Tag

, , , , , , , , , ,

Title : Bad Boy
Cast : Choi Sulli, Lee Taemin Krystal Jung, Choi Minho, other…..
Genre : angst, hurt/comfort
Rating : PG-13
Length : Chaptered
Summary : Rintangan mulai datang dalam kehidupan rumah tangga Sulli dan Taemin. Bagaimanakah cara Taemin dan Sulli melalui rintangan itu?

»»»»»»

“Mw..mwo? Karenaku?” Minho menunjuk dirinya sendiri.
“Ne, ini semua karenamu CHOI MINHO” Taemin sengaja menekankan nama Minho.
“Bagaimana bisa karenaku?” Minho tidak percaya.
“Cih! Coba kau ingat, waktu kau melakukan ‘itu’ dengannya, apa kau menumpahnya di luar?” Tanya Taemin serius. Minho mengingat-ingat kejadian itu…..
Tiba-tiba ia menepuk jidatnya sendiri.
“Aku mengeluarkannya di dalam” kata Minho. Dari nada bicaranya, Ia seperti sangat bahagia.
“Aish! Benar dugaanku” gumam Taemin.
“Dia dirumah sakit mana? Kamar rawat nomor berapa?” Tanya Minho.
“Di rumah sakit ‘Seoul Hospital’, kamar nomor 77” Minho mengambil handphone dan kunci mobilnya di atas meja dan hampir berlari meninggalkan Taemin andai Taemin tak menahan tangannya.
“Wae?” Berbalik meli hat Taemin.
“Kajima…” Kata Taemin lesu.
“Kau kenapa? Aku harus menemuinya” kata Minho kesal lalu menghempaskan tangan Taemin.
“Kajima, jebal. Jika kau pergi, aku tak tahu apa yang akan terjadi padamu dan rumah tanggaku”
“Mw…..Mwo?” Minho kembali duduk.
“Sulli pernah berjanji akan menghancurkan hidup namja yang telah merusak masa depan Krystal. Jika dia mengetahui kau yang membuat Krystal seperti itu, dia mungkin akan marah padaku dan padamu” jelas Taemin.
“Apa hubungannya denganku?”
“Tolong Minho, jangan egois” seru Taemin, “apa kau tidak kasihan padaku? Aku dan Sulli baru saja membuka lembaran baru untuk rumah tangga yang penuh dengan cinta, tapi jika dia mengetahui kau yang membuat Krystal seperti itu, otomatis dia akan marah padaku karna kau adalah teman baikku”
“Baiklah….”
“Gomawo Minho~ah. Kau adalah teman terbaik yang pernah ku miliki”

***********

“Oppa” kata Sulli manja sambil bergelayut di lengan Taemin. Saat ini mereka sedang menonton tv.
“Wae?” Tanya Taemin yang masih fokus dengan tayangan di tv.
“Besok, antar aku ke bandara ne?” Pinta Sulli.
“Mwo? Memangnya siapa yang datang?” Tanya Taemin.
“Temanku, ia dari Amerika” jawab Sulli.
“Arraseo” Taemin mengecup kepala Sulli yang bersandar di punggung kirinya.
“Gomawo oppa, saranghae” Sulli makin mempererat rangkulannya di lengan Taemin.
“Nado saranghae” balas Taemin.

*********

Minho menatap yeoja yang sedang tidur melalui kaca kecil yang ada di pintu. Ia sangat merindukan yeoja itu. Ia sangat ingin masuk ke dalam tapi ia ragu.
“Apa aku masuk saja ke dalam? Ta..tapi bagaimana kalau dia bangun? Dan kaget melihatku” gumam Minho.
“Aku masuk saja” Minho memutar knop pintu itu dengan sangat pelan, takut yeoja itu terbangun. Ia melangkah sangat pelan.
“Bogosipo~” gumam Minho saat sudah berada di samping ranjang yeoja itu. Ia melihat ranjang bayi yang ada di samping yeoja itu.
“Kyeopta~” Minho menyentuh wajah bayi itu.
“Annyeong uri aegy~ah” sapa Minho.
“Kau sangat tampan. Kau jangan buat eommamu susah ya, kau harus jadi anak yang baik” Minho menahan air matanya.
“Mianhae, appa tidak bisa berada di sampingmu. Appa harus menolong Taemin ahjussi” kata Minho parau.
“Appa harus pergi sekarang, appa menyayangimu. Annyeong” Minho mengecup kening bayi itu. Ia berbalik melihat Krystal-yeoja itu-, Minho mengecup kening Krystal lalu keluar dari kamar rawat Krystal.

