Tag

, , ,

Title : Bad Boy
Cast : Choi Sulli, Lee Taemin, others.
Genre : angst, hurt/comfort
Rating : PG-15
Length : Chaptered
Summary : seorang Lee Taemin yang dikenal dengan ke bad boy-an nya dijodohkan dengan Choi Sulli, yeoja yang polos. Bagaimanakah hubungan Taemin dan Sulli setelah menikah? Apakah Sulli mulai menyukai Taemin? Dan apa yang akan Taemin lakukan pada Sulli?

Annyeong haseyoπŸ˜€
Mianhae, update nya lama dan kependekkan….*bow
Aku nulisnya lewat hape…. Dan maaf jika alurnya kecepatan *bow

Happy reading~

————->

Setiap malam Taemin selalu membawa wanita yang berbeda kerumahnya dan Sulli dan setiap hari pula Sulli menangis karena siksaan batin yang ia rasakan.
“Sulli!” Teriak Taemin dari ruang tengah.
“Ne”
“Buatkan aku makanan sekarang juga!” Suruh Taemin. Sulli menatap Taemin dan yeoja yang bersandar di dada bidang Taemin dengan nanar. Ia kemudian mengangguk lalu kembali ke dapur untuk membuat makanan.

20 menit kemudian…..

Sulli membawa makanan yang ia buat ke ruang tengah tempat Taemin berada. Sesampainya diruang tengah, ia tak melihat Taemin.
“Taemin! Taemin~ah!” Sulli berteriak, tetapi tak ada sahutan. Ia kemudian menghela nafas. Setiap hari seperti ini, Taemin selalu menyuruh Sulli menyiapkan makanan, saat makanan sudah siap Taemin tak ada di rumah. Sulli menatap nanar makanan yang telah ia buat. ia segera membawanya ke dapur lalu menyimpannya di penghangat makanan.
“Aish! Kenapa aku harus menuruti semua perkataan namja menyebalkan itu?” Gerutu Sulli.
“Aku selalu saja seperti orang lemah di depan namja itu, dimana Sulli yang tegas? Sulli yang kuat yang tidak takut pada siapapun?” Sulli mulai menitikkan air matanya. Sungguh, ia tak tahan lagi seperti ini. Ia terlihat seperti seorang pembantu Bukan seorang istri. Setiap kali ia ingin melawan Taemin, rasa takut terhadap Taemin muncul. Saat berhadapan dengan Taemin, ia seperti wanita lemah. Padahal sebelumnya ia adalah wanita yang kuat. Sulli terus menangis.

**************

19:00 KST

Taemin membuka pintu rumahnya.
“Ayo masuk!” Taemin mengajak Minho.
“Dimana ISTRIMU?” Minho sengaja menekankan kata ‘Istrimu’.
“Haaah… Mungkin sedang tidur” jawab Taemin.
“Sulli!!!” Taemin berteriak tetapi tak ada sahutan.
“Sulli!!!” Tetap tak ada sahutan.
“CHOI SULLI!!!!” Sulli segera berjalan kearah Taemin.
“Kau darimana? Hah?! Dari tadi aku terus berteriak!! Apa kau Tuli???!!!!” Taemin terus mengomeli Sulli sedang Sulli hanya menunduk. Jujur, ia benar-benar takut sekarang.
“Mi..mianhae, tadi aku lagi..di…kamar mandi” jawab Sulli terbata-bata.
“Alasan!” Taemin hendak menampar Sulli tetapi Minho menahan tangannya.
“Sudahlah Taemin”
“Buatkan kami makanan!” Suruh Taemin.
“N..ne” Sulli segera ke dapur menyiapkan makanan.

20 menit kemudian….

