Tag

, , , , , , , , ,

Title : Bad Boy
Author : Reza C Warni
Cast : Choi Sulli, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Minho
Other Cast : Kang Jiyoung, Kwon Sohyun, Song Dongwoon, Tiffany as eomma Sulli, Siwon as appa Sulli, Yuri as eomma Sohyun, Yesung as appa Sohyun

AnnyeongπŸ™‚
Aku minta maaf jika part terakhir ini mengecewakan…. Mianhae
Dan aku minta maaf karna post terlambat, sebenar’y nii udah dari seminggu yg lalu kelar tp aku gak post, mau nyesuaiin dgn ultah blog ini……kekeke~
Mianhae*bow
Happy reading~
Setelah kejadian minggu lalu, Krystal berfikir sangat keras apakah yang dikatakan Minho tentang pernikahan itu benar atau hanya ingin menghibur Yoogeun.

Drrtt…..Drrrttt

Handphone Krystal bergetar menandakan bahwa ada sms masuk. Krystal segera meraih handphone nya lalu membaca sms tersebut…

From : Minho Choi
Krystal~ah, aku ingin mengajakmu makan malam, mau tidak? Yoogeun nanti kau titipkan sama Sulli, aku sudah memberitahunya. Jika kau mau, aku tunggu di restoran sweet Recipe jam 7 malam…;)

Krystal berteriak senang. Dia kemudian melirik jam, jam tersebut menunjuk pukul 10 pagi, itu artinya waktunya ia mejemput Yoogeun yang lagi berada di sekolahnya.

************

Ting tong, ting tong

Krystal membunyikan bel rumah Sulli. Tak lama kemudian pintu terbuka menampak sosok eomma Sulli.
“Annyeong, eomma” sapa Krystal sambil membungkuk.
“Annyeong, Krystal~ah, ayo masuk” eomma Krystal mempersilahkan Krystal masuk.
“Sulli ke mana eomma?” Tanya Krystal.
“Ah, dia sedang mengantar bekal untuk Taemin” ucap eomma Sulli.
“Haha……mereka berdua semakin hari semakin dekat saja” seru Krystal.
“Ne, eomma sering bertanya pada Sulli, kapan dia dan Taemin akan baikkan maksudnya kembali seperti dulu, atau menikah kembali dan Sulli selalu diam tiap eomma menanyakan hal itu…” Ucap eomma Sulli.
“Aigoo~ aku akan coba tanya padanya…”

Ting tong, ting tong

“Ah, mungkin itu Sulli, biar eomma yang buka pintunya” Tiffany-eomma Sulli- segera berjalan ke arah pintu masuk lalu membukanya.
“Annyeong, eomma” Sulli segera masuk sambil menggandeng tangan Sella.
“Annyeong Krystal~ah” sapa Sulli.
“Annyeong, uhm, Sulli~ah-”
“Aku tahu, biar aku yang menjaga Yoogeun, kau pergilah menemuinya” Sulli mengedipkan sebelah matanya.
“Gomawo”

****************

Krystal memasuki restoran sweet recipe, dia tampil cantik dengan menggunakan dress selutut berwarna putih, rambutnya di kesamping ke kanan, dengan make-up tipis. Krystal melihat ke seluruh ruangan, mencari sosok Minho. Krystal tersenyum saat melihat Minho yang sedang melambaikan tangan ke arahnya, Krystal segera menghampirinya.
“Maaf, telah membuatmu menunggu” ucap Krystal sambil duduk di kursi depan Minho.
“No problem”
Mereka memesan makanan lalu makan.

***********

Minho dan Krystal berjalan-jalan di sekitar taman dekat restoran tempat mereka makan tadi. Saat lagi jalan, tiba-tiba Minho berhenti, Krystal ikut berhenti. Minho lalu mengambil tempat di depan Krystal dan…..

“Krystal~ah, apa kau mau menikah denganku?” Minho berlutut di depan Krystal sambil menyodorkan cincin. Semburat merah terlihat jelas di wajah Krystal.
“Uhm….bagaimana ya?” Krystal pura-pura berfikir. Minho menatap Krystal dengan tatapan memohon.
“Apa untungnya jika kita menikah?” Tanya Krystal. Minho berfikir keras.
“Untungnya, kita bisa bersama menyatukan rasa cinta yang kita miliki, membuat Yoogeun memiliki orang tua yang lengkap, dan…..uhm….” Minho berdiri, menatap Krystal jahil, “dan tentu saja ‘membuat’ adik untuk Yoogeun” Minho tersenyum evil.

Pletak!

