Tag

, , , ,

Tittle: I love you hoobae
Cast:
Jung Ra rin/author
Byun baek hyun Exo K
Jung Lu han(Xi Lu han Exo M)
Other cast: find by yourself

****************************************************
Author pov

Tanpa Ra rin dan Luhan sadari, seorang namja melihat mereka dengan tatapan marah. Tangannya ia kepal seperti ingin meninju seseorang.
“ada hubungan apa mereka berdua? Apa mereka pacaran?” kata namja itu kesal.
”baekhyun-ah” teriak seseorang dari arah belakang namja itu. Namja itu balik melihat siapa yang memanggilnya.
”aigoo, baekhyun-ah kau….menyeramkan” kata orang yang memanggil baekhyun sambil bergidik ngeri. Baekhyun segera mengubah raut wajah nya.
”ne?” tanya baekhyun.
”mau pulang bersama?” tanya Krystal.
”baiklah” kata baekhyun. Mereka segera pergi menuju mobil baekhyun.

Ra rin pov

”Ra rin-ah” seseorang mengguncang tubuhku.
”eoh? Hoam…” aku menguap sambil membuka mata.
”kita sudah sampai” kata Luhan lalu masuk kedalam rumah meninggalkanku. Aku pun segera masuk dalam rumah.
In school

Aku segera turun dari mobil. Yah, hari ini Luhan oppa membawa mobil.
”gomawo oppa” kataku pada Luhan oppa.
”ne, cheonma” kata Luhan oppa lalu berjalan kearah teman-temannya.
”Jiyeon-ah! Jieun-ah!” teriakku saat melihat Jiyeon dan Jieun berjalan kearah kelas. Mereka berbalik melihat kearahku. Aku pun menghampiri mereka.
”mentang-mentang sudah punya namjachingu jadi lupa sama kita” kata Jiyeon saat aku tiba di depan mereka.
”mwo?” kataku bingung.
”sudahlah Ra rin-ah. Kau berpacaran dengan Luhan sunbae kan?” tanya Jieun. Aku hanya menganga mendengar pertanyaaan Jieun. Mana mungkin aku berpacaran dengan kakakku sendiri? Tidak masuk akal bukan?
“hah?” kataku sambil menatap mereka bingung.
”sudahlah akui saja kalau kau berpacaran dengan Luhan” kata Jiyeon. Mendengar perkataan Jiyeon, aku ingin tertawa tapi aku menahannya.
”apa kalian gila?” kataku sambil menahan tawa.
”mwo?” mereka menatapku bingung.
”Luhan itu oppa-ku” kataku masih menahan tawa.
”maksudmu?” kata mereka tambah bingung. Mereka belum mengerti juga rupanya?
“Luhan itu kakak-ku” kataku sambil terkekeh geli.
“hah?” mereka membulatkan mata mereka. Aku hanya tertawa melihat ekspresi mereka.
“ka..kau jangan bercanda Ra rin-ah” kata Jieun tidak percaya.
“aku tidak bercanda. Kalau kalian tidak percaya, nanti pulang sekolah kalian kerumahku” kataku lagi.
“baiklah. Pulang sekolah kami akan kerumahmu” kata Jiyeon.
“yasudah, kita ke kelas yuk” ajakku. Kami pun berjalan ke kelas.

>>>>skip

Bel istrahat berbunyi. Aku dan teman-temanku berjalan kearah kantin. Kami mengambil makanan kami lalu duduk di kursi yang masih kosong.
“besok hari sabtu kan?” Tanya Jiyeon sambil berhenti mengunyah makanannya.
“ne. memangnya kenapa?” Tanyaku.
“ani” jawab Jiyeon lalu kembali memakan makanannya. Akupun kembali memakan makananku.
“omo!” pekik Jieun sambil melihat kearah belakangku.
“waeyo?” tanyaku.
“itu..” kata Jieun sambil menunjuk kearah belakang. Akupun membalikkan kepalaku kearah belakang.
Aku begitu terkejut melihat pemandangan yang membuat dadaku sesak. Aku melihat Baekhyun oppa dan Krystal sedang berjalan kearah kantin. Yang paling membuat sesak adalah Krystal bergelayut manja di lengan baekhyun dan baekhyun tidak memarahinya atau melepas tangan Krystal. Yah, jelas saja pabo! Krystalkan pacarnya jadi wajar kalau Krystal bergelayut manja dilengan baekhyun. Aku memukul-memukul kepalaku sendiri karena pemikiran bodohku.
“kau kenapa?” Tanya Jiyeon.
“eoh? Nan gwaenchana” kataku sambil nyengir kuda.
“kau aneh” komentar Jieun. Aku tidak memperdulikannya, aku kembali memakan makananku.
“kau tidak cemburu melihat mereka berdua?” Tanya Jiyeon yang membuatku tersedak.
“uheuk..uhuk..”
“igeo” kata jieun sambil menyodorkan minuman kearahku. Aku mengambil minuman itu lalu meneguknya.
“kau bilang apa?” tanyaku pada Jiyeon.
“kau tidak cemburu melihat mereka berdua?” ulang Jiyeon.
“ani. Aku tidak cemburu” bohongku.
Ne jiyeon, aku sangat cemburu dengan kedekatan mereka berdua.
“ayo cepat kalian makan, sebentar lagi bel masuk berbunyi” kataku. Kami pun segera memakan makanan kami lalu pergi ke kelas.

