Tag

, , , , , , , , ,

Tittle: I love you
Cast:
Jung Ra Rin/author
Byun Baek Hyun Exo-K
Jung Luhan(Xi Luhan Exo-M)

****************************************************

Author pov

“ini foto siapa?” Tanya Jieun lagi sambil memperlihatkan sebuah foto yang didalamnya terdapat 3 anak kecil, 2 namja yang berusia 9 tahunan dan 1 yeoja yang berdiri ditengah kedua namja itu yang masih berumur 8 tahun.
“itu kau, Luhan dan ini… nugu?” Tanya Jiyeon.
“itu…”
“Nugu?” Tanya jieun dan Jiyeon penasaran.
“itu, dia adalah Baekhyun” jawab Ra Rin.
“mwo???” mereka begitu kaget.
“bagaimana bisa?” Tanya Jiyeon.
“dia adalah temanku sewaktu kecil. Baekhyun adalah tetanggaku dulu, kami berteman sangat akrab. Tapi, pada saat baekhyun berusia 9 tahun, keluarganya pindah ke London. Pada saat itu aku kehilangan kontak dengannya. Sampai pada saat aku kelas 3 smp, aku mendengar kabar bahwa dia telah kembali ke korea dan dia bersekolah di kirin art school. Pada saat itu aku memohon-mohon pada orang tuaku untuk menyekolahkanku di kirin art school. Kalian tahukan? Sejak kelas 1 sma aku sudah mengejar-ngejarnya” kata Ra rin menjelaskan pada mereka.
“j..jadi.. kau dan baekhyun teman sewaktu kecil?” Tanya Jieun kaget.
“ne”jawab Ra rin.
“jadi, selama ini kau mengejar-ngejar baekhyun karena dia teman sewaktu kecilmu atau ada alasan lain?” Tanya Jiyeon.
“aku menyukai baekhyun sejak kecil” kata Ra rin.
“kau kan masih kecil? Bagaimana bisa kau menyukainya?” Tanya Jiyeon.
“entahlah, aku sendiri juga tidak tahu” jawab Ra rin.
“aigoo, pantas saja” gumam Jieun.
“apa Baekhyun tahu kau adalah teman sewaktu kecilnya?” Tanya Jieun.
“maybe no” jawab Ra rin.
“oh.yasudah, kami pulang dulu ya. Kami mau mengemasi barang-barang kami untuk camping besok. Kaja! Jieun-ah” ajak Jiyeon.
“ne, kami pulang dulu ya” pamit Jieun. Ra rin mengantar temannya sampai kepintu gerbang.
“kalian tunggu disini, biar kusuruh Luhan oppa untuk mengantar kalian” kata Ra rin.
“tidak usah repot-repot, kami bisa pulang naik taksi” kata Jiyeon menolak.
“tidak bisa, kalian harus tunggu. Arra?” seru Ra rin.
“ne” Jiyeon dan Jieun terpaksa menerima tawaran Ra rin. Ra rin segera masuk ke dalam rumah.
“oppa” teriak Ra rin di dalam rumah.
“oppa” teriak Ra rin lagi.
“aish! Jangan teriak-teriak! Ada apa?” Luhan turun ke lantai bawah.
“antarkan teman-temanku pulang, ne?” Ra rin mengeluarkan puppy eyes nya.
“mwo?” Tanya Luhan.
“ayolah oppa, jebal” kata Ra rin lagi.
“aish baiklah” kata Luhan lalu mengambil kunci mobilnya.
“gomawo oppa” Ra rin sangat senang.

#######

“good morning mom, dad, oppa” sapa Ra rin saat memasuki ruang makan.
“morning” jawab semua orang yang ada di ruang makan.
“kenapa kalian tidak memakai pakaian sekolah?” Tanya Jessica eomma.
“kami akan mengikuti camping selama 3 hari” Luhan berkata.
“oh, yasudah, kalian cepat makan. selesai makan, biar appa antar kalian ke sekolah” kata Donghae appa.
“ne” jawab Ra rind an Luhan.
Mereka segera melanjutkan acara sarapan. Selesai sarapan, Donghae mengantar anak-anak nya ke sekolah.

