Tag

, , , , , , , , , , , ,

Title : My Boyfriend For My Twin
Author : Reza C Warni
Cast : Krystal Jung, Choi Minho, Jung Soo Jung, other….
Genre : sad, hurt/comfort
Length : 5 of 6
Rating : G

AnnyeongπŸ™‚
Sebenarnya ff nii aku mau post tadi malam, tp karna mata nggak mendukung, jd aku post’y pagi….
Mian, udah buat kalian nunggu lama…
Happy readingπŸ™‚
Sudah seminggu Krystal tak sadarkan diri dan selama itu pula Soo Jung berada di rumah sakit menemani Krystal. Ia tak mau pulang ke rumah.
“Krystal~ah, ireona, jebal…hiks….mianhae, aku mohon bangunlah! Aku akan menyerahkan Minho sepenuhnya untukmu…..ireona…hiks…” Soo Jung menautkan jari-jarinya ke jari-jari Krystal.
“Krystal…..” Gumam Soo Jung, “kenapa kau tak memberitahukanku tentang penyakitmu? Wae? Apa kau tak menganggapku sebagai saudara?” Lanjutnya.

“Sudahlah Soo Jung, jangan menangis terus” ucap Luhan yang baru memasuki ruang rawat Krystal bersama Sehun. Soo Jung menoleh.
“Se…sejak kapan kalian?” Tany Soo Jung kaget. Soo Jung segera menghapus air matanya.
“Uhm…..baru saja” Luhan duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Sehun duduk di samping Luhan. Soo Jung tetap di tempat, duduk di kursi yang berada di samping ranjang Krystal.

*************

Taemin, Sulli, Jiyoung, Sohyun dan Minho berjalan memasuki ruangan Krystal.
“Annyeong” sapa mereka semua.
“Eh? A..annyeong haseyo” balas Soo Jung dan HunHan yang berada dalam ruangan Krystal.
“Apa dia sudah menunjukkan tanda-tanda akan sadar?” Tanya Sulli sambil berjalan ke samping ranjang Krystal. Walau Sulli membenci Krystal, tapi dia masih mempunyai rasa simpati.
“Huuuufft~, belum. Dia sepertinya sangat senang tidur. Mungkin mimpinya sangat indah sehingga dia tidak ingin membuka mata” ucap Soo Jung.
“Haah, sabarlah Soo Jung, dia pasti akan sadar dalam waktu dekat” ucap Jiyoung memberi semangat. Soo Jung mengangguk. Keheningan datang. Mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing.

Minho menatap Krystal yang tak sadarkan diri. Ada rasa aneh yang menyelinap masuk ke hati Minho. Perasaan menyesakkan, perasaan ingin agar Krystal segera bangun, perasaan yang sulit di jelaskan. Minho berusaha menyingkirkan perasaan itu, Minho berusaha membunuh perasaan itu agar tidak tumbuh membesar di hatinya. Jikalau perasaan itu tetap ada, ia takut akan menyakiti Soo Jung……
Minho selalu menegaskan pada dirinya sendiri bahwa dia membenci Krystal dan Krystal bukanlah yeoja yang baik. Perasaan itu muncul sejak 2 minggu yang lalu. Itu berarti sejak Krystal menyamar menjadi Soo Jung.
‘Minho kau mencintai Soo Jung dan kau mebenci Krystal! Camkan itu!’ Batin Minho.

**************

Keesokan harinya……

Hari ini masih sama seperti kemarin. Krystal belum sadarkan diri, Soo Jung masih tetap menemaninya.
“Krystal~ah, sampai kapan kau begini? Aku sangat merindukanmu, benar-benar merindukanmu…. Krystal~ah, sadarlah. Aku akan menyerahkan Minho untukmu. Jadi kumohon sadarlah…..” Ucap Soo Jung dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tiba-tiba tangan Krystal bergerak refleks membuat Soo Jung terkejut. Soo Jung berteriak-teriak memanggil dokter dan suster. Seorang suster memasuki ruangan Krystal.
“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya suster itu.
“Tangan Krystal bergerak suster!” Seru Soo Jung. Sang suster segera memanggil dokter. Tak lama kemudian dokter memasuki ruang rawat Krystal.
“Anda bisa menunggu diluar, kami akan memeriksa keadaan Krystal” ucap uisa-nim. Soo Jung mengangguk lalu keluar ruangan.

************

“Bagaimana keadaan Krystal, dok?” Tanya Soo Jung.
“Dia baik-baik saja. Dia sudah sadar, anda dapat melihatnya. Tapi ingat, jangan terlalu banyak mengajaknya bicara karena keadaannya masih sangat lemah” ucap sang Dokter.
“Ne, kamsahamnida, uisa-nim” Soo Jung membungkuk. Sang Dokter berpamitan kemudian meninggalkan Soo Jung sendirian. Soo Jung segera memasuki ruangan Krystal.