“Tae…Taemin, makanan sudah siap” panggil Sulli. Taemin dan Minho berjalan ke meja makan.
“Huaaah! Sepertinya enak” Minho segera makan.
“Hm….masitta!” Puji Minho. Sulli hanya tersenyum.
“Cih! Makanan murahan seperti ini kau bilang enak? Apa lidahmu bermasalah Minho?” Kata Taemin sinis. Sulli menunduk.
“Lidahku tak bermasalah :p. Mungkin lidahmu yang bermasalah, Taemin-ssi” ledek Minho. Taemin hanya memandang Minho dengan kesal.
“Aku sudah kenyang” Taemin mendorong piringnya ke tengah.
“Kau tidak makan Sulli?” Tanya Minho.
“aku sudah makan” jawab Sulli. Minho hanya menganggukkan kepala. Minho sudah selesai makan.
“Ayo, kita nonton tv” ajak Taemin.
“Changkkaman, aku masih kenyang. Kita duduk dulu disini” Minho menyandarkan punggungnya di kursi. Taemin mengikuti gerakan Minho. Sulli membereskan makanan di atas meja lalu membawanya di tempat cuci piring. Minho terus memperhatikan Sulli yang sedang mencuci piring.
“Taemin~ah” panggil Minho dengan suara yang sedikit di perkecil.
“Wae?”
“Bolehkan…” Kata Minho sambil melirik kearah Sulli.
“Silahkan” Minho segera ke tempat Sulli. Ia memeluk Sulli dari belakang. Sulli berhenti mencuci piring.
“Lepaskan!” seru Sulli.
“hi, sayang” Minho mencium Tengkuk Sulli.
“Lepaskan aku!” Teriak Sulli. Taemin hanya melihat mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Jangan munafik! Kau menginginkan ini bukan?” Minho membalikkan tubuh Sulli lalu mencium Sulli. Sulli terus mendorong Minho. Minho melumat bibir atas dan bawah Sulli. Sulli terus memukul dada bidang Minho. Ciuman Minho turun ke leher Sulli.
“Lepaskan!!!!” Teriak Sulli sambil terus mendorong tubuh Minho.
“Nikmatilah, sayang” bisik Minho di telinga Sulli. Ia membuka kancing atas baju Sulli.
“Lepaskan….hiks…” Air mata Sulli mengalir sangat deras.
“Sudahlah Minho, ayo kita ke pub. Disana masih banyak yeoja yang lebih dari pada dia” seru Taemin. Minho segera melepaskan Sulli lalu berjalan kearah Taemin.
“Kaja!” Mereka berdua berjalan ke arah pintu.
“Minho~ah, kau pergi duluan. Nanti aku menyusul” suruh Taemin.
“Hmmm, baiklah” Minho segera pergi dari rumah Taemin. Taemin menutup pintu lalu berjalan kearah dapur. Ia melihat Sulli yang duduk di lantai dan terus menangis. Taemin mendekati Sulli.
“Ka!(Pergi)” teriak Sulli. Taemin terus mendekat.
“Aku bilang pergi!” Teriak Sulli. Taemin tak menghiraukan teriakan Sulli, ia menyentuh kedua bahu Sulli. Dengan cepat Sulli menepis tangan Taemin.
“Jangan sentuh aku!” Sulli menatap Taemin dengan tajam.
“Sulli~ah….” Taemin baru berucap tetapi Sulli langsung memotong perkataannya.
“Suami macam apa yang membiarkan istrinya di perlakukan seperti tadi? Ah, iya, aku baru ingat. Kau tak pernah menganggapku sebagai ‘istri’, kau hanya menganggapku pembantu dirumah ini. Selama ini aku bodoh bertahan hidup dengan namja sepertimu. Aku menyesal telah menikah denganmu!” Sulli berusaha meredam emosinya. Taemin hanya diam.
“Aku ingin kita bercerai!!” Sulli segera berjalan kearah kamar namun baru beberapa langkah Taemin langsung menarik tangan Sulli hingga Sulli tertarik kearah Taemin. Kemudian Taemin mencium Sulli, Sulli mendorong tubuh Taemin.
Plak!!!
Dengan telak Sulli menampar Taemin.
“Saekkie!” Teriak Sulli ia berlari ke kamar. Taemin mengikutinya. Saat memasuki kamar Taemin melihat Sulli yang sudah mengisi pakaiannya di dalam koper.
“Sulli~ah, mianhae” kata Taemin.
“Apa?! Maaf? Cih! Kau pikir aku akan memaafkanmu? Tidak akan” Sulli terus memasukkan pakaian.
“Sulli, aku benar-benar minta maaf. Aku tahu selama ini aku jahat terhadapmu. Aku minta maaf” kata Taemin.
“Kalau hanya dengan kata maaf, semuanya selesai. Untuk apa ada penjara? Hah?!” Sulli menarik kopernya. Sekali lagi, Taemin menahan tangan Sulli.