In school

“sudah sampai” kata Donghae appa.
Luhan dan Ra rin segera turun dari mobil.
“gomawo appa” kata Ra rin lalu mencium pipi Donghae.
“ne. kalau begitu appa pulang dulu, annyeong” Donghae menjalankan mobilnya.
“annyeong”
Luhan dan Ra rin segera berjalan kearah gerbang sekolah. Saat memasuki gerbang sekolah, mereka bertemu dengan Jiyeon dan Jieun.
“annyeong sunbae, annyeong Ra rin-ah” sapa Jiyeon dan Jieun.
“annyeong” sapa balik mereka berdua.
“aku kesana dulu ya, annyeong” Luhan menunjuk kearah Sehun dkk lalu berjalan kearah Sehun.
“ne” jawab Ra rin.
“kalian jadi ikut camping?” Tanya Jiyeon polos.
“kau tidak lihat, hah!” Ra rin kesal.
“haha..mian,mian. Kaja! Kita masuk” ajak Jiyeon.
mereka pun masuk ke dalam pekarangan sekolah. Tiba-tiba mereka mendengar pengumuman bahwa semua siswa di suruh berkumpul di aula sekolah. mereka pun berjalan ke aulah sekolah.

Author pov
“baik anak-anak. Semua sudah hadir?” Tanya Leeteuk Seongsaenim.
“ne” jawab semuanya.
“baiklah, karena bus nya telah datang. Kalian silahkan masuk ke dalam bus” kata Leeteuk seongsaenim. Semua berjalan kearah bus di parkirkan.
“aku ke toilet sebentar ya. Kalian tunggu disini” kata Ra rin.
“ne” jawab Jieun dan Jiyeon.
“aku titip tasku” Ra rin menyerahkan tasnya kemudian berjalan kearah toilet.

“omo! Ra rin lama sekali” keluh Jieun.
“ne” sahut Jiyeon.

Di tempat lain..

