Tag

, , , , ,

Title : Sehun jealous
Author : Reza C Warni
Cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Kim Jong In a.k.a Kai
Other Cast : Do Kyungsoo a.k.a D.O, Byun Baekhyun, Suho, Krystal Jung*dikit doang nongol’y*
Genre : readers tentuin sendiri*lho?*
Length : Ficlet “2502 words”
Type :Shounen-ai, BOY X BOY
Rating : TeenSelalu saja…..

Dia selalu menatapku seperti itu. Jujur, aku sangat tak nyaman tiap kali ia menatapku seperti itu. Tatapan penuh kebencian dan ……jijik.
Ya! Oh Sehun! Apa aku sangat menjijikkan eoh? Aku mohon, berhenti menatapku seperti itu. Apa yang aku lakukan hingga kau benci dan jijik padaku?

Tiap berpapasan denganku. Dia selalu menatapku seperti itu. Apa yang ku perbuat hingga dia seperti itu? Padahal sebulan yang lalu dia masih baik-baik saja.
“Sehunnie, kau kenapa?” Kataku setelah mengumpulkan keberanian.
“Cih! Menjijikkan” Sehun melewatiku.
“Ada apa dengannya?” Gumamku.

***************

Setelah hari itu, Sehun semakin dingin pada Luhan. Luhan menatap Sehun nanar. Luhan tersenyum miris melihat Sehun sedang tertawa bersama D.O, Baekhyun, Chanyeol dan Suho.
Puk!
Sebuah tangan menyentuh pundak Luhan. Luhan mendongakkan kepalanya.
“Uhm, Kai” ucap Luhan pelan.
“Memandang Sehun lagi, eoh?” Ucap Kai sambil duduk. Sehun melirik kearah Luhan sesaat. Matanya membelalak saat melihat Kai duduk disamping Luhan. Tangannya terkepal. Aura hitam keluar dari tubuh Sehun. Baekhyun yang menyadari itu segera mengelus pundak Sehun.
“Sabaaar…”

“Seperti yang kau lihat….” Ucap Luhan pelan.
“Haaah….. Sampai kapan hyung akan memandangnya seperti ini terus?” Kata Kai.
“Sampai dia balas memandangku” gumam Luhan.
“Kapan dia akan memandang hyung? Dia saja selalu menatap jijik dan benci kepada hyung….” Ucap Kai.

****************

“Luhan!” Panggil ibu Luhan.
“Ya, mama” Luhan segera menghampiri ibunya. “Ada apa mama?” Tanya Luhan.
“Ini uang, perlengkapan di kulkas telah habis. Jadi, kau harus pergi berbelanja” suruh ibunya.
“Baiklah, mama” Luhan mengambil uang yang diserahkan mamanya.

*************

“Ini, ini, ini….haaah, akhirnya selesai juga” Luhan berjalan ke arah kasir, membayar lalu keluar dari supermarket tersebut.
“Aigoo….” Sepertinya Luhan kerepotan dengan kantung yang begitu banyak.
“Mau aku bantu?”
“Eh?” Luhan kaget mendengar suara itu.
“Sini….” Orang itu mengambil kantung yang ada di tangan Luhan.
“Eh, tidak usah Kai, aku bisa kok memegangnya sendiri…” Ucap Luhan sungkan.
“Ck! Bisa? Hyung terlihat sangat kerepotan” ujar Kai.
“Kaja, aku antar hyung pulang” mereka segera berjalan meninggalkan supermarket.
Tanpa mereka ketahui, seseorang mengikuti mereka dari belakang.

“Akh!” Rintih Luhan sambil memegang mata kanannya.
“Waeyo hyung?” Tanya Kai khawatir.
“Debu masuk ke mataku…” Ucap Luhan. Kai melepas kantung-kantung yang ada di tangannya. Ia meniup mata Luhan.

“Ck! Kalian berdua benar-benar…..ARGH!” Orang itu kesal lalu meninggalkan tempat itu. Dari arah orang itu, Luhan dan Kai terlihat seperti sedang berciuman.