“Tteonajima, jebal” mohon Taemin, “aku mohon Sulli~ah, tteonajima!”Taemin terus memohon. Ia bahkan berlutut di depan Sulli.
“Kenapa kau melakukan ini? Bukankah kau tidak menyukaiku? Lalu, untuk apa kau memohon seperti ini? Ah, aku tahu, kau ingin aku tetap disini untuk menjadi pembantumu? Begitu?” Sulli menyimpulkan sendiri.
“Geugeon aniya….”
“Kau pikir aku tidak sakit hati melihatmu bersama yeoja lain? Sakit Taemin, nae maeumi neomu apa” Sulli mulai menangis.
“Mianhae Sulli~ah, aku mohon tetaplah disisiku” pinta Taemin.
“Tidak. Aku tak ingin sakit untuk yang kesekian kalinya” Sulli kembali menarik kopernya. Taemin menahan kaki Sulli.
“Jebal…..hiks….jangan tinggalkan aku” ini pertama kalinya seorang Lee Taemin menangis di depan yeoja. Sulli yang melihat Taemin menangis langsung berjongkok.
“Untuk apa kau menahanku?” Tanya Sulli sambil mengusap air mata Taemin.
“Na neol jengmal saranghandago” kata Taemin.
“Jeongmal?” Tanya Sulli. Taemin mengangguk.
“Aku tak percaya” Sulli berdiri.
“Aku serius Choi Sulli, aku benar-benar mencintaimu!” Teriak Taemin.
“Bagaimana bisa? Sikapmu padaku tidak menunjukkan bahwa kau mencintaiku”
“Aku baru menyadari perasaanku saat melihat Minho menciummu. Saat itu aku benar-benar cemburu”
“Lalu, kenapa kau tak menghentikan Minho sejak dia memelukku?” Tanya Sulli.
“Pada saat itu, aku masih bimbang. Tapi saat Minho membuka kancing bajumu, aku benar-benar marah” jelas Taemin.
“Apa yang akan kau lakukan agar aku bisa percayai padamu?” Kata Sulli.
“Segala sesuatu yang kau inginkan akan aku penuhi termasuk menghilangkan nyawaku sekalipun” kata Taemin yakin. Sulli berpikir sejenak.
“Biar nyawamu?hmmm, baiklah….” Taemin mulai was-was ketika Sulli berjalan ke dapur dan kembali dengan sebuah pisau di tangan Sulli. Taemin menelan ludahnya begitu susah. Sulli mendekatkan pisaunya ke wajah Taemin, Taemin semakin was-was.
“Wow! Wajahmu sangat mulus, bagaimana jika pisau ini digoreskan ke wajahmu? Pasti tambah mulus…”
Glek!
“Su..Sulli~ah”
“Wae? Bukankah tadi kau bilang biar nyawamu sekalipun” Sulli tersenyum licik. Taemin mulai berkeringat dingin, wajahnya sekarang dipenuhi oleh keringat.
“Oppa, bisakah kau kupaskan apel ini untukku?” Sulli menyodorkan apel yang berada di tangan kirinya sejak tadi.
“Mwo?!?!” Taemin terkejut, ia pikir ia akan mati saat ini juga.
“Bisakan?” Sulli berusaha menahan tawanya melihat ekspresi Taemin.
“Ne” Taemin segera bangkit dari duduknya.
‘Aigoo, aku pikir dia akan membunuhku, syukurlah’ batin Taemin. Ia mengambil apel dan pisau yang ada di tangan Sulli. Mereka segera duduk di pinggir ranjang.
“Ini…” Taemin menyerahkan satu potong apel. Sulli menunjukkan mulutnya.
“Aish, dasar anak manja!” Sulli hanya menjulurkan lidahnya. Taemin menyuapi Sulli.
“Kau tidak makan?” Taemin menggeleng.
“Sudah” Taemin selesai menyuapi Sulli.
“Gomawo”
“Apa kau sudah memaafkanku?” Tanya Taemin.
“bagaimana ya….” Sulli berpikir. Taemin kembali was-was.
“Aku sudah memaafkanmu” Sulli tersenyum kearah Taemin.
“Semudah itu?” Tanya Taemin.
“Uhm….sebenarnya aku tidak ingin memaafkanmu tetapi melihatmu berlutut sambil memohon seperti tadi, aku jadi berubah fikiran….hahahaha”
“Gomawo sudah memaafkanku” Taemin ingin memeluk Sulli.
“Eitss….aku tak ingin dipeluk olehmu!”
“Ah,wae? Aku akan suamimu” Taemin mengerucutkan bibirnya.
“Aku tak ingin dipeluk olehmu karena kau belum mandi :p” Taemin hanya menggaruk tengkuknya yang tidak sambil tersenyum bodoh.
“Sana mandi!” Suruh Sulli.
“Siap bos” Taemin memberi hormat pada Sulli lalu pergi ke kamar mandi. Sulli segera memasukan pakaiannya ke dalam lemari.