Setelah keluar dari toilet, Ra rin berniat segera pergi kearah teman-teman nya berkumpul. Tapi langkahnya terhenti saat seorang namja mendorongnya kearah tembok.
“kya! Siapa sih” gerutu Ra rin lalu mengangkat kepalanya melihat namja yang mendorongnya. Ra rin begitu terkejut saat melihat siapa namja yang mendorongnya.
“my… eh..bae..baekhyun sunbae” kata Ra rin gugup.
“mwo? Baekhyun sunbae?” Tanya baekhyun bingung.
Bagaimana tidak, Biasanya kan Ra rin akan memanggilnya dengan sebutan ‘my yeobo Baekhyunie’ tapi sekarang Ra rin memanggilnya ‘Baekhyun Sunbae’.
“ne, Baekhyun sunbae. Bisakah sunbae menyingkir? Aku ingin pergi” kata Ra rin tanpa menatap Baekhyun. Sekarang jantungnya berdegup kencang.
“tidak, sebelum kau menjawab pertanyaanku” kata Baekhyun.
“pertanyaan apa?” Tanya Ra rin bingung sambil menatap mata baekhyun.
“apa kau menyukaiku?” Tanya baekhyun yang refleks membuat Ra rin menunduk. Ra rin tidak menjawab pertanyaan baekhyun, dia hanya menunduk.
“ayo jawab pertanyaanku! Apa kau menyukaiku?” baekhyun agak sedikit meninggikan suaranya. Ra rin tetap menunduk, dia tidak menjawab pertanyaan baekhyun.
“jawab!” bentak Baekhyun. Ra rin begitu kaget, dia bingung harus menjawab apa. Ra rin kemudian mendorong tubuh Baekhyun lalu berkata
“mian sunbae, aku harus menyusul teman-temanku” Ra rin membungkuk kemudian berlari meninggalkan baekhyun. Baekhyun mengejarnya, saat mendapatkannya ia kembali menyudutkan Ra rin di tembok.
“kau tidak bisa pergi, kau belum menjawab pertanyaanku” kata baekhyun. Ra rin sangat takut saat itu, ia belum pernah melihat Baekhyun seperti ini.
“aku Tanya sekali lagi. Apa kau menyukaiku?” Tanya baekhyun dengan suara lembut. Ra rin tetap diam.
“ayolah jawab pertanyaanku” suruh baekhyun.
“mianhae sunbae, a..aku tidak menyukaimu” bohong Ra rin.
“mwo????? Jinjja?” Tanya baekhyun tidak percaya.
“ne, dulu aku sempat menyukai sunbae. Tapi sekarang aku tidak menyukai sunbae lagi” Ra rin menunduk. Dia tidak berani menatap mata baekhyun.
“benarkah?” Tanya Baekhyun sambil memegang dagu Ra rin lalu mengangkatnya agar ia bisa melihat wajah Ra rin. Sedangkan tangan satunya ia sandarkan ke tembok. Ra rin segera memalingkan pandangannya.
“ne” jawab Ra rin. Sekarang mungkin jantung Ra rin akan copot dari tempatnya.
“lihat aku! Benarkah yang kau katakan tadi?” Tanya Baekhyun lagi sambil memajukan wajahnya ke wajah Ra rin. Sekarang jarak antara wajah mereka tersisa 5cm.
‘baekhyun-ah, jauhkan wajahmu! Aku bisa mati meleleh kalau begini terus’ batin Ra rin.
Baekhyun terus mendekatkan wajahnya hingga Ra rin dapat merasakan nafas Baekhyun yang hangat membasuh wajah Ra rin. Saat jarak wajah mereka tersisa 1cm, Ra rin menutup matanya dan….
“Baekhyun-ah” terdengar teriakan seseorang dari arah lain.
“aish!” gerutu Baekhyun. Baekhyun segera menjauhkan wajahnya lalu berkata
“buka matamu” kemudian pergi meninggalkan Ra rin.
Ra rin segera membuka kedua matanya lalu menghela nafas lega saat tidak ada lagi Baekhyun di hadapannya.
“syukurlah” kata Ra rin sambil mengelus-ngelus dadanya.
Ra rin kemudian meninggalkan tempat itu menuju ke koridor sekolah menemui jiyeon dan jieun. Setibanya di koridor sekolah, Ra rin langsung mendapat tatapan tajam dari Jiyeon dan Jieun.
“aish! Kau lama sekali Ra rin-ah” kesal Jieun.
“hehe…mianhae” kata Ra rin polos sambil nyengir kuda.
“kaja! Kita ke bus, nanti kita di tinggalkan” kata Jiyeon. Merekapun segera berjalan kearah bus.

Dalam bus

Semua murid bernyanyi ria. Sedangkan Ra rin membayangkan kejadian di dekat toilet tadi.
“ani..ani” gumam Ra rin sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“waeyo Ra rin-ah?” Tanya Jiyeon bingung melihat kelakuan temannya yang menurutnya terlihat agak sedikit aneh.
“aniyo” jawab Ra rin.
Tak jauh dari tempat duduk Ra rin, Baekhyun duduk bersama Krystal. Ia melakukan hal yang sama seperti Ra rin, hal itu membuat Krtystal bingung.
“waeyo Chagi?” Tanya Krystal.
“ani” jawab Baekhyun.
“oh ya, tadi kau kemana saja?” Tanya Krystal.
“a..aku.. ke toilet” jawab Baekhyun gugup,”aku tidur dulu” lanjutnya lalu menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.