“Bagaimana? Apa debunya sudah hilang?” Tanya Kai. Luhan mengangguk.
“Gomawo Kai”

****************

Luhan merasa ada yang berbeda dari Sehun beberapa hari ini. Sehun bukan cuma menatapnya dengan pandangan jijik dan benci. Tetapi Sehun sering membully nya. Luhan bingung, apa yang membuat Sehun seperti ini.
“Sehunnie….” Panggil Luhan setelah mengumpulkan keberanian.
“Jangan panggil aku seperti itu” bentak Sehun.
Deg!
Luhan kaget dan……takut.
“Ba…baiklah, Sehun-ssi” ucap Luhan gugup.
“Ada apa?” Tanya Sehun ketus.
“Bisakah kita bicara berdua?” Tanya Luhan.
“Bukankah sekarang kita lagi bicara berdua, hah?!” Jawab Sehun ketus.
“Maksudnya bukan disini…”
“Dimana? Ah, kau membuang waktu berhargaku saja, ck!” Sehunnie beranjak dari kursinya. Baru selangkah, Luhan memegang tangan Sehun. Sehun menoleh dan menatap Luhan tajam.
“Lepaskan tangan menjijikkanmu itu dari tanganku!” Bentak Sehun. Luhan terkejut, ia buru-buru melepas tangan Sehun dari genggamannya. Murid di kelas memandang mereka.
“Maaf” gumam Luhan, “kita perlu bicara, Sehun~ssi” lanjutnya.
“Cepat katakan! Aku tidak punya waktu banyak” ucap Sehun dingin.
“Kau kenapa, Sehun~ssi? Kenapa sikapmu berubah?” Tanya Luhan.
“Kenapa apanya? Mwo? Berubah? Kurasa aku tidak berubah, mungkin kau yang berubah” Sehun segera meninggalkan Luhan.

***********

Semakin hari kau semakin membenciku…..
Sebenarnya apa yang telah ku perbuat hingga kau benci padaku?

“Ya!” Kai mengagetkan Luhan yang lagi melamun.
“Ya! Kim Jong In!!” Ucap Luhan kesal. Sedangkan Kai tertawa.
“Mian….hahaha” Ucap Kai diiringi tawanya. Luhan mem-pout-kan bibirnya.
“Aigoo, kyeopta~” Kai mencubit kedua pipi Luhan.
“Ya!” Luhan menjauhkan tangan Kai dengan kesal. Kai terus tertawa.
“Ehem” Kai berdehem, “Hyung” ucap Kai.
“Wae?!” Jawab Luhan kesal.
“Aigoo, mianhae…” Ucap Kai dengan memasang tampang menyesal.
“Hyung, kau melamun apa? ‘Dia’ lagi?” Tanya Kai.
“A…aniya” Luhan menyangkal.
“Aish! Hyung kau tidak pandai berbohong, ‘Dia’ lagi, kan?” Luhan mengangguk dengan lesu. Kai hanya menarik napas panjang lalu menghembuskannya.

**************

“Sehun!” Luhan mengejar Sehun yang sudah berjalan ke parkiran. Sehun tak menghiraukan panggilan Luhan.
“Oh Sehun!” Teriak Luhan. Dengan kesal Sehun membalikkan badannya saat tangan Luhan menggenggam tangannya.
“Wae?!” Tanya Sehun dingin.
“Kita perlu bicara” ucap Luhan.
“Apalagi yang ingin kau bicarakan?”
“Ehm…..sebenarnya…. Apa yang telah kuperbuat hingga kau bersikap seperti ini, eoh?” Tanya Luhan.
“Ck! Apa kau lupa hyung? Ingatlah apa yang telah kau perbuat satu bulan yang lalu!” Sehun ingin segera pergi namun tangan mungil Luhan masih menggenggam tangan Sehun erat.
“Lepaskan!” Ucap Sehun. Luhan menggeleng, mata Luhan memerah menahan tangis.
“Aku bilang lepaskan!” Bentak Sehun. Luhan masih menggeleng. Dengan kasar Sehun mendorong tubuh Luhan membuat Luhan terjatuh. Sehun segera pergi meninggalkan Luhan, menaiki motornya lalu meninggalkan sekolah.

Tes….tes….

Hujan turun bersamaan dengan tangisan Luhan. Kai dan D.O yang sedari tadi melihat Luhan dan Sehun bertengkar, segera menghampiri Luhan.

