Tag

, , , , , ,

Title : Bad Boy
Cast : Choi Sulli, Lee Taemin, Choi Minho, Krystal Jung, other….
Genre : angst, hurt/comfort
Rating : G
Length : Chaptered
Summary : apa yang akan terjadi pada Lee Taemin setelah Choi Sulli meninggalkannya?

“Sulli~ah, kita ke Amerika minggu depan. Apa kau mau ikut?” Tanya Jiyoung.
“Ta-”
“Ayolah” bujuk Sohyun.
“Ayolah Sulli. Siapa tahu di Amerika nanti kau bisa melupakan Taemin” pinta Krystal. Taemin? Mendengar nama itu membuat Sulli ingin menangis dan berteriak bahwa dia sangat merindukan sosok Taemin. 1 bulan tak bertemu Taemin membuat Sulli sangat tersiksa. Yaa, Sulli meninggalkan Taemin 1 bulan yang lalu.
“Hah? Kau juga akan ke Amerika?” Sulli berusaha menahan tangis setelah mendengar nama Taemin.
“Ne” jawab Krystal bersemangat.
“Tapi kan Yoogeunie masih kecil. Lagipula disana siapa yang akan jaga Yoogeunie?” ucap Sulli.
“Yaa, kita jaga sama-sama” jawab Jiyoung. Sohyun mengangguk.
“Ayolah Sulli, ne?” Ajak Krystal.
“Baiklah” Sulli tersenyum.

‘Mungkin benar apa yang dikatakan Krystal, siapa tahu aku bisa melupakan Taemin’ batin Sulli.

*************

“Taemin~ah” kata pria paru baya berumur kira-kira 40 tahunan.
“Uhm….wae abeonim?” Tanya Taemin sopan.
“Hari ini Sulli akan ke Amerika” jawab Siwon-appa Sulli-.
“MWO?!?!” Taemin kaget. Hey, tidak bertemu selama sebulan itu sangat menyiksakan. Apalagi sekarang dia ke Amerika, itu akan membuat mereka susah untuk bertemu.
“Ne, pesawat jam 10 akan lepas landas” jawab appa Sulli. Taemin melirik jamnya, 09:45 KST.
“Abeonim, aku harus pergi sekarang! Annyeong gyeseyo” Taemin membungkuk sopan lalu berlari keluar rumah, menaiki mobilnya dan melaju ke bandara.
“Semoga kau bisa mengejarnya” gumam Siwon.

*************

Taemin mengedarkan pandangannya mencari sosok yeoja yang dicintainya.
“Permisi, apa pesawat tujuan Amerika telah lepas landas?” Tanya Taemin pada seorang resepsionis.
“Ne, baru 5 menit yang lalu” jawab resepsionis itu.
Taemin seketika merasa lututnya lemas, ia tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.

***************

5 tahun kemudian………

“Aigoo, Yoogeun, Don’t do that, okey?” Seru Krystal yang sudah lelah dengan tingkah putranya yang sudah berumur 5 tahun itu. Yoogeun tiap hari selalu membuat apartemen yang di tempati oleh Krystal, Sulli, Jiyoung dan Sohyun berantakan.
“Biarkanlah Krystal” kata Jiyoung.
“Aku sudah lelah” keluh Krystal.
“Itu sudah menjadi resiko seorang ibu” kata Sulli yang datang dari arah kamarnya sambil menggandeng tangan Sella-anak Sulli-.
“Kau gampang mengatakan hal itu karena Sella tidak se gila dan se nakal Yoogeun” kata Krystal. Sulli hanya tersenyum, ia tahu Krystal sekarang kecapekan karena ia baru pulang kerja.
“Hai, Sella” sapa Yoogeun sambil melambai kearah Sella.
“Hai, oppa” kata Sella cadel.
“Do you wanna play game with me?” Tanya Yoogeun.
“Of course oppa ;)” mereka segera berlari ke depan tv. Yoogeun menyalakan PS 3 nya, mereka mulai bermain. Hey, walau Sella baru berumur 4 tahun, dia sudah pandai menggunakan joystick.

