dulu ya” kata Ra rin lalu meninggalkan Jieun dan Jiyeon.

In Ra rin House
“aku pulaaang!” Ra rin melepas sepatunya lalu berjalan kearah kamarnya yang terletak dilantai 2.
“kau sudah pulang?” Tanya eomma Ra rin dari arah dapur.
“ne” jawab Ra rin. Dia pun masuk kedalam kamarnya dan..
BLAM
Ra rin membanting pintu kamarnya. Eomma yang mendengarnya lalu bertanya pada Luhan kakak Ra rin.
“Luhan-ah dia kenapa?” Tanya eomma.
“molla” jawab Luhan masih fokus dengan acara tv yang ia tonton.
“aish! Kalian kan 1 sekolah. Masa kau tidak tahu?” Tanya eomma sedikit kesal. Luhan hanya mengabaikan pertanyaan eomma nya. Luhan pun berjalan kearah kamar Ra rin. Dari luar kamar Luhan dapat mendengar suara Ra rin terisak.
“hiks..hiks..” tangis Ra rin dari dalam kamar.
Tok..tok
“Ra rin-ah” kata Luhan dari luar kamar.
“Ra rin-ah buka pintunya” lanjut Luhan. Namun, Ra rin mengabaikannya. Luhan pun memutar knop pintu karena tidak terkunci, Luhan masuk ke dalam kamar.
“aigoo, Ra rin-ah gwaenchana?” Tanya Luhan kaget saat melihat Ra rin menangis. Ra rin mendongak melihat Luhan, lalu turun dari kasurnya kemudian memeluk oppa nya.
“oppa” Ra rin memeluk Luhan sangat erat. Luhan pun membalas pelukan Ra rin.
“neo wae? Cerita sama oppa ne?” seru Luhan sambil membelai rambut panjang Ra rin. Walaupun mereka di sekolah tidak saling menyapa, tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.
“Baekhyun oppa pacaran sama Krystal” jawab Ra rin. Luhan melepas pelukan mereka lalu menatap wajah yeodongsaeng nya itu. Ra rin balas menatap Luhan dengan air mata yang masih mengalir.
“jadi kau menangis hanya karena namja itu?” Tanya Luhan. Ra rin hanya mengangguk singkat.
“pabo!” umpat Luhan.
“mwo?” Tanya Ra rin tidak terima.
“aniyo” jawab Luhan. Luhan menghapus air mata yeodongsaeng nya itu.
“kau tambah jelek kalau menangis. Dasar cengeng!” kata Luhan selesai menghapus air mata Ra rin.
“mwo?” Tanya Ra rin sambil berkacak pinggang.
“jelek” kata Luhan.
“kya! Kau yang jelek” Ra rin tidak mau kalah.
“dasar jelek!” Luhan menjulurkan lidahnya.
“aish! Keluar kau dari kamarku oppa” Ra rin mengambil bantal lalu melemparkannya kearah Luhan. Luhan menyingkir agar tidak terkena lemparan Ra rin.
“tidak kena!” Luhan menjulurkan lidah lagi.
“aish!”Ra rin mengambil bantal lagi lalu melemparnya dan kali ini lemparan Ra rin tepat sasaran.
“haha.. kena kau oppa” Ra rin tertawa menang. Luhan tidak terima, ia mengambil bantal yang dilemparkan Ra rin tadi lalu melemparnya kearah Ra rin. Terjadilah perang bantal antara Ra rin dan Luhan.
“berhenti. Kalian seperti anak kecil saja” kata eomma mereka yang tiba-tiba datang.
“oppa yang mulai duluan eomma” aduh Ra rin.
“mwo? Bukan aku eomma, Ra rin yang mulai duluan. Dia melempariku dengan bantal” Luhan membela diri.
“dasar oppa jelek” kata Ra rin sambil menjulurkan lidahnya kearah Luhan.
“kau yang jelek” Luhan tidak mau kalah.
“oppa yang jelek” kata jiyeon
“kau”
“oppa”
“kau”
“oppa”
Jessica, eomma mereka yang melihat kelakuan mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
“aish! Sudah.. sudah.. luhan kau segera keluar dari kamar Ra rin. Dan kau Ra rin jangan membuat keributan lagi.arra?” kata Jessica tegas.
“ne, arra eomma” jawab Luhan dan Ra rin serempak. Luhan pun segera keluar dari kamar Ra rin lalu berjalan kearah kamarnya yang berada disamping kamar Ra rin.