“Hyung, gwaenchana?” Tanya Kai.
“Hyung, tanganmu terluka!” Seru D.O saat melihat goresan di siku tangan Luhan. Mereka bertiga basah kuyup. Luhan terus menangis membuat Kai dan D.O ikut merasakan kesedihan Luhan.
“Hyung, kaja kita pulang” ajak Kai. Luhan menggeleng.
“Hyung, ayolah! Kau sudah basah” Luhan masih menggeleng.
“Hyung!” Bentak Kai. Hujan semakin deras begitupula dengan tangisan Luhan.
“Hyung, mian….” Sesal Kai karena telah membentak Luhan. Tiba-tiba Luhan pingsan. Kai dan D.O panik. Kai segera mengangkat tubuh Luhan, membawanya ke mobilnya lalu mereka mengantar Luhan pulang.

***********

‘Dimana dia?’ Batin Sehun saat melewati kelas Luhan dan melihat bangku tempat duduk Luhan kosong.
‘Apa dia tidak masuk?’

“Ya! Oh Sehun” terdengar teriakan dari arah belakang Sehun. Sehun segera membalikkan badannya.

Bugh!

“Akh!” Sehun memegang bibirnya yang berdarah.
“Itu balasan atas perlakuan kasarmu kemarin terhadap Luhan hyung”

Bugh!

Kai kembali menonjok wajah Sehun.
“Itu balasan karna telah membuat Luhan hyung sakit”

Bugh!

“Dan itu bonus” Kai berjalan meninggalkan Sehun.

“Akh!” Sehun memegangi wajahnya. Sehun berjalan ke kelasnya.
“Ya! Oh Sehun! Neo gwaenchana?” Tanya Krystal teman dekat Sehun.
“Gwaen..akh!..Chana” Ucap Sehun terbata.
“Ck! Ttarawa” Krystal menarik tangan Sehun membawanya ke ruang UKS.

************

“Annyeong” sapa D.O, Kai, Baekhyun, dan Suho saat memasuki kamar Luhan.
“A…annyeong” balas Luhan sambil tersenyum.
“Aigoo~, Luhannie, kenapa kau bisa seperti ini?” Tanya Baekhyun setelah memeriksa suhu tubuh Luhan.
“Hehehe…. Kemarin saat pulang sekolah aku kehujanan” ucap Luhan bohong. Kai dan D.O saling memandang.
“Aniya” ucap Kai. Baekhyun dan Suho memandang Kai bingung sedangkan Luhan memandang Kai dengan tatapan ‘jangan memberitahu yang sebenarnya’.
“Apa maksudmu Kai?” Tanya Suho bingung.
“Sebenarnya, kemarin Luhan hyung dan Sehun sedang berbicara berdua, tiba-tiba Sehun mendorong tubuh Luhan hyung hingga Luhan hyung jatuh. Setelah itu Sehun pergi, hujan turun begitu deras. Luhan hyung tidak berteduh. aku dan D.O menghampiri Luhan hyung, kami mengajak Luhan hyung untuk pulang. Tapi Luhan hyung tidak mau, Luhan hyung terus menangis hingga hyung pingsan” Jelas Kai.
“Aish! Sehun benar-benar keterlaluan!” Kesal Baekhyun. Suho hanya menghela napas.
“Luhan~ah, uhm sebenarnya Sehun menjauhi karena….” Suho mulai menceritakan yang sebenarnya.

Flashback

1 bulan yang lalu…..

‘Sehunnie, sebentar kita ketemuan di taman tempat kita bertemu biasanya…..aku tunggu, jam setengah empat……
Luhan’

Begitulah isi pesan yang di baca Sehun. Ia kemudian melirik jam…
15:00 KST
Ia segera bergegas siap-siap untuk pergi bertemu Luhan.

*************

Sehun melirik jam tangan pemberian Luhan yang terpasang di tangan kirinya.

18:23 KST

Hah….. Sudah 2 jam lebih Sehun menunggu Luhan, tapi Luhan belum datang.
‘Ah, mungkin sebentar lagi…..’ Batin Sehun.

21:00 KST

“Haaah….. Sudah jam 9, Luhan hyung belum datang juga…. Apa aku ke rumahnya saja ya? Ah, geurae, aku ke rumahnya!” Sehun bergegas menuju rumah Luhan.