Sebuah jitakkan mendarat di kepala Minho.
“Kya! Dasar mesum!” Kesal Krystal.
“Tapi kau maukan ‘membuat adik’ Yoogeun bersamaku?” Minho menaik turunkan alisnya. Wajah Krystal merah padam.
“te….tentu sa…saja…aku tidak mau dan lagi pula kau percaya diri sekali mengatakan ‘menyatukan cinta yang kita miliki’, cih, kau pikir aku mencintaimu? Aigoo~, hilangkanlah rasa percaya dirimu itu Minho-Ssi” jawab Krystal sambil melet. Krystal menundukkan kepalanya berusaha menutupi wajahnya yang memerah.
“Jinjjayo?” Minho menggoda Krystal. Minho memegang dagu Krystal dengan jari telunjuk. Mengangkatnya, sehingga Krystal menatap kearah Minho.
“Kau benar-benar tidak mau?” Minho mendekatkan wajahnya. Hingga jarak antara wajah Minho dan Krystal hanya beberapa cm saja. Krystal memalingkan wajahnya, jantungnya berdetak kencang.
“Ne, a…..aku tidak mau” jawab Krystal gugup.
“Yah, sayang sekali…” Minho pura-pura kecewa, “Krystal-Ssi, anggap saja lamaranku tadi tidak pernah terjadi” Krystal membulatkan matanya.
Minho berbalik, berjalan meninggalkan Krystal.

‘Hana……… Dul…….. Set, tepat!’ Batin Minho senang, karna pada saat hitungan ketiga Krystal memeluk Minho dari belakang.

“Babo! Minho babo!” Gumam Krystal sambil terisak pelan, “Choi Minho babo! Mana mungkin aku melupakan lamaranmu, sedang itu hal yang paling aku nantikan….” Tanpa sadar Krystal mengeluarkan air mata. Minho menggenggam tangan Krystal yang melingkar sempurna di pinggangnya. Ia berbalik menghadap kearah Krystal. Memegang wajah Krystal menggunakan dua tangannya,mengangkatnya agar menatap kearah Minho.
“Aigoo~, kenapa kau cengeng sekali…” Minho mengusap air mata Krystal.
“Babo! Ini semua karenamu babo!” Krystal memukul dada Minho pelan lalu memeluknya erat. Minho tersenyum lalu membalas pelukan Krystal.
“Jadi?” Tanya Minho.
“Apa?”
“Apa kau mau menikah denganku?” Tanya Minho. Krystal melepas pelukan Minho lalu menatap Minho kesal.
“Tentu saja babo!”
“Ck!” Minho berdecak kesal lalu mencium bibir Krystal cepat.
“Kya! A……apa ya….ng ka…u lakukan babo?” Tanya Krystal.

Chu

Minho mencium bibir Krystal lagi.
“Kya!” Ujar Krystal kesal serta malu.
“Berhenti mengatakan aku ‘babo’, jika tidak aku akan menciummu terus” ucap Minho sambil memasukkan cincin ke jari Krystal.
“Aish! Baiklah, babo! Upps~” Krystal menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya. Minho menatap Krystal dengan tatapan evil.
“Aigoo~, sepertinya kau ingin sekali aku menciummu….” Minho menarik tangan Krystal lalu mendekatkan wajahnya. Krystal yang tahu apa yang akan di lakukan Minho menutup kedua matanya. Tiba-tiba benda kenyal menempel di bibir plum Krystal. Ciuman kali ini berbeda dengan sebelumnya, awalnya Minho hanya menempelkan bibirnya di bibir Krystal namun Minho mulai melumat bibir Krystal, melingkarkan tangan kirinya di pinggang ramping Krystal sedangkan tangan kanannya memegang tengkuk Krystal agar memperdalam ciumannya. Krystal yang terbawah suasana membalas ciuman Minho, ia melingkarkan kedua tangannya di leher Minho. Ciuman mereka semakin panas, Minho memasukan lidahnya ke dalam mulut Krystal, lidahnya dan lidah Krystal bermain dengan lincah(?). Krystal tiba-tiba mendorong Minho karna kekurangan oksigen.

Krystal menarik napas banyak-banyak.
“Kya! Apa kau ingin membunuhku?” Kesal Krystal. Minho hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut Krystal.
“Kaja! Kita pulang” ajak Minho.