In camping
“ayo, anak-anak cepat turun” kata Lee seongsaenim sambil menyuruh murid yang masih tidur di bus. Semua murid pun turun dari bus. Merekapun segera pergi ke tempat camping.
“oke anak-anak” kata Kim seongsaenim,”saya akan membagikan kelompok untuk kalian membuat tenda” lanjutnya.
“kelompok 1 Park Jiyeon, Jung Ra rin, Kim Jong In, Jung Luhan” sebut Lee seongsaenim.
“yah.. jieun-ah” kata Jiyeon sedih karena dia tidak bersama Jieun.
“gwaencana” kata Jieun sambil tersenyum.
Lee seongsaenim terus menyebut kelompok-kelompok yang akan membuat tenda.
“aigoo…namaku belum disebut” jieun mulai tidak sabar.
“tenanglah, namamu pasti akan disebut” Ra rin berkata sambil tersenyum.
“kelompok terakhir Lee Jieun, Byun Baekhyun, Krystal Jung, Do Kyungsoo” kata Lee seongsaenim.
“mwo? Aku satu kelompok dengan Krystal?” kata Jieun sedih.
“kelompok satu kalian pasang tenda dibagian sana” kata Lee seongsaenim.
Ra rin dkk berjalan kearah tempat yang ditunjuk Lee seongsaenim.
“annyeong haseyo Ra rin-ssi” sapa Kai basa-basi
“a..annyeong haseyo sunbae” Ra rin membungkukkan badan 90°.
“aigoo..kau tidak perlu canggung” kata Kai sambil tersenyum manis,” kita belum berkenalan secara resmi bukan?” lanjut Kai.
“eoh? Ne” kata Ra rin.
“Kim Jong In imnida, kau bisa memanggilku Kai” Kai tersenyum manis.
“Jung Ra rin imnida, sunbae bisa memanggilku Ra rin” Ra rin membalas senyuman Ra rin.
“aigoo.. panggil aku dengan sebutan oppa, ne?” tukas Kai.
“ah,ne o..oppa” Ra rin agak sedikit kikuk.
“ya! Kalian berdua, sampai kapan kalian akan mengobrol? Ayo bantu kami memasang tenda” kata Jiyeon galak.
“omo! Dia galak sekali” kata Kai.
“haha.. dia memang galak oppa” Ra rin membalas perkataan Kai. Mereka pun segera membantu Luhan dan Jiyeon memasang tenda.

“akhirnya, selesai juga” seru Ra rin.
Ra rin melihat kearah Jieun dkk memasang tenda.
Deg!
‘omo! Kenapa dadaku sesak? Apa aku masih menyukai Baekhyun? Ani..ani. aku tidak mungkin menyukainya! Tapi, dadaku begitu sesak’ Ra rin membatin.
Ra rin sekarang lagi melihat baekhyun memeluk Krystal. Ia begitu cemburu.
“kau masih menyukai Baekhyun?” Tanya Kai yang langsung berdiri disamping Ra rin.
“ne? a…aniyo” jawab Ra rin bohong.
“sudahlah, kau tidak usah berbohong” Ra rin hanya menunduk,” lalu bagaimana dengan Luhan?” lanjut Kai. Ra rin seketika mendongakkan kepalanya.
“mwo?!” Tanya Ra rin bingung.
“bukannya kau berpacaran dengan Luhan?” Tanya Kai ikutan bingung. Tiba-tiba Luhan datang lalu merangkul Ra rin.
“mana mungkin aku berpacaran dengan yeoja aneh ini” Luhan melirik kearah Ra rin. Ra rin menatap Luhan kesal.
“lagipula dia adalah dongsaeng-ku. Jadi mana mungkin aku berpacaran dengannya..haha” lanjut Luhan sambil tertawa renyah.
“m..mwo? ka..kalian saudara?” Kai begitu kaget saat mendengar perkataan Luhan.
“ne” jawab Luhan dan Ra rin serempak.
“kau sama kagetnya denganku sunbae” timpal Jiyeon sambil berdiri disamping Kai,” aku saja baru mengetahui kemarin dan betapa kagetnya aku” jiyeon menatap Ra rin kesal. Sedangkan yang ditatap hanya tertawa.
“ja..jadi kau baru tahu kemarin?” Tanya Kai pada Jiyeon.
“ne, padahal aku sahabat dekatnya sejak kelas X-.-‘ “ kata Jiyeon.
“haha… kalian tahu?” seru Luhan.
“tahu apa?” Tanya Kai penasaran.
“kau, Jiyeon dan Jieun yang baru mengetahui kami saudara” seru Luhan lagi.
“mwo? Jinjja?” Tanya Jiyeon tidak percaya.
“ne, satu sekolah yang tahu hanya kalian bertiga. Jadi aku mohon, kalian tidak bilang ke siapa-siapa bahwa kami saudara” kata Luhan.
“mwo? Wae?” Tanya Kai bingung begitupun Jiyeon dan Ra rin yang juga bingung.
“karena..

TBC