“Huh….” Krystal hanya menghembuskan napas panjang, tapi ia senang dengan kedekatan Yoogeun dan Sella.
“Mereka terlihat cocok. Bagaimana kalau kalian menjodohkan mereka?” Usul Sohyun.
“Uhm…..ide bagus” seru Krystal dan Sulli bersamaan.
“Ah, kapan kau akan memiliki kekasih, eoh?” Tanya Sulli. Sohyun hanya terdiam.
“Hahaha….. Dia ingin menjadi perawan tua” celotehan Jiyoung membuat Sulli dan Krystal tertawa. Sohyun memasang tampang cemberut.
“Hey, bukan cuma aku saja yang akan menjadi perawan tua. Tapi kalian juga :p” kata-kata Sohyun membuat Krystal dan Sulli terdiam.
“Oops! Sorry. Ah, minggu depan kita akan ke Korea kan?” tanya Sohyun mengalihkan pembicaraan.
“Uhm, ne. Aku sudah mengambil surat pindah dari perusahaan” jawab Krystal. Selama 4 tahun dia bekerja sebagai sekretaris di salah satu perusahaan desain di Amerika.

***************

Seorang pria tampan berambut warna kecoklatan sedang memeriksa berkas-berkas yang ada di depannya. Ia tampaknya sangat sibuk.

Tok tok tok

Terdengar ketukan pintu.
“Masuk” kata namja itu yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
“Tampaknya kau sangat sibuk” terdengar suara namja yang berjalan menuju meja namja yang sibuk dengan pekerjaan. Minho-namja yang baru masuk- menarik kursi yang ada di depan namja itu lalu di dudukinya. Namja itu melirik sebentar kearah Minho lalu kembali memeriksa berkas-berkas yang ada di depannya.

“Hey, kau sibuk sekali. Ayo kita makan siang!” Ajak Minho.
“Aku sedang sibuk. Kalau kau ingin makan siang ajak saja Dongwoon” kata namja itu.
“Aigoo Taeminnie, kau benar-benar berubah” gumam Minho tapi masih bisa di dengar oleh Taemin.
“Kalau begitu aku pergi dulu, annyeong” Minho meninggalkan Taemin. Taemin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas di depannya.

Taemin sekarang berbeda jauh dengan Taemin yang dulu. Dia sekarang mengelolah perusahaan ayahnya. Begitu pula dengan Minho, ia juga berubah 180 derajat.

*************

‘Hello, hello, nareumdaero yeonggilesseyo’

Handphone Taemin berbunyi. Taemin mengambil handphone nya yang terletak di meja. Di layar handphone terterah nama ‘abeonim’. Ia menekan tombol hijau.
“Yoboseyo” sapa Taemin.
“…….”
“Jinjjayo abeonim?” Tanya Taemin senang.
“……”
“Minggu depan?”
“Ne, kamsahamnida” ujar Taemin bahagia.

Tuutt~ tuutt~

Taemin tersenyum bahagia setelah menerima telepon dari abeonim-appa Sulli-.
“Akhirnya kau akan kembali” gumam Taemin.

************

“Huaaaaaaaaahh! Akhirnya bisa menghirup udara Korea lagi” seru Sohyun senang.
“Ne” Jiyoung juga tampak antusias.
“Huuuffftt~, Mom, Can I back to Amerika?” Tanya Yoogeun.
“What? Back to Amerika? Why dear?” Tanya Krystal sambil mensejajarkan tingginya dengan Yoogeun.
“I don’t like Korean….” Jawab Yoogeun.
“Ssttt…. Don’t say it, okey?” Krystal berdiri.
“Mom, who my dad?” Tanya Sella yang berada di gendongan Sulli.
“Hey, mengapa kau menanyakan itu?” Tanya Sulli.
“Aku hanya bertanya” jawab Sella.

“Sulli~ah” terdengar teriakan yang memanggil nama Sulli. Sulli mengedarkan pandangannya, Sulli melihat namja paru baya bersama dengan yeoja paru baya menghampirinya.
“Appa, eomma” seru Sulli sambil menurunkan Sella dari gendongannya.
“Bogosipeo” Tiffany-yeoja paru baya- memeluk Sulli. Sulli membalas pelukkan eommanya.
“Nado bogosipeo eomma”
“Hey, apa kau tak merindukan appamu ini?” Celetuk Siwon.
“Bogosipeo appa” Sulli melepaskan pelukkannya bersama Tiffany lalu beralih memeluk Siwon.
“Nado bogosipeo uri aegy” Siwon membalas pelukkan Sulli.
“Mom” seru Sella yang merasa diacuhkan sambil menarik-narik baju Sulli. Sulli melepaskan pelukannya dengan Siwon. Siwon dan Tiffany kaget saat anak kecil disamping Sulli memanggil Sulli dengan sebutan ‘Mom’.
“Appa, eomma, perkenalkan ini Sella, dia anakku” kata Sulli.
“Mwo? Anak?” Siwon dan Tiffany sangat terkejut. Sulli mengangguk.
“Apa kau menikah lagi, nak?” Tanya Tiffany.