***********

Minho memasuki ruangan Taemin dengan senyum.
“Kya! Kau kenapa?” Tanya Taemin.
“Hahaha…..tebak, menurutmu aku kenapa?” Tanya Minho.
“Kau mendapat wanita baru lagi?” Tebak Taemin. Minho menggeleng.
“Aish! Kau kenapa? Aku lagi malas main tebak-tebakkan” ucap Taemin kesal.
“Krystal menerima lamaranku” ucap Minho.
“Wah, jinjja?” Tanya Taemin terkejut. Minho mengangguk antusias.
“Siapa sih yang akan menolak seorang Choi Minho….hahaha” ucap Minho percaya diri.
“Sulli, dia tidak akan menerimamu”

SKAKMAT

Minho memanyunkan bibirnya.
“Kapan kau akan balikan dengan Sulli?” Tanya Minho. Taemin terdiam.
“Ayolah Taemin, lamar dia” usul Minho.
“Aku takut…..”
“Mwo? Kau takut di tolak?” Tanya Minho tidak percaya. Taemin mengangguk.
“Dasar pengecut!” Ucap Minho.
“Kya! Aku bukan pengecut!”
“Cih! Aku punya ide” ujar Minho.
“Apa?”

***********

“Kapan kalian akan menikah?” Tanya Sulli.
“2 minggu ke depan…” Jawab Krystal.
“Wah, chukhae” seru Sulli, Jiyoung, dan Sohyun. Mereka sekarang lagi berkumpul di restoran langganan mereka. Yoogeun dan Sella sedang di sekolah.
“Gomawo, eh, kalian kapan mau nikah?” Tanya Krystal.
“Hahahaha…. Pacar saja belum punya, apalagi nikah” ujar Jiyoung.
“Aigoo~, carilah pacar! Apa kau ingin jadi perawan tua?” Tanya Krystal. Jiyoung hanya memutar kedua bola matanya malas.
“Kau Sohyunnie?” Tanya Sulli.
“Uhm….. Sebenarnya, bulan depan aku akan tunangan” ucap Sohyun ragu.
“MWO?!?!” Kaget Krystal, Sulli dan Jiyoung.
“Mianhae, aku lupa memberitahu kalian…” Sohyun menunduk.
“Jadi selama ini, kau sudah memiliki kekasih?” Tanya Jiyoung.
“Dan kau tak memberitahu kami, kau kejam” ujar Sulli kesal.
“Mianhae, aku ingin memberitahu kalian tapi tak sempat” Sohyun mendongak menatap teman-temannya.
“Bagaimana kalian bisa saling kenal?” Tanya Jiyoung.
“Kedua orang tua kami menjodohkan kami…” Ujar Sohyun.
“Kau menerima perjodohan itu?” Tanya Krystal.
“Awalnya aku tidak terima, tapi setelah melihat namja yang dijodohkan denganku, aku langsung setuju dengan perjodohan itu….” Pipi Sohyun memerah saat mengingat hari dimana dia dan namja itu bertemu.

Flashback

Sohyun berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya yang beradai di lantai 2. Namun langkahnya terhenti saat kedua orang tuanya memanggilnya. Ia segera menghampiri kedua orang tuanya.
“Waeyo eomma, appa?” Tanya Sohyun.
“Duduklah…” Sohyun segera duduk di sofa yang tersedia.
“Wae?” Tanya Sohyun lagi.
“Uhm….. Apa kau sudah memiliki kekasih?” Tanya Yuri-eomma Sohyun-.
“Lho? Kok eomma menanyakan hal itu? Tentu saja aku belum memiliki kekasih. Memang ada apa?” Tanya Sohyun. Yuri menatap Yesung-appa Sohyun-.
“Begini Sohyun~ah……. Uhm, appa dan eomma sudah menjodohkanmu dengan anak teman baik appa” ucap Yesung.
“MWO?!?!” Kaget Sohyun.
“Aku tidak mau appa, eomma!” Tolak Sohyun.
“Sohyun~ah, ayolah sayang…” Bujuk Yuri.
“Pokoknya aku tidak mau!” Tegas Sohyun lalu meninggalkan appa dan eomma-nya.
“Sohyun! Appa sudah mengatur pertemuan kalian. Besok di cafe shop jam 7 malam. Temuilah dia dulu, jika kau memang tidak menyukainya, appa akan membatalkan perjodohan kalian” ucap Yesung.

***********

19:05 KST

Sohyun melirik jam tangannya, ia sudah menunggu namja itu selama 5 menit. Ia melihat ke sekeliling, mencari namja yang akan di jodohkan dengannya.

10 menit kemudian……

Seorang namja tergesa-gesa memasuki restoran itu. Ia menatap ke sekeliling mencari yeoja yang dijodohkan dengannya. Matanya menangkap seorang yeoja yang sedang duduk gelisah sambil melihat jam tangannya. Namja itu segera menghampiri yeoja itu…..