*******

Sehun terus berjalan. Ia memperjelas penglihatannya, sepertinya ia melihat seseorang yang ia kenal.
‘Ah, itu kan Luhan hyung!’ Batin Sehun. Ia mempercepat langkahnya, namun tiba-tiba ia berhenti saat menyadari ada Kai di sana. Ia melihat mereka berdua.

“Kai~ah, maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya Luhan sambil menggenggam kedua tangan Kai. Kai menatap Luhan lekat, lalu mencium tangan Luhan.
“Tentu saja” jawab Kai sambil memeluk Luhan.

Sehun yang mendengar percakapan antara Luhan dan Kai segera berbalik lalu berjalan tak tentu arah. Pikirannya kacau, kejadian yang baru dia lihat membuatnya ingin menangis.

Flashback end

“Mwo? Ja…jadi hari itu Sehun menungguku selama 5 jam lebih?!” Kaget Luhan. Suho dan Baekhyun mengangguk.
“Aigoo, dia salahpahaman. Aku harus menjelaskan semuanya pada Sehunnie!” Luhan ingin bangun namun Baekhyun menahan membuat Luhan kembali berbaring.
“Nanti setelah kau sembuh baru kau menjelaskan semuanya pada Sehunnie, uhm, tapi sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Baekhyun.

Flashback

Setelah mengirim pesan ke Sehun, Luhan segera bergegas untuk pergi menemui Sehun.

Drrrttt….Drrrttt….

Ponsel Luhan bergetar, Luhan mengecek ponsel. Ia segera menekan tombol hijau.
“Yoboseyo” sapa Luhan.
“Yoboseyo, Luhan hyung” sapa Kai.
“Waeyo Kai~ah?” Tanya Luhan.
“Hyung, aku ada kabar gembira!” Ucap Kai girang.
“Mwo?! Kabar apa?” Tanya Luhan ikutan senang.
“aku dan D.O jadian!” Ucap Kai bahagia.
“Wah, jinjja? Chukhae!” Ujar Luhan.
“Gomawo hyung. Oh iya, bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan malam di cafe biasa tempat kita makan?” Tanya Kai.
“Mianhae, aku sudah ada janji dengan Sehunnie” sesal Luhan.
“Ayolah hyung, kapan lagi kita akan merayakan ini” pinta Kai.
“Mianhae, Kai~ah”
“Hyung, jebal~” rengek Kai.
“Haaah, araseo, araseo”
“Yey!”
“Sudah dulu ya”

Tuutt~ tuuutt~

Sambungan terputus. Luhan menghela napas. Ia segera mengirim pesan ke Sehun bahwa ia tidak jadi datang.

*******

“Oh iya, siapa yang mengungkapkan perasaan duluan?” Tanya Luhan saat ia dan Kai berjalan menuju ke rumah Luhan. Mereka baru saja selesai merayakan hari jadi Kai dan D.O.
“D.O hyung…” Ucap Kai.
“Mwo?! Wah, dia sangat berani” kagum Luhan. Kai hanya tersenyum.
“Kenapa hyung tidak menembak Sehun?” Tanya Kai.
“Mwo? Gengsi dong kalau aku yang nembak” ujar Luhan.
“Kekeke~.. Aigoo~, hyung-ku ini lebih senang menunggu..” Kai terkeke. Luhan hanya mem-pout-kan bibirnya, lucu.
“Kai~ah, bagaimana D.O menembakmu?” Tanya Luhan tiba-tiba.
“Dia memegang tanganku, menatap mataku lalu mengungkapkan perasaannya” jawab Kai. Luhan kemudian memegang tangan Kai, lalu menatap Kai. Awalnya Kai bingung, tapi dia balas menatap Luhan.
“Kai~ah, maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya Luhan. Kai mencium tangan Luhan.
“Tentu saja” Kai kemudian memeluk Luhan. Luhan segera melepas pelukan Kai.
“Ah, jadi begitu. Wah, kalian so sweet sekali” ucap Luhan.

Flashback end

“D.O” ujar Baekhyun dan Suho bersamaan. D.O menunduk.
“Kenapa kau tak menceritakan kepada kami bahwa kau berpacaran dengan Kai?” Tanya Baekhyun kesal.
“Mianhae, a…. Aku sebenarnya ingin memberitahu kalian tapi Sehun duluan menceritakan kejadian itu. Aku kan jadi cemburu” D.O menunduk.
“Sudahlah, jangan menyalakan D.O” lerai Luhan.
“Besok, kau harus menjelaskan semuanya pada Sehun, D.O~ah” ucap Suho.