“Kau tidak mandi?” Tanya Taemin yang baru keluar dari kamar mandi.
“Aku akan segera mandi” Sulli pergi ke kamar mandi.

15 menit kemudian…..

“Omo! Bagaimana ini? Aku lupa membawa baju. Tidak mungkin kan aku keluar hanya memakai handuk?” Sulli mulai panik.
“Sulli~ah” terdengar suara teriakan Taemin dari luar.
“Hah…. Baiklah. Aku akan keluar!” Gumam Sulli. Ia membuka knop pintu, lalu berjalan keluar. Taemin yang melihat Sulli hanya mengenakan handuk menelan ludahnya dengan susah payah.
Kulit yang putih mulus, tubuh yang indah, rambut yang basah menambah kesan seksi yang membuat Taemin tak bisa berkedip.
“A…apa yang kau lihat?” Sulli menutupi dadanya.
“A..aniyo” Taemin menggeleng. Sulli berjalan ke lemari, membuka lemari. Glek!
Taemin menelan ludahnya saat menyadari ‘adik’ nya mulai bangun. Taemin menarik nafas panjang lalu berjalan kearah Sulli, memeluk Sulli dari belakang.
‘Semoga dia tidak menolak’ batin Taemin mengingat malam pertama mereka yang gagal karna Sulli menangis.
“A..apa yang ka…kau lakukan?” Sulli gugup.
“Bisakah kau memuaskanku malam ini?” Taemin menghirup aroma rambut Sulli. Sulli terdiam saat mendengar perkataan Taemin. Taemin membalikkan tubuh Sulli lalu menciumnya.
“Diammu kuanggap kau mau” bisik Taemin di telinga Sulli lalu mendorong tubuh Sulli ke atas ranjang. Sulli hanya memandang Taemin dengan wajah memerah. Taemin melepas lilitan handuk di tubuh Sulli. Ia kembali mencium Sulli, Sulli membalas ciuman Taemin.

—->SKIP<—

Sulli membuka matanya saat cahaya matahari pagi menembus ke dalam kamarnya.
"Eung.." Ia merabah-rabah disampingnya. Taemin dimana? Pikir Sulli. Sulli tersenyum-senyum sendiri saat mengingat apa yang terjadi tadi malam antara dia dan Taemin. Ia segera turun dari ranjang, oopps! Ia lupa kalau dirinya tak mengenakan pakaian sehelaipun. Ia memakai selimut lalu mencari pakaiannya di lemari. Setelah menemukan pakaiannya, ia segera memakainya.