“Sohyun-Ssi?” Ucap namja itu ragu. Yeoja itu mendongak, untuk beberapa menit yeoja itu terpaku dengan wajah namja yang memanggilnya itu. Ia kemudian tersadar lalu menyahut.
“Apa kau Dongwoon-Ssi?” Namja itu mengangguk, “silahkan duduk” lanjutnya Sohyun.
Mereka memesan makanan lalu makan dengan lahap.

“Maaf, tadi aku datang terlambat, soalnya tadi di kantor ada meeting mendadak” jelas Dongwoon.
“Gwaenchanha, tapi untung tadi kau cepat datang, jika tidak aku mungkin akan meninggalkan restoran…hahaha” canda Sohyun.
“Hahaha”
“Uhm…. Jadi bagaimana? Apa kau setuju dengan perjodohan kita?” Tanya Dongwoon.
“Uhm…..bagaimana ya? Kalau kau?” Tanya Sohyun balik.
“Molla” ucap Dongwoon.
“Ah, bagaimana kalau kita lakukan pendekatan selama satu minggu, siapa tahu saja kita bisa dapat kemistri” usul Sohyun.
“Baiklah”

Setelah melakukan pendekatan selama satu minggu, Dongwoon dan Sohyun menyetujui perjodohan itu. Mereka berdua mulai menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Flashback End

“Wah…. Pasti namja itu tampan hingga membuat uri Sohyunnie falling in love at first sight….hahaha” canda Krystal.
“Lalu bagaimana dengan kau Sulli?” Tanya Sohyun.
“Apanya?” Tanya Sulli bingung.
“Aish! Kau dan Taemin, bagaimana dengan kalian?” Tanya Krystal. Jiyoung langsung menatap Sulli sedangkan Sulli menunduk.

‘A…..aku dan Taemin oppa?’ Batin Sulli.

“Sulli~ah…” Panggil Krystal. Sulli mendongak lalu mencoba tersenyum.
“Aku dan Taemin oppa tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya dekat karena Sella…” Ucap Sulli.
“Yaaah, kupikir kalian sudah balikan….” Kecewa Krystal. Jiyoung tersenyum senang mendengar jawaban Sulli.

***********

Hari ini adalah hari pernikahan Krystal dan Minho. Terlihat buru-buru, bukan? Hahaha tanyakanlah pada MinStal. Krystal terlihat gugup. Ia terus memandangi dirinya di cermin.
“Aigoo~, sepertinya Dongsaeng-ku ini sangat gugup” ejek Jessica.
“Aish! Eonni~” kesal Krystal sambil mempoutkan bibirnya. Jessica hanya tertawa. Tiba-tiba pintu terbuka, muncullah Sulli, Sohyun, dan Jiyoung.
“Annyeong” mereka bertiga segera berjalan ke arah Krystal.
“Wah, uri Krystal neomu yeppeoyo” puji Sohyun.
“Aish! Biasa saja…” Jawab Krystal.
“Oh iya, Sella dimana?” Tanya Jessica.
“Dia bersama Taemin oppa” jawab Sulli. Jiyoung melirik Sulli dengan tatapan yang tak dapat dimengerti.
“Wah, kalian sudah baikan?” Tanya Jessica(lagi).
“Baikan? Sudah, tapi kalau kembali seperti dulu tidak” jawab Sulli pelan.

***********

Krystal dan Minho baru saja mengucapkan janji saklar. Mereka sudah resmi sebagai suami istri. Semua undangan mulai menyantap hidangan yang tersedia. Minho melirik Taemin, Taemin balas melirik Minho kemudian Taemin mengangguk. Taemin berjalan menuju altar. Mengambil mic kemudian….
“Annyeong haseyo, jwoseonghamnida telah menganggu undangan sekalian…” Semua undangan termasuk Sulli dkk menatap Taemin.
“Langsung saja, Sulli~ah, aku minta maaf atas kelakuan dulu, aku menyesal. Sulli~ah, maukah kau kembali padaku seperti dulu?” Tanya Taemin sambil menatap Sulli. Sulli bingung ia memandang kearah Krystal yang tersenyum manis kepadanya, Sulli kemudian memandang kearah Sohyun yang juga tersenyum manis, dan Sulli kemudian menatap kearah Jiyoung yang menatap dengan tajam. Jiyoung mengumamkan kata ‘jangan’. Sulli terdiam. Ia menatap Taemin.
“Sulli~ah!” Teriak Taemin saat Sulli berlari meninggalkan tempat itu. Sella menangis sambil berteriak ‘eomma!’. Sohyun dan Tiffany segera menenangkan Sella.

**********

“Sulli~ah” Taemin berteriak sambil terus mengejar Sulli. Ia mempercepat larinya, sedikit lagi, dan….