*************

“Yoboseyo” sapa Sulli.
“……..”
“Kalian dimana?” Tanya Sulli.
“………”
“Cepat ke ruang tunggu, aku menunggu kalian dari tadi” seru Sulli.
“……”

Tuuuuuuuttttt~

“Mereka sudah dimana chagi?” Tanya Taemin.
“Mereka baru keluar dari pesawat” jawab Sulli.
“Sulli~ah” terdengar teriakan dari belakang Sulli. Sulli segera menoleh ke belakang.
“Jiyoung~ah, Sohyun~ah” Sulli berlari kearah teman-temannya. Mereka berpelukan.
Deg!
Taemin seakan tak bisa bergerak dari tempatnya berdiri. Tubuhnya terasa kaku, jantungnya berdebar sangat cepat.

“Kau datang dengan siapa?” Tanya Jiyoung.
“Dengan suamiku. Sana dia” Sulli menunjuk Taemin yang berdiri tidak terlalu jauh dari mereka. Jiyoung dan Sohyun melihat kearah Taemin….
Deg!
Bagai tersambar petir. Hati Jiyoung sangat sakit….
“Ayo kita ke sana!” Ajak Sulli sambil menarik tangan Sohyun dan Jiyoung. Tubuh Jiyoung tak bisa bergerak…
“Sulli~ah…..” Suara Jiyoung terdengar sangat lemah. Sohyun dan Sulli melihat kearah Jiyoung yang sudah menangis, tubuh Jiyoung bergetar hebat.
“Ji..Jiyoung~ah! Waegeurae?” Tanya Sulli panik.
“Jiyoung~ah, gwaenchana?” Sohyun ikutan panik. Tiba-tiba Jiyoung pingsan.
“Jiyoung~ah” Sulli terduduk memegang wajah Jiyoung. Sohyun ikut duduk.
“Taemin oppa! Bantu kami” panggil Sulli dengan air mata yang sudah mengalir, Sohyun juga menangis. Orang-orang yang berlalu di bandara melihat kearah mereka. Taemin berlari kearah Sulli.
“Tolong angkat dia” dengan secepat kilat Taemin sudah menggendong Jiyoung ala bridal Style. Taemin berlari keluar bandara mencari taxi. Sulli dan Sohyun mengikuti Taemin dari belakang.

************

“Jiyoung~ah, ireona” Sulli terus menangis sambil menggenggam tangan Jiyoung. Taemin hanya memandang Sulli dan Jiyoung bergantian.
‘Mati kau, Lee Taemin!’ Batin Taemin.
Jiyoung mulai membuka matanya.
“Sulli~ah” kata Jiyoung lemah.
“Jiyoung” Sulli segera memeluk Jiyoung.
“PERGI KAU!! PERGI!!” Teriak Jiyoung saat melihat Taemin yang berdiri di belakang Sulli. Sulli kaget, ia melepas pelukannya dari Jiyoung.
“Sulli~ah! Usir namja itu, ku mohon!” Pinta Jiyoung. Sulli menoleh ke belakangnya.
“Tenang, Jiyoung~ah! Dia suamiku, dia tidak akan macam-macam kok” Sulli mencoba menenangkan Jiyoung.
“Mwo? Suami? Bagaimana bisa? Sulli, Usir dia! Jangan biarkan dia berada disini!!!!” Teriak Jiyoung.
“Taemin oppa, bisakah kau keluar?” Pinta Sulli dengan nada terpaksa. Taemin mengangguk. Jiyoung mulai menangis.
“Wae…waeyo Jiyoung?” Tanya Sulli khawatir.
“A..apa dia benar suamimu?” Tanya Jiyoung sambil menghapus air matanya.
“Ne, ada apa dengan Taemin oppa?” Tanya Sulli.
“Sulli~ah, kau temanku kan?” Tanya Jiyoung.
“Tentu saja” Sulli tersenyum.
“Kau sudah tahukan, mengapa aku hmm…. Masuk RJS beberapa waktu yang lalu?” Sulli mengangguk. Sulli merasa sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
“Suamimu lah penyebabnya” air mata Jiyoung menetes.
“Mwo? A..apa maksudmu? Aku tidak mengerti” Sulli menggelengkan kepalanya.
“Dia yang telah memperkosaku” jawab Jiyoung terisak.
“Mwo? Kau bercandakan Jiyoung?” Air mata Sulli mengalir. Tubuhnya sangat kaku, hatinya sangat sakit seperti di tusuk oleh pisau tajam dan merobek hatinya menjadi berkeping-keping*lebay*.
‘Ini….tidak mungkin….’Batin Sulli.
“Aku tidak bercanda Sulli~ah” seketika Sulli terduduk. Tangan kanannya memegang ranjang Jiyoung, tangan kirinya memegang dadanya yang begitu sesak membuat Sulli susah bernapas. Air matanya mengalir sangat deras. Jiyoung juga menangis melihat sahabatnya seperti itu.
“Sulli~ah, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?” Tanya Jiyoung. Sulli mendongak menatap Jiyoung.
“Apa?” Tanya Sulli, air matanya terus mengalir.
“Tolong tinggalkan Taemin, aku mohon! Ini demi kebaikanmu Sulli~ah” pinta Jiyoung.
“Kebaikanku?” Tanya Sulli gemetar.

