Tag

,

Title : Rain Sound
Author : Reza C Warni
Cast : Jung Daehyun, Yoo Youngjae
Genre : angst
Length :Ficlet
Type : Shounen-ai, Songfic
Rating : PG

AnnyeongπŸ™‚
Ini ff Yaoi keduaku, tapi ini ff SongFic pertama author. Jadi jelek, jgn marah ya…..kekekeke~
Seperti judulnya, lebih baik saat baca ff ini sambil dengar lagu’y B.A.P – Rain Sound

Happy reading~Namja itu terus menangis…..
Bayang-bayang saat kejadian menyedihkan itu terus berputar bagaikan film yang tak pernah berakhir….
ia sangat menyayangkan kenapa hal ini terjadi?

Kau

Bagaikan pertanyaan yang jawabannya sangat membingungkan….
Saat kau memutuskan untuk berpisah dengan alasan yang membingungkan, aku hanya menutup mulutku. Mengubur cinta dalam perpisahan itu…..

Namja itu terus menangis di dalam ruangan yang ber-cat hijau itu. Ia terus menangis melupakan hujan dan angin bertiup di luar jendela itu.
Sudah larut malam, namun namja itu masih terus menangis. Ia beranjak dari duduknya menyalakan radio…..
Hatinya tersayat saat mendengarkan lagu kesukaannya bersama sang kekasih tidak lebih tepatnya mantan kekasih di putarkan di radio….

Kau…..

Kenapa aku harus memikirkanmu? Kenapa lagu yang di putar di radio itu adalah lagu kesukaan kita?
Apa kau tahu? Sekarang, pikiranku di penuhi oleh dirimu…..

******

keesokkan pagi…

Namja itu terdiam di meja makan. Di situ tersedia dua cangkir kopi kosong.

Dimana kau sekarang?

Apa kau tahu? Aku tersiksa tanpamu! Aku mohon kembalilah….
Aku janji aku takkan menyakitimu lagi…
Aku berjuang melawan kesepian ini…. Tapi tetap saja aku tidak bisa. Aku membutuhkanmu….

Namja itu berjalan menyusuri jalanan itu….
Berjalan tak tentu arah, di ujung jalan terlihat sebuah kafe.
ia memasuki kafe tersebut.

“Selamat datang tuan” sapa pelayan di kafe. Namja itu tak menggubrisnya. Ia segera duduk di tempat biasa ia dan kekasihnya duduki.
“Anda mau memesan apa, tuan?” Tanya seorang pelayan. Namja itu tak menjawab. Tatapan kosong…
“Tuan?” Panggil pelayan itu.
“Tuan?”
“Uhm…. Jika anda tidak ingin memesan sesuatu, silahkan anda keluar” ucap sang pelayan. Namja itu masih diam….
Sang pelayan menatap aneh, kemudian memanggil security untuk mengusir namja itu.

Namja itu kembali berjalan menyusuri kota Seoul. Ia tak tahu mengapa kaki membawanya kesini, tapi dia tetap masuk ke bioskop itu. Ia kemudian memesan tiket lalu masuk ke dalam ruangan pemutaran film. Memang dasarnya dia bodoh atau bagaimana, ia menonton film angst yang dimana akhirnya menyedihkan yaitu sepasang kekasih yang berpisah.

********

Namja itu berdiri di tengah jalan dalam keadaan basah akibat dari hujan deras. Kakinya seperti di kunci, ia tak bisa berjalan untuk mencari tempat berteduh…..

Bagaimana denganmu?

Apa kau tahu, aku sudah seperti orang gila, mengunci diriku sendiri dalam kenangan kita.
Cuaca ini, suhu ini, angin berhembus ini, akankah kau ingat itu?
Aku merindukanmu saat aku tertidur, tapi pada malam hujan, aku tidak bisa tidur. Bagaimana denganmu?