Grep

Taemin mencengkram lengan Sulli. Taemin kemudian membalikkan tubuh Sulli. Dada Taemin terasa sesak saat melihat air mata mengalir deras di pipi Sulli.
“Sulli~ah, mianhae, jeongmal mianhae…” Taemin memeluk Sulli. Sulli tak membalas atau memberontak, ia hanya menangis.
“Babo….hiks….hiks….. Ke… Kenapa kau minta maaf? Hiks…. Kau tidak bersalah dalam masalah ini…hiks…. Semua salahku” ujar Sulli sesenggukkan. Taemin mengelus punggung Sulli, menenangkan gadis itu.
“Sulli, kembalilah padaku” pinta Taemin.
“Mianhae, a…aku tidak pantas untukmu, ada orang yang lebih pantas untukmu. Dia sangat mencintaimu” ujar Sulli sambil melepas pelukan Taemin. Taemin menatap Sulli tajam.
“Mwo? Sirheo! Aku hanya ingin denganmu!!” Ucap Taemin.
“Tapi dia sangat mencintaimu, Taemin!” Seru Sulli.
“Dia? Nugu?” Tanya Taemin. Sulli menatap ke belakang Taemin. Taemin membalikkan tubuhnya, ia kaget! Ia melihat seorang yeoja yang sedang menangis sambil melihat Sulli dan Taemin. Yeoja itu kemudian berlari dari situ.
“Jiyoung?” Gumam Taemin.
“Ne, kejarlah dia Lee Taemin!” Suruh Sulli. Taemin berbalik menatap Sulli.
“Sirheo!” Ujar Taemin.
“Kejar dia!” Teriak Sulli.
“Tapi-”
“Lee Taemin, dia temanku yang berharga. Aku mohon jangan membuat dia sakit untuk kedua kalinya” pinta Sulli. Taemin berpikir mencari ide agar ia dan Sulli bisa kembali seperti dulu dan Jiyoung merestui hubungan mereka berdua.
“Taemin, jebal~” pinta Sulli. Taemin menarik napas panjang lalu menghembuskan lewat mulutnya dengan perlahan. Taemin berbalik lalu berlari meninggalkan Sulli. Sulli? Dia sedang menangis, jujur dia sangat mencintai Taemin. Tapi dia juga sangat menyayangi Jiyoung. Sulli memegang dadanya yang terasa sesak. Kakinya terasa lemas dan tak mampu menopang tubuhnya sendiri, ia jatuh terduduk seraya terus menangis.

***********

Taemin terus berlari mencari sosok Jiyoung. Ia melihat ke sekeliling, pandangnya terpaku pada seorang yeoja yang sedang duduk sambil memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya diantara lututnya, yeoja itu duduk di pinggir sungai. Taemin sepertinya mengenal yeoja itu, ia segera menghampiri yeoja itu. Dengan ragu Taemin menyentuh pundak yeoja itu. Yeoja itu mendongak saat mengetahui siapa yang menyentuh pundaknya, yeoja itu dengan cepat kembali membenamkan wajahnya.
“Mau apa kau?” Tanya yeoja itu dengan suara gemetar. Taemin segera duduk di samping yeoja itu.
“Mianhae….” Ucap Taemin. Jiyoung-yeoja itu- masih tetap membenamkan wajahnya.
“Aku benar-benar minta maaf untuk kejadian 5 tahun yang lalu yang membuatmu…..” Taemin tak melanjutkan ucapannya. Dia menghela napas lalu menghembuskannya melalui mulutnya.
“Aku juga minta maaf karna telah membuatmu patah hati….” Ucap Taemin pelan seraya melempar batu kerikil yang ada di samping ke sungai. Dia bingung harus mengatakan apa. Tangisan Jiyoung semakin deras.