******

"Good morning" sapa Taemin saat melihat Sulli duduk di meja makan.
"Good morning" balas Sulli. Taemin membawa dua piring nasi goreng.
"Apakah makanan itu akan enak?" Tanya Sulli dengan wajah di buat-buat sinis.
"Cih! Kau pikir aku tidak pintar memasak?" Balas Taemin. Sulli hanya tertawa. Ia menyendok nasi lalu memasukkan dalam mulutnya.
"Bagaimana?" Tanya Taemin.
"Uhm….lumayan" Sulli kembali menyendokkan nasi lalu memasukkannya ke dalam mulutnya. Taemin mengikuti gerakan Sulli.
"Oh iya, sebentar aku akan keluar" kata Sulli setelah menghabiskan nasi gorengnya.
"Kemana?" Taemin berhenti makan.
"Uhm….menjenguk teman" jawab Sulli.
"Siapa?" Taemin mulai bertanya dengan serius.
"Krystal. Dia temanku sejak kecil" jawab Sulli.
"Dia kenapa?"
"Dia sakit" jawab Sulli.
"Oh. Perlu ku antar?"
"Tidak perlu"
"Baiklah, Jam berapa kau pulang?" Tanya Taemin.
"Mungkin sekitar jam 1" Sulli melihat jamnya yang masih menunjukkan pukul 07:30 KST.
"Aku mandi dulu. Tak apakan kalau kau mengerjakannya sendiri, Taemin~ah?" Tanya Sulli.
"Panggil aku oppa" celetuk Taemin sambil membereskan piringnya dan piring Sulli.
"Baiklah, oppa" Sulli berjalan ke kamarnya lalu mandi.

*************

"Annyeong Krystal~ah" sapa Sulli.
"Bogoshipo" Sulli memeluk Krystal tapi Krystal tak membalasnya.
"Kau tahu? Aku sudah memiliki suami…kekeke~. Awalnya dia tidak menyukaiku, tapi sekarang dia sudah menyukaiku. Maaf aku tak pernah mengunjungimu beberapa bulan ini, aku masih sibuk dengan kehidupan baruku…" Kata Sulli.
"Omo! Perutmu semakin membesar. Kau merawatnya dengan baik Krystal" Krystal tersenyum mendengar ucapan Sulli.
"Wah, kau mulai tersenyum Krystal~ah" Sulli langsung memeluk Krystal.
"Permisi" seorang perawat masuk ke ruangan Krystal.
"Ne" Sulli melepaskan pelukannya, "ada apa?" Tanyanya.
"Dokter ingin bertemu sama keluarga Krystal. Apa anda keluarga saudari Krystal?" Tanya perawat itu.
"Ne, ada apa memang?" Tanya Sulli.
"Anda di panggil dokter ke ruangannya"
"Oh, baiklah. Krystal~ah, aku ke ruangan dokter dulu" Sulli segera mengikuti perawat itu yang mengantarnya ke ruangan dokter.
"Annyeong hasimnikka" Sulli membungkuk.
"Annyeong hasimnikka, apa anda keluar dari saudari Krystal?" Tanya dokter.
"Ne, ada apa dengan Krystal, uisanim?" Tanya Sulli.
"Begini, beberapa minggu ini keadaan Krystal semakin membaik. Ia sudah bisa tersenyum dan mengobrol seperti biasanya" jelas dokter.
"Jinjjayo?" Sulli terlihat sangat senang.
"Ne, mungkin 2 minggu lagi dia sudah bisa keluar dari sini" kata Dokter.
"Kamsahamnida" Sulli membungkuk, ia kemudian pamit pada dokter.
"Yoboseyo" sapa orang di seberang telepon.
"Yoboseyo eonni" sapa Sulli sambil berjalan menuju parkiran.
"Nuguseyo?"
"Aku Sulli, Jessica eonni"
"Ada apa Sulli?" Sulli memberhentikan taxi. Ia segera masuk ke dalam taxi.
"Aku tadi habis menemui Krystal, kata uisanim dia sudah bisa pulang 2 minggu lagi" kata Sulli.
"Jinjja?" Pekik Jessica dari seberang telepon.
"Ne, sudah dulu ya eonni. Annyeong" Sulli mematikan sambungan telepon.

TBC