*********

D.O berjalan ke kelas Sehun. Ia memasuki kelas Sehun. Ia melihat Sehun sedang mendengar musik melalui earphone nya, D.O segera menghampirinya.
“Sehunnie!” Ujar D.O.
“Uhm…. Wae?” Jawab Sehun malas sambil terus melihat ke luar jendela.
“Sebentar kita jenguk Luhan yuk!” Ajak D.O seraya duduk di bangku samping Sehun.
“Sirheo!” Tolak Sehun. Ck, masih mengelak, padahal dirinya sangat merindukan Luhan!
“Ayolah..” Bujuk D.O.
“Ish…. Untuk apa aku menjenguk ‘namja tidak normal’ seperti dia!” Ujar Sehun penuh penekanan pada kalimat ‘namja tidak normal’.
“Mwo? Ti..tidak normal?” Kata D.O bingung.
“Dia kan penyuka sesama jenis” ujar Sehun dingin. Sebenarnya ada rasa yang tak dapat ia mengerti ketika ia mengatakan ‘penyuka sesama jenis’..

‘Glek!’

D.O menelan ludahnya dengan susah payah.
“Berarti aku juga tidak normal….” Gumam D.O.
“Mwo?” Tanya Sehun.
“A…aniya” ucap D.O terbata. Mereka diam beberapa saat sampai D.O berbicara.
“Sehunnie, aku ingin menjelaskan semuanya” ucap D.O.
“Mwonde?” Tanya Sehun. D.O mulai menjelaskan semuannya. Sehun shock setelah mendengar penjelasan D.O.
“Ka…kau berpacaran dengan Kai?” D.O mengangguk.
“Kenapa kau tak pernah beritahu aku, hyung?” Tanya Sehun kesal.
“Mi..mianhae, habis saat aku ingin memberitahumu kau sudah duluan menceritakan kejadian itu. Aku akan jadi cemburu” ucap D.O sambil menggembungkan pipinya.
“Se….Sehunnie tidak jijik dekat denganku?” Tanya D.O polos.
“Jijik karna apa?” Tanya Sehun.
“Aku kan namja tidak normal” ucap D.O dengan tampang polos. Sehun hanya diam dengan ekspresi terkejut.
“Aish! Aku ke rumah Luhan hyung dulu”
“Mwo? Bukannya kau tidak ingin ke rumah Luhan hyung?” Tanya D.O dengan polosnya. Sehun jadi gemes dengan tingkah D.O. Dia tak memperdulikan D.O lagi, dia langsung berlari keluar kelas.
“Aneh, bukannya dia tidak ingin ke rumah Luhan hyung” gumam D.O seraya berjalan keluar kelas Sehun.

********

“Annyeong haseyo ahjumma” sapa Sehun pada eomma Luhan.
“Eh, Sehunnie” balas eomm Luhan.
“Kenapa baru main lagi kesini?” Tanya eomma Luhan.
“Hehe…. Mian, beberapa minggu ini aku lagi sibuk” jawab Sehun, “apa Luhan hyung ada?” Tanyanya.
“Ne, dia ada di kamar. Ayo” eomma Luhan menuntun Sehun ke kamar Luhan. Saat tiba di kamar Luhan, eomma Luhan segera masuk ke dalam. Namun, Sehun masih berdiam diri di depan kamar Luhan.
“Ayo masuk” panggil eomma Luhan. Sehun hanya mengangguk tapi belum juga beranjak dari tempatnya.
“Nugu?” Tanya Luhan bingung melihat tingkah eommanya. Ia sekarang sedang duduk di kasurnya sambil membaca komik.
“Ah, Sehunnie ingin menjengukmu” ujar eomma Luhan.
“Ayo masuk” ucap eomma Luhan.
“Ya sudah, eomma buatkan minum dulu” eomma Luhan segera ke dapur.
“Masuklah Sehunnie” ujar Luhan. Sehun kemudian masuk lalu menutup pintu kamar Luhan. Sehun berlari memeluk Luhan.
“Hyung, mianhae..” Sesal Sehun.
“Kau tak perlu minta maaf, seharusnya hyung yang minta maaf” ucap Luhan lembut seraya menyimpan komik yang ia baca di sampingnya lalu mengelus punggung Sehun.
“Hueeeh….. Hyung~, Sehun minta maaf” ucap Sehun sambil menangis. Aigoo~, akhirnya sifat asli Sehun keluar!
“Hyung~, Sehun benar-benar minta maaf~” rengek Sehun.
“Ne, ne, hyung sudah memaafkanmu….aigoo~, uri Sehunnie masih kekanakkan sekali…” Ujar Luhan. Sehun melepas pelukannya lalu menatap Luhan dengan mata yang berbinar-binar.
“Jinjja? Hyung memaafkan Sehunnie?” Ujar Sehun senang. Luhan mengangguk sambil tersenyum lembut.
“Gomawo” Sehun kembali memeluk Luhan.
“Ehem….bukannya Sehunnie benci denganku?” Ujar Luhan. Sehun melepas pelukkannya.
“Mwo?! Bagaimana bisa aku benci kepadamu hyung?” Ucap Sehun.
“kau tidak menyukai ‘namja tidak normal’ yang ‘menyukai sesama jenis’, bukan?” Goda Luhan.