Namja itu masih tetap di tempatnya berdiri…
Wajahnya terlihat pucat, namun ia tak mau beranjak dari tempatnya berdiri. Begitupula dengan hujan yang tak jua berhenti. Seperti mengerti dengan perasaan namja itu….

Apakah suara hujan ini, suaramu?

Kenapa tiap mendengar suara hujan seperti mendengar suara panggilan untukku? Aku pikir aku hampir gila….
Apa kau memikirkanku? Atau apakah hanya aku yang memikirkanmu?
Aku terus berpikir, akankah hujan ini menghiburku? Karena mendengar hujan seperti mendengar suaramu yang merdu…
Aaarghh!
Apakah kau tahu bagaimana perasaanku? Aku terus memikirkanmu…..

Namja itu merogoh sesuatu yang terdapat di kantung celana jeans nya. Ia mengeluarkan sebuah kertas yang terdapat gambar seorang namja yang merangkul namja lainnya. Gambar itu ia buat dengan sebuah pensil, dengan cepatnya hujan menghancurkan kertas gambar itu. Namja itu jatuh terduduk.

*********

satu minggu kemudian..

Namja itu kembali menggambar dirinya dan sangan kekasih di kertas itu. Terlihat di gambarnya itu, seorang namja dan namja yang saling merangkul sambil tersenyum bahagia….

aku mulai menggambarmu lagi…

Setelah gambar yang rusak minggu lalu, hari ini aku mulai menggambarmu lagi. Apakah aku mampu untuk menghapusmu?
Tentu saja jawabannya tidak. Cukup di dunia nyata saja, aku kehilangan dirimu. Aku tak ingin di kertas ini, aku kehilangan dirimu lagi….

*********

Flashback

Namja itu terus menggosok tangannya lalu memegang pipinya. Berusaha memberi kehangatan pada dirinya. Sudah hampir satu jam ia berdiri di depan kafe itu, namun hujan belum redah juga.
“Ck! Daripada aku terus menunggu lebih baik menerobos hujan saja. Lagipula apartemenku tidak jauh dari sini..” Gumam namja itu kemudian berlari menerobos hujan. Ia terus berlari hingga….

Bugh!

Ia menabrak seseorang. Daehyun-namja itu- segera bangkit kemudian mengulurkan tangannya untuk menolong seseorang yang ia tabrak tadi. Orang itu menerima uluran Daehyun.
“Jwoseonghamnida” ucap Daehyun.
“Gwaenchana” orang itu tersenyum.

Deg!

Entah mengapa, saat melihat senyum orang itu jantung Daehyun berdetak kencang.
“A…aku pergi dulu” Daehyun segera berlari meninggalkan orang itu. Belum jauh ia berlari, ia kembali menoleh ke belakang.
“Mwo? Kenapa dia masih disitu?” Daehyun kembali menghampiri orang itu.
“Kenapa kau masih disini?” Orang itu hanya tersenyum. Jantung Daehyun kembali berdetak cepat, namun ia tak menghiraukan jantungnya.
“Kaja, kita ke apartemenku” ajak Daehyun. Orang itu awalnya menolak namun Daehyun sudah menarik tangannya.

*******

“Ini, minumlah” Daehyun menyerah secangkir kopi. Mereka berdua duduk di kursi yang terdapat di samping meja makan.
“Gomawo” ucap orang itu lalu meminum kopi yang di berikan Daehyun.
“Oh iya, kita belum kenalan. Aku Jung Daehyun” Daehyun mengulurkan tangannya.
“Yoo Youngjae” ucap Youngjae-orang itu- sambil berjabat tangan dengan Daehyun. Mereka berdua saling tersenyum. Entah perasaan apa, jantung mereka berdua berdetak cepat. Mungkikah mereka berdua jatuh cinta?

Semenjak hari itu, Daehyun dan Youngjae berteman dekat. Mereka berdua kemudian memutuskan untuk berpacaran. Mereka terlihat baik-baik saja, hingga Youngjae memutuskan hubungan mereka dengan alasan yang tidak masuk akal.