Morning

Ra rin mengerjap-ngerjapkan matanya saat cahaya matahari menusuk matanya melalui ventilasi kamarnya. Ia pun segera bangun lalu berjalan kearah kamar mandi.
“good morning mom,dad, oppa” sapa Ra rin pada saudara dan kedua orang tuanya. Ia pun segera memakan makanan nya.
“oppa aku boleh menumpang dimotormu?” Tanya Ra rin saat mereka berada di depan rumah.
“tidak bisa” jawab Luhan lalu berjalan kearah motornya.
“jebal oppa, boleh ne?” Tanya Ra rin lagi sambil mengeluarkan puppy eyes nya.
“tidak bisa, ya tidak bisa.” Kata Luhan lagi.
“oppa jebal” kata Ra rin memelas.
“aish! Baiklah” kata Luhan. Ra rin pun tersenyum senang lalu naik ke motor Luhan. Mereka pun segera berangkat ke sekolah.

In school
Semua murid menatap kedatangan Ra rin dan Luhan dengan tatapan kaget. Bagaimana tidak? Seorang Luhan membonceng seorang gadis dan gadis itu adalah Ra rin, yeoja yang mengejar-ngejar Baekhyun.

Ra rin pun turun dari motor Luhan.
“gomawo oppa” kata Ra rin sambil tersenyum senang.
“ne cheonma” kata Luhan lalu mengacak-ngacak rambut Ra rin.
“aish! Jangan di acak-acak oppa. Nanti rambutku berantakan” kata Ra rin sambil memanyunkan bibirnya.
“aigoo” sahut Luhan sambil merangkul Ra rin, “kaja! Oppa antar kau ke kelas” lanjut Luhan.
“aish! Aku bukan anak kecil lagi yang harus diantar ke kelasnya” sahut Ra rin sambil mengembungkan pipinya. Luhan hanya menjawab nya dengan tawa kecil. Tanpa mereka sadari mereka baru saja melewati baekhyun dkk. Ra rin tidak menyadari itu.

Baekhyun pov

“Baekhyun, lihat! itu Ra rin mu sedang berjalan kesini” seru chanyeol. ‘yeoja aneh itu lagi’ batinku.
“omo! Dia tidak sendirian. Dia bersama.. tunggu, siapa ya? Ah, matta! Dia bersama Luhan” seru kai. Aku pun membalikkan badanku melihat kearah mereka.
“mwo? Luhan merangkul Ra rin” seru Lay. Ada hubungan apa mereka? Apa mereka pacaran? Baguslah kalau mereka pacaran. Jadi, aku tidak akan diikuti lagi oleh yeoja aneh itu. Aku terus memandang mereka yang semakin dekat dengan kami.
“mereka mendekat” seru kai. Aku tidak menghiraukannya aku hanya menatap Ra rin dan Luhan lekat. Saat mereka lewat dihadapan kami, aku segera mengalihkan pandanganku kearah lain.
“omo! Kyeopta” seru chanyeol.
“nugu?” tanyaku.
“Ra rin. Tadi saat dia mengembungkan pipinya, dia sangat manis dan imut” kata chanyeol.
“ne” sahut Lay, Kai, Chen dan Tao membenarkan perkataan Chanyeol.
“aigoo, mata kalian sudah buta hah? Yeoja aneh dan jelek seperti dia kalian bilang manis? Imut?” tanyaku.
“aigoo, kau tidak melihatnya tadi. Coba kalau kau melihatnya, kau pasti akan menarik kata-katamu barusan dan akan menerima cintanya” seru Kai.
“terserahlah apa kata kalian” kataku pasrah.
“tunggu, ada yang aneh dengan Ra rin” seru Chen. Aku menatapnya bingung lalu bertanya.
“apanya yang aneh?” tanyaku.
“dia tidak sama seperti biasanya. Biasanya kan kalau dia melihatmu dia akan berlari kearahmu terus dia akan bergelayutan manja dan berkata ‘my yeobo Baekhyunnie’. Tapi tadi ia berbeda ia bahkan tidak melihat kearah mu. Aneh” kata Chen.
“betul…betul..betul” seru Chanyeol mengikuti gaya upin-ipin#plakk/author syndrom upin-ipin#.
Betul juga yang dikatakan Chen. Tadi dia tidak memandang kearah. Peduli apa aku? Yang penting aku sudah terbebas dari yeoja aneh itu.