************

Taemin berjalan dengan lesu saat memasuki rumahnya.
‘Apakah Sulli telah menikah di Amerika? Apakah dia tidak mencintaiku lagi?’ Batin Taemin.
Taemin duduk di sofa depan tv. Ia melonggarkan dasinya.
“Apa dia sudah menikah?” Gumam Taemin. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.
“Kau membuatku gila….”
Tadi ia sempat ke bandara, Taemin mendengar percakapan antara Sulli dan orang tuanya. Tapi belum selesai mereka bercakap, Taemin sudah pergi.

**********

“Sella!” Teriak Sulli dari lantai 2.
“What wrong Mom?” Tanya Sella dari lantai dasar. Sulli turun ke lantai dasar.
“Apa kau merindukan Yoogeunnie?” Tanya Sulli. Sella mengangguk.
“Baiklah, kaja kita ke rumah Yoogeunnie” ajak Sulli.
“Sulli~ah” saat Sulli akan beranjak keluar rumah, Tiffany memanggil Sulli. Yaa, Sulli tinggal di rumah orang tuanya.
“Waeyo eomma?” Tanya Sulli.
“Bisakah kau antarkan ini ke kantor Lee Corp? Untuk direkturnya” kata Tiffany sambil mengayunkan kotak bekal ke udara.
“Lee Corp? Alamatnya?” Tanya Sulli sambil mengambil kotak bekal itu.
“Nanti sopir akan mengatarkanmu” Sulli segera mengangguk.

***********

“Mom, where we go?” Tanya Sella.
“Can you speak Korean, chagi. Sekarang kita ada di Korea” kata Sulli.
“Arraseo. Kita akan kerumah Yoogeun oppa kan?” Tanya Sella.
“Tentu, setelah kita mengantar bekal ini” Sulli menunjukkan bekal yang diberikan oleh eommanya.
“Agassi, sudah sampai” seru Kang ahjussi-sopir pribadi keluarga Sulli-.
“Gomawo, Kang ahjussi. Bisakah ahjussi tunggu kami barang 10 menit?” Tanya Sulli.
“Ne, agassi” Sulli segera keluar diikuti oleh Sella. Sulli menggandeng tangan Sella sambil memasuki loby perusahaan Lee Corp.
“Permisi, ruangan direktur di bagian mana?” Tanya Sulli pada salah satu pegawai yang lewat di depannya.
“Di lantai 4. Maaf, aku sangat sibuk. Permisi” pegawai itu segera berlalu dari hadapan Sulli. Sulli berjalan kearah Lift lalu memasukinya. Sella masih berada dalam gandengannya.

***********

“Permisi, ruangan direktur di bagian mana ya?” Tanya Sulli saat tiba di lantai 4 pada seorang pegawai.
“Oh, ruangan yang diujung” kata pegawai itu sambil menunjukkan ruangan yang ada diujung.
“Kamsahamnida” Sulli membungkuk lalu kembali berjalan menuju ruangan paling ujung.