“Dulu, aku adalah seorang namja yang bisa dikatakan sangat jahat. Aku selalu mempermainkan para wanita, aku berpacaran dengan mereka hanya untuk mengambil kesenangan saja setelah itu mencampakkan mereka. Aku selalu saja mabuk-mabukkan tiap hari. Dan hari itu, orang tuaku menjodohkanku dengan seorang yeoja yang tak kukenal. Awalnya aku menolak, tapi aku memiliki ide untuk membuat yeoja yang di jodohkanku itu bernasib sama dengan mantan-mantanku. Saat melihat wajah yeoja itu yang sangat polos aku semakin ingin menikahinya dan membuatnya menderita. Setelah menikah, ternyata yeoja yang menjadi istriku itu menyukaiku, saat mengetahui itu aku semakin ingin membuatnya menderita. Setiap hari aku membawa yeoja yang berbeda-beda ke apartemen kami. Setiap hari aku melihatnya menangis karena kelakuanku. Dan di hari itu, aku mengajak Minho datang ke rumahku, dia meminta izin untuk ‘bermain-main’ dengan istriku dan aku menyetujuinya. Tapi saat melihat dia menangis karena Minho meng-‘grepe-grepe'(?) Nya, dadaku terasa sesak. Aku segera menyuruh Minho pulang, setelah Minho pulang, dia menangis dan berniat tidak ingin tinggal bersamaku lagi. Aku mencegah dan membujuknya agar tetap tinggal bersamaku. Dia akhirnya tidak jadi pergi. Aku mulai mencintainya. suatu hari, dia memintaku menemaninya untuk menjemput temannya yang baru datang dari Amerika. Saat itu aku begitu shock, ternyata teman dari istriku itu adalah mantan pacarku. Aku sangat merasa bersalah padanya….” Taemin terdiam. Menarik napas lalu menghembuskan melalui mulutnya. Jiyoung mulai berhenti menangis.
“Dia meninggalkanku. Saat itu aku sangat sedih karena kehilangannya. Ayah mertuaku terus menyemangatiku. Keluarganya sangat berpengaruh besar dengan perubahanku. Aku mulai bekerja di perusahaan appaku. 5 tahun setelah kejadian itu, ayah mertuaku menghubungiku, ia mengatakan bahwa yeoja itu akan kembali. Dengan semangat, aku pergi ke bandara untuk menjemputnya. Namun, aku hanyalah seorang pengecut. Aku tidak berani menghadapinya. Ada hal yang paling membuatku terkejut! Ia memiliki seorang anak. dia sudah menikah rupanya” Jiyoung mendongak. Ia menghapus sisa air matanya.
“Oppa!” Panggil Jiyoung. Taemin menoleh.
“Ne?” Tanya Taemin.
“Sepertinya oppa salah paham” ucap Jiyoung. Taemin mengerutkan keningnya.
“Maksudmu?”

‘Mian, Sulli~ah’ batin Jiyoung.

“Sebenarnya, Sella itu anakmu” ucap Jiyoung.
“MWO?!?!” Taemin membulatkan matanya.
“Bagaimana bisa?” Tanya Taemin bingung. Jiyoung mulai menceritakan yang sebenarnya. Setelah mendengar cerita Jiyoung, air mata Taemin mengalir. Taemin segera menghapus air matanya.
“Oppa, aku minta maaf telah menjadi penghalang kalian…..aku mohon, kembalilah pada Sulli” ucap Jiyoung. Taemin menatap Jiyoung kemudian tersenyum.
“Ne”

***********

1 minggu kemudian….

Taemin sudah seminggu ini menghubungi Sulli namun Sulli tak pernah menjawab telponnya. Setiap ia datang ke rumah Sulli, Sulli selalu sedang tidak ada di rumah.

Taemin mengacak rambutnya frustasi. Aish! Sungguh! Dia ingin sekali menemui Sulli!

‘Lebih baik minta bantuan abeonim saja! Kenapa kau tidak berpikir dari kemarin-kemarin?’ Batin Taemin.

Ia segera mencari nama ‘μ•„λ²„λ‹˜’ di kontak smartphone-nya. Setelah menemukannya, ia segera men-dial…
“Yoboseyo abeonim” sapa Taemin.
“Ne, ada apa Taemin~ah?” Tanya suara mertuanya dari seberang telpon.
“Apa bisa bantu aku?” Tanya Taemin.
“Bantu apa?” Tanya mertuanya.
Taemin segera menjelaskan maksudnya.
“Ah, baiklah. Appa akan menolongmu” ucap Siwon.
“Gomawo, abeonim” ucap Taemin.
“Ne, appa tutup dulu ya…”

Tuutt~ tuuutt~

Taemin tersenyum senang.
“Bodoh! Kenapa tidak dari kemarin saja kau meminta bantuan abeonim…” Gumam Taemin.

********

“Sulli~ah” panggil Siwon pada putri semata wayangnya itu.
“Ne appa” sahut Sulli.
“Sebentar malam kita akan dinner dengan teman kerja appa. Jadi, kau dan Sella harus datang” ucap Siwon. Sulli mengangguk. Sebenarnya ia malas dengan acara semacam ini, namun ia tak ingin mengecewakan orang tuanya.

********

Drrrttt…..Drrrtttt

Smartphone Taemin bergetar. 1 message, terterah di layar ponselnya. Ia segera membuka pesan itu…

From : μ•„λ²„λ‹˜

Taemin, nanti malam di cafe ‘Food Special’. Jam 7

Senyum bahagia tersungging di bibir Taemin.