1 minggu kemudian…

“baekhyun-ah kau kenapa? Apa kau sakit?” Tanya Krystal yeojachingu. Akupun tersadar dari lamunanku.
“eoh? Aniya” jawabku cepat.
“ya sudah, cepat makan. Sebentar lagi bel masuk berbunyi” seru Krystal. Aku segera menyantap makananku.

RRRRRRRRRRIIIIIIIIIINNNNNNNGGGGGGGGG!
Bel masuk berbunyi, aku dan Krystal berjalan kearah kelas kami.

In class

Aku seperti kehilangan sesuatu? Tapi apa? Selama seminggu ini, aku merasa ada yang kurang dari hidupku. Tapi apa?
Aku terus memikirkan hal itu sambil memainkan folpen di tanganku.
“baekhyun-ah” teriak Chanyeol di telingaku.
“ya! Wae?” Aku balas berteriak.
“aish! Kau kenapa?” Tanya Chanyeol sambil mengusap-ngusap telinga nya.
“apanya yang kenapa?” tanyaku polos.
“aish! Kau dari tadi melamun terus. Kau kenapa?” Tanya Chanyeol lagi.
“aniyo” jawabku.
“apa kau memikirkan Ra rin?” tanyanya sambil tersenyum evil.
“mwo? Maldo andwae” jawabku.
“kau memikirkannya kan?” Tanya Chanyeol.
“aniyo” jawabku lagi.

Apa dia gila? Mana mungkin aku memikirkan yeoja aneh itu. Ck, ada-ada saja.
Karena hari ini Lee songsaenim tidak masuk, jadi kami tidak belajar. Kulihat kearah teman-temanku, mereka sekarang sedang menggoda yeoja di kelas kami. Ck, dasar kurang kerjaan. Tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat familiar di telingaku. Aku menengok ke pintu kelas. Di sana bertengger seorang yeoja aneh yang biasa menggangguku. Dia berjalan kearahku, omo! Apa dia mau bergelayut manja lagi?. Dia terus berjalan dan…. MELEWATIKU?
“oppa” katanya pada orang yang duduk dibelakangku. Yah, orang itu adalah Luhan, namja yang 1 minggu ini selalu bersamanya, namja yang MUNGKIN ia sukai.
“eoh, wae?” Tanya Luhan. Aku bisa mendengar percakapan mereka karena Luhan duduk dibelakangku.
“kaja! Kita pulang” ajak Ra rin.
“memangnya kau tidak ada mata pelajaran?” Tanya Luhan.
“eobseoyo, Kim seongsaenim hari ini tidak masuk. Oppa tidak ada mata pelajaran lagi kan?” serunya.
“eoh, ne” jawab Luhan.
“yasudah, kalau begitu kita pulang” kata yeoja itu menarik tangan Luhan.
“ya! Changkaman” seru Luhan memasukkan buku-bukunya kedalam tas.
“kaja!” lanjut Luhan. Mereka berjalan keluar kelas, si yeoja aneh itu menggandeng tangan Luhan. Aku seperti tidak rela melihat yeoja itu menggandeng tangan namja lain. Apa yang kau pikirkan baekhyun-ah? Jangan bilang kalau kau memikirkan yeoja aneh itu.
“apa mereka pacaran?” gumamku. Aku terus menatap mereka berdua dengan tajam sampai mereka hilang dibalik pintu.

Ra rin pov

Aku sangat merindukan baekhyun oppa. Tapi, aku tidak bisa menemuinya karena ia sudah mempunyai kekasih.
“hah…andai saja ia tidak mempunyai kekasih” gumamku.
“ya! Kau kenapa? Ayo cepat naik” seru Luhan oppa.
“ne”
Akupun naik ke motor Luhan oppa lalu memeluknya dan menyandarkan kepalaku di pundaknya.
“kau kenapa?” Tanya Luhan.
“aku ingin tidur” kataku.
“aigoo, cih. Untung aku tidak mengambil kebiasaan eomma yang suka tidur itu” gumam Luhan oppa.

Author pov

Tanpa Ra rin dan Luhan sadari, seorang namja melihat mereka dengan tatapan marah. Tangannya ia kepal seperti ingin meninju seseorang.

TBC