Tok tok tok

Sulli mengetuk pintu.
“Masuk,” terdengar suara seorang namja dari dalam ruangan. Sulli menghela napas lalu membuangnya dengan perlahan.
“Annyeong haseyo, aku membawakan bekal ini. ini dari….” Ucapan Sulli terhenti saat melihat wajah namja yang tengah duduk dikursi direktur. Sulli merasakan dadanya sesak, begitu pula dengan namja itu. Mereka terdiam beberapa menit hingga…..
“Eomma” Sella menggoyang-goyangkan tangan Sulli. Taemin-namja itu- bangkit dari kursi lalu berjalan kearah Sella dan Sulli. Ia berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Sella.
“Hai, gadis manis” sapa Taemin sambil tersenyum. Ia sekarang berusaha menahan air matanya yang tiap detik bisa saja mengalir….
“Hai, ahjussi” sapa Sella.
“Panggil aku Taemin ahjussi. Siapa namamu?” Tanya Taemin.
“Choi Sella” jawab Sella.
“Wah, nama yang indah. Siapa nama Koreamu?” Tanya Taemin(lagi).
“Hehehe….Sella belum memiliki nama Korea” Jawab Sella.
“Hahaha….kyeopta~” Taemin mencubit pipi Sella.
“Berapa umurmu?”
“4 tahun. Berapa umur Taemin ahjussi?” Tanya Sella. Sulli terdiam melihat Sella dan Taemin yang bercakap.
“Hahaha…. 23 tahun” Taemin tertawa renyah. Dia nyaman mengobrol dengan Sella.
“Uhm, masih muda. Ah, sepertinya Sella tertarik sama Taemin ahjussi” celetuk Sella yang membuat Taemin tertawa. Sulli hanya tersenyum.
“Eomma, bilang ke Yoogeun oppa, Sella minta putus, Sella maunya sama Taemin ahjussi” ucap Sella.
“Kau masih kecil Sella, tidak boleh memikirkan hal-hal seperti itu” akhirnya Sulli mengeluarkan suara juga. Sungguh, Taemin sangat merindukan suara Sulli, segala sesuatu yang ada pada Sulli.
“Yoogeun oppa? Nugu?” Tanya Taemin.
“Anaknya Krystal ahjumma” jawab Sella.
“Ah iya, o….op..oppa, ini bekal dari eomma” Sulli memberi kotak bekal kepada Taemin. Jujur, Sulli sangat canggung memanggil Taemin dengan sebutan ‘oppa’.
“Ah, gomawo cha- Sulli~ah” Taemin hampir saja memanggil Sulli dengan sebutan ‘chagi’.
“Ne, kami permisi dulu. Annyeong” Sulli menggandeng tangan Sella meninggalkan ruang kerja Taemin.

*************

“Eomma kenapa buru-buru sekali, Sella kan masih ingin ngoblol sama Taemin ahjussi” Sella menggembungkan kedua pipinya.
“Aigoo, nanti lain kali kita bisa mengobrol lagi dengan Taemin ahjussi” kata Sulli sambil mengelus rambut Sella.
“Jinjja? Yeeeeeeyyy!” Sella berteriak kegirangan. Sulli hanya tersenyum tipis berusaha menahan air matanya.

**************

“Yoogeun oppa” teriak Sella saat melihat Yoogeun yang sedang bermain PS bersama Haeyeon-anak Jessica-.
Yoogeun mempause game nya lalu menoleh kearah pintu.
“Sella~ah” Yoogeun berlari kearah Sella lalu memeluk Sella.
“Oppa,oppa! Tadi Sella bertemu Taemin ahjussi. Dia tampan sekaliiiii” seru Sella.
“MWO?! Kya! Di dunia ini tidak ada yang lebih tampan dari oppa, arraseo?” Tegas Yoogeun.
“Ani, masih tampanan Taemin ahjussi daripada Yoogeun oppa :p” Sella menjulurkan lidahnya.
“Aish! Eopseoyo! Bagi Sella, oppa yang paling tampan, okey?” Sella menggeleng. Sulli dan Krystal hanya tertawa.

*****

“berapa?” Tanya Krystal.
“5000 won” Krystal menyerahkan uang 5000 won.
“Kamsahamnida”
“Ne”
Krystal menggadeng Yoogeun keluar dari supermarket. Mereka berhenti di pinggir jalan. Saat Krystal sedang memeriksa belanjaannya, Yoogeun berlari ke tengah jalan.
“AWASS!!!!!” Mendengar teriakan orang-orang, Krystal langsung melihat ke tengah jalan.
“YOOGEUN!!!!!” Krystal berteriak. Sebuah mobil melaju dengan cepat kearah Yoogeun. Air mata Krystal mengalir, kepanikan menghampiri dirinya. Kakinya tak bisa digerakkan, air mata terus mengalir.

Pipppp~ pip~

Yoogeun terpaku di tempatnya. Ia melihat kearah mobil yang jaraknya semakin dekat, sangat dekat, dan……..

TBC

Hohohoho~
Gimana jelek ya? Pendek?(Aku ngetik lewat hape), alurnya kecepatan ya? Mianhae u,u