‘Itu bukan kebaikan Jiyoung~ah. Tapi kehancuran’ batin Sulli.

“Ne, kau belum tahu kan tentang Taemin? Dia itu pria bren*sek! Dia sudah menghancurkan impian yeoja-yeoja yang pernah tidur dengannya. Salah satunya aku! Mungkin habis itu kau lagi yang akan ia hancurkan! Aku mohon Sulli, tinggalkan dia!” Pinta Jiyoung.
“Tapi-”
“Aku mohon, Sulli!” Pinta Jiyoung. Sulli terdiam.

‘Aku akan menghancurkan hidup orang yang telah membuat Krystal dan Jiyoung seperti ini!’
Sulli teringat janjinya sendiri…
‘Apa aku sanggup meninggalkan Taemin?’ Batin Sulli.
Sulli berdiri, lalu menghapus air matanya yang masih saja mengalir.
“Sulli, aku mohon…..” Pinta Jiyoung. Sulli menghela nafas panjang lalu membuangnya dengan pelan…..
“Baiklah” kata Sulli pada akhirnya.
“Gomawo Sulli~ah” Jiyoung tersenyum bahagia….

************

“Oppa….” Panggil Sulli saat mereka sedang berbaring di kasur.
“Uhm…..wae chagi?” Tanya Taemin.
“Uhm…….bagaimana jika….aku tiba-tiba menghilang dari kehidupanmu?” Tanya Sulli.
“Mwo? Itu tidak akan terjadi karna aku akan selalu memegangmu agar tidak menjauh dariku” Taemin memeluk Sulli erat.
‘Hah……mianhae oppa….’Batin Sulli.

**************

“Hoooaaaaamm” Taemin terbangun dari tidur nyenyaknya. ia melirik jam yang terdapat di dinding kamarnya.
“MWO?!?! Jam 10?! Aish! Kenapa Sulli tidak membangunkanku” Taemin segera keluar dari kamarnya.
“Sulli~ah!” Teriak Taemin.
“Chagi~” Taemin terus berteriak.
“Dia kemana?” Gumam Taemin. Taemin berjalan kearah kulkas, ia haus sekarang. Taemin melihat memo yang tertempel di kulkas.

‘Good Morning~
Tidurmu sangat nyenyak, jadi aku tak membangunkanmu. Aku sudah membuat sarapan, aku menyimpannya di atas meja. Maaf, aku harus pergi. Semoga kau bisa hidup dengan baik……
Sulli’

Itulah yang Taemin baca dari memo itu.
“MWO? A…apa maksudnya?” Gelas yang dipegang Taemin terjatuh begitu saja dari tangannya.
“Sulli~ah, I..ini cuma bercanda kan? Kau ti…tidak akan….hiks….hiks” isakan tangis keluar dari mulut Taemin. Taemin segera berlari ke kamarnya. Ia membuka lemari….
“Sulli~ah, kau tidak benar-benar pergi kan? Ka…kau…..” Taemin mengacak rambutnya frustasi.
“ANDWAE!!!!!” Teriaknya.

TBC

Pendek ya? Aku ngetiknya lewat hp. Ceritanya tambah ngalor ngidul ya? Mianhae *bow
Oh iya, judulnya gak cocok kan ma ceritanya? Kalau gak cocok biar aku ganti……
Mian kalo alur’y kecepatan….
Yang udah baca, gomawo🙂