********

At Cafe Food Special

Sulli memasuki cafe itu sambil menggandeng Sella.
“Permisi” seorang pelayan menghampiri Sulli.
“Ne?”
“Apa anda nona Choi Sulli?” Tanya Pelayan itu.
“Ya, ada apa?” Tanya Sulli.
“Ah, Tuan Lee sudah menunggu anda. Mari ikut saya” pelayan mengantar Sulli. Sulli bingung namun tetap mengikuti pelayan itu.
“Mana tuan Lee?” Tanya Sulli.
“Mungkin beliau sedang ke toilet, silahkan duduk nona” Sulli mendudukkan Sella di kursi yang ada di sebelahnya, kemudian ia duduk.
“Kalau begitu saya permisi nona” pelayan itu meninggalkan Sulli.

Tak lama setelah pelayan itu pergi, Taemin datang menghampiri Sulli. Ia duduk di depan Sulli.
“Annyeong, Taemin ahjussi” sapa Sella. Sulli yang sedang menunduk segera mendongak saat mendengar nama Taemin. Matanya membulat.
“Annyeong, Sella. Long time no see” balas Taemin.
“Jadi kau teman kerja appa?” Tanya Sulli tiba-tiba. Taemin mengangguk.
“Kurasa aku harus pergi” Sulli segera menggendong Sella. Taemin berdiri lalu menahan Sulli.
“Ada yang HARUS kita bicarakan” ucap Taemin.
“Oh ya? Menurutku tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan” jawab Sulli dingin. Sella memandang Taemin dan Sulli secara bergantian dengan tatapan bingung.
“Sulli!”
“Ah, baiklah..” Sulli kembali duduk. Ia mendudukkan Sella di kursi yang ada di sampingnya.
“Lebih baik kita pesan makanan dulu” ucap Taemin sembari memanggil seorang pelayan.

*******

at Han River

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Sulli. Mereka sekarang duduk di bangku panjang yang langsung berhadapan dengan sungai Han. Sedangkan Sella tertidur di dalam mobil Taemin.
“Mengenai Sella….”

Deg!

Tiba-tiba jantung Sulli berdegup cepat.
“A…ada apa dengan Sella?” Tanya Sulli.
“Sebenarnya siapa ayah kandung Sella?” Tanya Taemin.

‘Kenapa kau baru menanyakannya Lee Taemin?!?!’ Batin Sulli kesal.

“Apa aku harus memberitahumu?” Tanya Sulli sambil menatap sungai Han.
“Tentu saja! Aku adalah suamimu!” Tegas Taemin.
“Mwo? Sejak kapan? Bukankah kita sudah berpisah, tuan Lee?”
“Cih! Terserahmu. Tapi kau harus menjawab pertanyaanku tadi” kata Taemin.
“Sella tidak memiliki ayah!” Seru Sulli.
“Wow! Tidak mungkin bukan jika kau hanya hamil begitu saja tanpa melakukan hubungan ‘intim’ dengan seorang namja? Atau jangan-jangan aku adalah ayah kandung Sella”
“Bagaimana bisa kau ayah kandung Sella!”
“Bisa saja. Choi Sulli jawab aku dengan jujur! Sebenarnya Sella itu anak siapa?”
“Dia anakmu! Apa kau puas?” Teriak Sulli.
“Sangat! Kenapa kau tidak memberitahuku?” Tanya Taemin.
“Cih! Untuk apa aku memberitahumu? Kau saja tak pernah bertanya” ucap Sulli kesal.
“Aku ayah! Aku berhak tahu!” Ucap Taemin sengit.
“Jika kau mengajakku bicara hanya untuk marah-marah, lebih baik kita pulang” ucap Sulli dingin lalu beranjak dari duduknya. Taemin memegang tangan Sulli.
“Masih ada yang perlu kita bicarakan” ujar Taemin.
“Apa lagi?” Tanya Sulli ketus.
“Would you be my wife again?” Tanya Taemin sambil berdiri di depan Sulli. Sulli membulatkan matanya.
“Choi Sulli, Would you be my wife again?” Tanya Taemin.
“Ti…tidak…..i….ini….tidak bisa….Ji…Jiyoung…” Sulli melepas tangan Taemin lalu berbalik berjalan menuju mobil Taemin.

‘Tidak! Sulli, kau harus memikirkan perasaan Jiyoung!’ Batin Sulli.

Sebenarnya ia sangat senang Taemin melamarnya namun saat teringat Jiyoung…..

Grep!