“selamat siang anak-anak” sapa Lee Seongsaenim saat memasuki kelas kami.
“siang saem” balas kami.
“oke, besok sekolah mengadakan camping selama 3 hari. Acara ini wajib diikuti oleh semua siswa kelas XI dan XII, bagi yang tidak ikut akan mendapat hukuman” kata Lee seongsaenim.
Aku mendengar teman-teman di kelas berseru senang. Jujur saja, aku malas dengan acara ini.
“itu saja yang ingin saya sampaikan. Ingat, besok kalian semua harus ikut dalam acara camping. Arraseo?” kata Lee Seongsaenim.
“ne” sahut semuanya.
“baiklah kalian bisa pulang” kata Lee seongsaenim lalu berjalan keluar kelas. Aku membereskan buku-buku ku lalu mengajak Jieun dan Jiyeon untuk pulang bersama.
“kaja! Kita pulang” ajakku.
“ne” kata mereka berdua. Kami berjalan keluar kelas. Saat melewati kelas 12-2, aku berhenti.
“wae?” Tanya Jiyeon bingung.
“kalian tunggu disini sebentar. Aku ingin menemui Luhan oppa sebentar” kataku.
“baiklah” Akupun berjalan masuk kelas 12-2, aku kembali melihat pemandangan yang tidak menyenangkan hatiku. Baekhyun sekarang sedang berduaan bersama Krystal. Aku terus menatap mereka hingga tatapan mataku bertemu dengan mata baekhyun. Aku segera mengalihkan pandanganku kearah Luhan oppa begitu juga dengan Baekhyun oppa, ia mengalihkan pandangannya kearah lain. Aku berjalan kearah meja Luhan oppa.
“oppa” sapaku. Luhan mendongak melihat kearahku.
“wae?” tanyanya.
“oppa belum mau pulang?” tanyaku.
“sebentar lagi” kata Luhan.
“kaja! Kita pulang oppa” ajakku.
“aku belum mau pulang” seru Luhan oppa.
“oppa..” kata sambil mengeluarkan puppy eyes andalanku.
“aish.. baiklah” kata Luhan oppa lalu membereskan bukunya.
“kaja!” kataku sambil bergelayut di lengan Luhan oppa.
“aish! Kau ini.,” kata Luhan. Kami berjalan keluar kelas lalu menghampiri Jiyeon dan Jieun. Mereka berdua begitu terkejut melihatku datang bersama Luhan oppa.
“annyeong haseyo sunbae” sapa jieun dan Jiyeon sambil membungkukan badan.
“annyeong” sapa Luhan oppa sambil tersenyum manis kearah mereka. Cih, cari perhatian sekali oppa-ku ini.
“ayo, kita pulang” ajakku pada mereka bertiga. Kami ber empat-aku,Luhan,Jiyeon,Jieun- berjalan kearah parkiran. Kami semua masuk ke dalam mobil Luhan oppa.
“oppa besok mau ikut camping tidak?” tanyaku pada Luhan oppa saat kami berada di dalam mobil.
“molla” jawab Luhan.
“sunbae ikut saja” cerocos Jieun.
“ne. sunbae ikut saja” kata Jiyeon.
“akan kupikirkan” kata Luhan.
“oppa kita berhenti di restoran itu. Aku lapar” kataku. Luhan oppa memberhentikan mobilnya di salah satu restoran. Kami turun dari mobil Luhan oppa lalu berjalan masuk kedalam restoran.
“mau pesan apa?” Tanya seorang pelayan.
“teukpokki 1 dan orange juice 1” jawabku.
“kalian mau pesan apa?” Tanyaku pada Jiyeon,Jieun dan Luhan oppa.
“sandwich 1 dan juice strawberry 1” jawab Jiyeon.
“aku samakan saja dengan dia” kata Luhan oppa sambil menunjukku.
“kimbap 1 dan air putih 1” kata Jieun.
“baiklah. Gidari juseyo” kata pelayan itu lalu berjalan meninggalkan kami.
10 menit kemudian pesan kami datang.
“silahkan menikmati” kata pelayan itu ramah lalu berjalan kearah meja lain. Kamipun memakan pesanan kami.
Selesai makan, kami memanggil seorang pelayan.
“berapa semuanya?” Tanya Luhan.
“semuanya gratis. Tidak usah bayar” kata pelayan itu tersenyum ramah.
“mwo????” aku dan yang lainnya membulatkan mata.
“jjinja?” tanyaku.
“ne. karena hari ini pemilik restoran baru menikah, ia menggratiskan makanan untuk hari ini” kata pelayan itu. Kami menatap pelayan itu tidak percaya.
“jangan bercanda” kataku.
“aku tidak bercanda” jawab pelayan itu. Tiba-tiba seseorang datang.
“ada apa ini?” Tanya orang itu.
“tuan” kata pelayan tadi lalu membungkukkan badan.
“ada apa?” Tanya pemilik restoran.
“ini.. mereka tidak percaya bahwa makanannya gratis” kata pelayan itu.
“eoh. Ne, semua makanan gratis untuk hari ini” kata pemilik restoran itu sambil tersenyum.
“ah.. kamsahamnida” kata kami berempat.
“ne. cheonmaneyo” kata pemilik restoran.