Flashback End

*********

hati Daehyun kembali sakit saat mengingat pertemuannya dengan Youngjae-mantan kekasihnya-.

Youngjae….

Dari awal, aku sudah menyimpanmu di dalam hatiku. Sampai sekarangpun kau tetap berada di hatiku…
Jika aku berkata aku bisa hidup tanpamu, itu semua BOHONG! Karena pada kenyataannya aku tidak bisa hidup tanpamu…
Aku membuang perasaanku…… Tapi…..
Aku masih merindukanmu saat aku tertidur….

Daehyun berjalan menuju kasurnya. Ia membaringkan tubuhnya, melirik kearah jendela. Jelas terlihat, bahwa diluar sedang hujan….

Wahai langit, tolong bantu aku
Tolong hentikan hujan ini
Sehingga aku bisa melupakannya…..

Walau memohon, bayang-bayang Youngjae tidak pernah lepas dari benak Daehyun.

Flashback

Malam itu, Youngjae menginap di apartemen Daehyun karena jika ia pulang, maka ia akan kehujanan. Di apartemen Daehyun hanya terdapat satu kamar. Jadi, mereka akan tidur berdua.

Youngjae duduk di tepi ranjang sambil menatap hujan dari balik jendela kamar Daehyun.
“Kau sepertinya sangat menyukai hujan, chagi…” Celetuk Daehyun sambil duduk di samping Youngjae.
“Uhm….tidak juga….” Jawab Youngjae.
“Lalu kenapa kau melihat hujan terus?” Tanya Daehyun.
“Molla. Tiap hujan turun, seperti ada daya tarik yang menarikku untuk melihat hujan…” Jawab Youngjae.
“Apakah aku tidak memiliki daya tarik? Kau tidak pernah memandangku seperti hujan….” Ucap Daehyun sambil mem-pout bibirnya.
“Bukan karena kau tidak memiliki daya tarik, tapi….” Youngjae menunduk. Semburat merah terlihat jelas di pipi putihnya.
“Tapi kenapa?” Tanya Daehyun sambil memegang wajah Youngjae untuk menatapnya.
“Tapi…..” Daehyun menaikkan kedua alisnya, menunggu jawaban dari sang kekasih.
“Tapi….. Jika aku memandangmu, jantungku akan berdetak kencang seperti akan keluar dari tempatnya…” Jawab Youngjae dengan pipi memerah.
“Hahahaha” Daehyun tertawa mendengar jawaban dari sang kekasih.
“Ya!” Youngjae mem-poutkan bibirnya.
“Aigoo~ kyeopta”

Chu~

Daehyun mendaratkan bibirnya di bibir Youngjae. Youngjae membulatkan lalu kemudian memejamkan matanya saat melihat mata Daehyun yang terpejam. Awalnya, hanya bibir yang menempel. Tapi Daehyun mulai menggerakkan bibirnya. Youngjae membalas ciuman Daehyun. Tak ada nafsu di ciuman mereka, hanya kasih sayang yang mereka salurkan.

Flashback End

Tanpa terasa, cairan bening mengalir di ujung mata Daehyun. Ia segera menghapusnya….

Youngjae….

Aku tak bisa hidup tanpamu…..

End

Annyeong *senyum tiga jari*
Tolong jangan tabok author, mian kalau ceritanya gaje…
Ini ff Yaoi kedua author….
Dan maaf jg karna akhirnya gaje…
Sebenar’y, author gak rela suami*read:Daehyun* author sedih kayak gitu. Tp demi kelancaran(?) Ff nii, author ampe rela….
Mian buat YoungDae/DaeJae Shipper, kalau gak puas ma ending’y….
Gak apapa kok klu klian marah, asal jgn bash author….
Oke, segitu aja….. Annyeong *lambai bareng YoungDae*
Gomawo udah bacaπŸ™‚