Glek!

skakmat!

Sehun diam….
“I…itu..ah! Hyung tahu darimana?” Tanya Sehun.
“Tadi D.O baru saja selesai menelponku” ucap Luhan enteng.

‘Aaaa!!! D.O hyung, awas kau!’ Batin Sehun kesal.

“Mwo? I….itu tidak benar hyung” sanggah Sehun. Luhan menatap Sehun lekat. Sehun mengalihkan wajahnya ke arah lain.
“Jinjja?” Tanya Luhan semakin mendekatkan wajahnya. Sehun melirik Luhan sebentar.
“N..ne…” Jawab Sehun terbata.
“Tatap aku” suruh Luhan. Sehun mengalihkan wajahnya ke arah Luhan.

Chu~

Luhan membulatkan matanya begitu juga Sehun. Mereka terdiam dengan bibir yang ber-taut. Mereka masih shock. 1 detik, 2 detik, 3 detik……….25 detik…..
“Huaaah!” Teriak Luhan saat tersadar seraya menjauhkan tubuhnya. Ia memegang bibirnya. Hey, itu first kiss nya!
Sehun segera tersadar ketika mendengar teriakan Luhan.
“Hyu…hyung….I….itu…..aku tidak sengaja!” Ucap Sehun terbata.
“Neo! Bukankah kau tidak menyukai sesama jenis? Tapi kenapa barusan….ka…kau…..” Luhan tidak melanjutkan kalimatnya, wajahnya memerah.
“Hyung…… Tadi itu benar-benar tidak sengaja dan aku menyukai sesama jenis kok!” Seru Sehun tegas.
“Mwo….mworago?” Tanya Luhan.
“A…..aku……aku menyukaimu hyung” ucap Sehun pelan.
“Hanya menyukai?” Tanya Luhan dengan nada kecewa. Sehun mengangguk.
“Baekhyun, Suho, Kai, D.O, mereka juga menyukaiku” pancing Luhan.
“Mwo? Mereka kan sudah memiliki pacar? Bagaimana bisa mereka menyukai hyung!” Ujar Sehun tidak terima.
“tentu saja bisa” jawab Luhan enteng.
“Aish! Hyung aku mencintaimu!!” Seru Sehun.
“Jinjja?” Tanya Luhan pura-pura cuek padahal jantungnya berdetak takaruan, wajahnya memerah.
“Ne, jeongmal saranghaeyo hyung. Maukah hyung menjadi namjachingu-ku?” Tanya Sehun.
“Bagaimana ya?” Luhan pura-pura berpikir.
“Hyung~” rengek Sehun.
“Hahaha…..baiklah.. Aku mau” ucap Luhan.
“Gomawo, hyung” Sehun segera memeluk Luhan.
“Ne” Luhan membalas pelukan Sehun.

End

Hahahaha……… Ini ff Yaoi pertamaku, jadi mian kalo cerita jelek, ngaco, feel nya gak dapet….:)
Kalau chingu suka, komen dan like yaπŸ™‚
Oh iya, judul’y thu ngasal, al’y aku bingung mw ngasih judul apa…..hihihi