“kalau aku tahu semua makanan tadi gratis, aku akan memesan makanan sepuasnya” cerocos Jieun saat kami sudah berada di mobil.
“haha.. ne. coba tadi aku tahu” kata Jiyeon membenarkan.
“dasar sikshin” kataku.
“kami bukan sikshin” teriak mereka berdua.
“lalu?” kataku.
“kami hanya ingin memuaskan diri kami. Memangnya kapan lagi ada makanan gratis?” Tanya Jiyeon. Jieun hanya menganggukkan kepalanya.
“kapan-kapan” kataku. Jiyeon dan Jieun hanya mendengus kesal. Luhan oppa yang melihat kami hanya tersenyum.
“sudah sampai” kata Luhan oppa. Kami segera turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam rumahku.
“kami pulaang” teriakku bersama Luhan oppa.
“kalian sudah pulang?” Tanya eomma menghampiri kami.
“eh? Ada temanmu rupanya” kata eomma.
“annyeong haseyo ahjumma” sapa Jiyeon dan Jieun.
“ne. annyeong” sapa eomma.
“jiyeon imnida” kata Jiyeon.
“jieun imnida” kata Jieun.
“eoh. Silahkan masuk” kata eomma. Kami ber empat segera masuk. Luhan oppa berjalan kearah kamarnya.
“ayo. Kita kekamarku” ajakku. Kamipun berjalan kearah kamarku yang terletak dilantai 2 disamping kamar Luhan oppa.

“omo! Rumahmu besar sekali” seru Jieun sambil melihat kamarku.
“biasa saja” kataku.
“aigoo, kau masih menyukai Baekhyun?” Tanya mereka setelah melihat dinding kamarku yang dipenuhi oleh foto baekhyun.
“ani. Aku tidak menyukainya lagi” bohongku.
“lalu, kenapa ada foto baekhyun di kamarmu?” Tanya Jiyeon.
“ah itu, aku lupa membuangnya” kataku cengengesan.
“oh!” kata jiyeon. Untung mereka tidak curiga.
“ah. Ini foto siapa?” Tanya Jieun saat melihat fotoku dan Luhan oppa yang masih berumur sekitar 10 tahun.
“itu. Aku dan Luhan oppa” kataku.
“sekarang kalian percayakan kalau Luhan oppa adalah oppa-ku?” tanyaku.
“ne” sahut mereka berdua.
“ini foto siapa?” Tanya Jieun lagi sambil memperlihatkan sebuah foto yang didalamnya terdapat 3 anak kecil 2 namja yang berusia 6 tahun dan 1 yeoja yang berdiri ditengah kedua namja itu yang masih berumur 5 tahun.
“itu kau, Luhan dan ini… nugu?” Tanya Jiyeon.
“itu…”
“Nugu?” Tanya jieun dan Jiyeon penasaran.
“itu, dia adalah

TBC