Taemin memeluk Sulli dari belakang.
“Sulli, Jiyoung merestui hubungan kita. Jadi, aku mohon terimalah lamaranku” ucap Taemin.
“Jiyoung merestui? Bagaimana bisa?” Kaget Sulli.
“Satu minggu yang lalu, aku menjelaskan semuanya pada Jiyoung dan dia mengerti. Dia merestui hubungan kita” ucap Taemin. Sulli terdiam.
“Baik, aku akan mengucapkannya sekali lagi, Choi Sulli…. Would You be my wife again?” Tanya Taemin. Sulli berpikir sebentar…
“Yes, I would” ucap Sulli. Taemin tersenyum senang sambil mengeratkan pelukannya.

*******

“Annyeong” sapa Sohyun.
“Ah, annyeong Sohyun~ah. Wah, ini calon tunanganmu?” Tanya Krystal sambil menatap namja yang bergandengan tangan dengan Sohyun.
“Ne, perkenalkan dia Song Dongwoon” ucap Sohyun.
“Annyeong haseyo, Song Dongwoon imnida”
“Krystal Jung imnida” ucap Krystal, “ah, kalian duduklah” Sohyun dan Dongwoon duduk berhadapan dengan Krystal.

“Ya! Chagi” panggil Minho sembari menghampiri Krystal yang sedang mengobrol dengan Sohyun.
“Ah, annyeong Sohyun~ah, ah Dongwoon! Sedang apa kau disini?” Tanya Minho sambil duduk di kursi yang berada di samping Krystal.
“Pertanyaan apa itu? Ini kan acara pernikahan temanku” ucap Dongwoon.
“Kalian sudah saling kenal?” Tanya Krystal.
“Ne, dia ini teman kuliah sekaligus teman bisnis…hahaha” ucap Minho, “kya! Kenapa saat pernikahanku kau tidak datang?” Kesal Minho.
“Mian, hari itu ada meeting mendadak di Jepang” ucap Dongwoon menyesal.
“Baiklah, kali ini aku maafkan” ujar Minho
“Dimana Yoogeun?” Tanya Krystal.
“Bersama harabeoji” Minho menunjuk kearah T.O.P-ayah Minho-.

“Annyeong” Jiyoung datang bergabung.
“Ah, Jiyoung~ah.. Duduklah” ucap Krystal. Jiyoung segera duduk. Mereka ber-5 berbincang-bincang hingga alunan musik pernikahan terdengar. Semua undangan termasuk Minho dkk melihat kearah pintu masuk. Sulli berjalan kearah altar sambil mengapit lengan ayahnya. Semua undangan terpukau dengan kecantikan Sulli. Sulli dan ayahnya terus berjalan. Saat sampai di depan altar, ayah Sulli menyerahkan tangan Sulli ke Taemin.
“Semoga kau tak mengecewakannya lagi..” Ucap Siwon. Taemin hanya mengangguk. Ia membawa Sulli ke altar, mereka menghadap pastur.

“Choi Sulli, apa kau bersedia mencintai Lee Taemin dalam suka maupun duka hingga ajal menjemput?” Tanya sang pastur.

Sulli menarik napas menghembuskan lewat mulutnya, pelan.
“Saya bersedia” ucap Sulli mantap.

“Lee Taemin, apa kau bersedia mencintai, menjaga, dan menerima Choi Sulli dalam keadaan suka maupun duka hingga ajal menjemput?” Tanya sang pastur.

“Ya, saya bersedia” ucap Taemin.

“Silahkan memakaikan cincin”
Taemin menyematkan cincin ke jari manis Sulli. Begitu pula dengan Sulli yang menyematkan cincin di jari manis Taemin.

“Kalian resmi menadi suami-istri” ucap pastur.

Sulli dan Taemin saling tersenyum. Mereka berdua menghadap ke arah undangan, Sulli dan Taemin melihat ke arah Sella yang sedang di gendong oleh eomma Taemin. Mereka mengalihkan pandangan mereka pada teman-teman mereka yang sedang tersenyum bahagia.

Sella tiba-tiba berlari ke arah Taemin dan Sulli. Taemin segera menggendong Sella. Para undangan bertepuk tangan melihat keluarga bahagia itu.

END

AnnyeongπŸ˜€
Please, jangan apa-apain author…*sembunyi di belakang Kyuhyun*
Sueeer deh, tiba-tiba ide ngilang… Jd ending’y Gaje gini deh…
Kalian silahkan marah, asal jangan judge author dan jgn bash…
Gomawo yang udah baca plus komen dari part 1 ampe part nii…πŸ™‚

See you in next ffπŸ™‚