Ceklek

Mendengar bunyi pintu, Krystal segera melihat siapa yang masuk.
“Annyeong Krystal~ah” sapa Soo Jung sambil tersenyum lalu duduk di kursi yang ada disamping ranjang Krystal.
“A…..an…nyeong…Soo….Jungie” Soo Jung tertegun saat mendengar Krystal memanggilnya ‘Soo Jungie’. Air mata Soo Jung mengalir tiba-tiba.
“Wae…waeyo Soo Jungie?” Tanya Krystal.
“I…ini…pertama kalinya…kau memanggilku ‘Soo Jungie'” Soo Jung menutup mulutnya menahan agar isakan tangisnya tak terdengar. Ia menangis bahagia.

Deg

Benarkah? Benarkah ini pertama kalinya Krystal memanggilnya ‘Soo Jungie’?
Krystal terdiam. Ia merasa dadanya sesak, ia merutuki dirinya sendiri yang(dulu) tidak suka kepada Soo Jung.
“Jinjja? Ba..baiklah, kau akan mendengarku memanggilmu ‘Soo Jungie’ tiap hari” Krystal mencoba tersenyum, berusaha menahan pasokan air mata yang siap mengalir di pipinya.

Braak!!

Pintu kamar rawat Krystal terbuka begitu kasar.
“Krystal!!” Wanita paruh baya menghampiri Krystal dan langsung memeluk Krystal. Raut kekhawatiran sangat jelas di wajah wanita paruh baya itu.
“Mom…” Gumam Krystal.
“Are you okay, dear?” Tanya wanita paruh baya itu.
“I’m okay, mom” ucap Krystal.
“Sejak kapan mom di Korea?” Tanya Krystal.
“Beberapa hari yang lalu….” Ucap Stephanie-wanita paruh baya-.
“Oh. ada hal apa sehingga membawa mom kembali ke Korea?” Tanya Krystal lagi.
“Ck! Kau tidak suka dengan kedatanganku?” Kesal Stephanie.
“A…aniya, Krystal kan hanya bertanya” ucap Krystal.
“Haaah…. Mom kesini karena mengkhawatirkan putri kesayangan mom yang sedang terbaring lemah di rumah sakit” jelas Stephanie sambil menggengam tangan Krystal lembut. Soo Jung hanya menatap mereka bingung, jujur, ia tak mengenal wanita bernama Stephanie itu, ia baru bertemu dengannya beberapa hari lalu.
‘Apa dia yang merawat Krystal di Amerika….’Batin Soo Jung.
“Hahahaha…” Dengan suara lemah Krystal tertawa.

Ceklek

Pintu kembali terbuka, nampak dua orang paruh baya memasuki ruangan itu.
“Appa……eomma….” Ucap Krystal.
“Annyeong Krystal~ah, Soo Jungie, ehm….Stephanie” sapa Yunho.
“Annyeong Yunho-Ssi” Stephanie membalas sapaan Yunho. Narsha hanya terdiam.

************

“Krystal~ah” panggil Soo Jung saat semua yang ada di ruangan itu telah pergi. Jadi tinggal ia dan Krystal di dalam ruangan berwarna putih itu yang penuh dengan alat-alat medis dan bau obat-obatan.
“Uhm….waeyo Soo Jungie?” Tanya Krystal.
“Si…siapa ahjumma tadi?” Tanya Soo Jungie.
“Mwo? Kau tidak mengenalnya?” Tanya Krystal.
“Ne…”

‘Ah, tentu saja dia tidak tahu’ batin Krystal.

“Dia….” Krystal bingung, apa ia harus memberitahu Soo Jung?
“Nugu?” Tanya Soo Jung semakin penasaran. Ia merasa sangat merindukan ahjumma itu, tapi dia bingung. Diakan belum pernah bertemu ahjumma itu sebelumnya.
“Dia uri eommeoni” jawab Krystal.
“MWO?!?! Bagaimana bisa? Eomma kita kan Narsha eomma….” Ucap Soo Jung. Terlihat jelas bahwa Soo Jung sangat kaget.
“Narsha memang eomma kita, tapi bukan dia yang melahirkan kita…” Ucap Krystal pelan.
“Maksudmu?” Soo Jung sama sekali tak mengerti dengan ini semua.
“Stephanie, nama ahjumma tadi. Dia eomma kita, dia yang melahirkan kita. Saat kita berumur 4 tahun, appa dan eomma bercerai karena tidak memiliki kecocokkan lagi. Aku di bawah eomma ke Amerika, sedangkan kau menetap di Korea bersama appa. 1 tahun setelah perceraian appa dan eomma, appa menikah lagi dengan Narsha eomma” jelas Krystal.

**********

“Annyeong” Krystal melihat Sehun, Luhan, Taemin, Jiyoung, Sohyun, Sulli, dan…….Minho.
Memasuki ruang rawatnya.
“Ne, annyeong” balas Krystal.
“Dimana Soo Jungie?” Tanya Jiyoung.
“Uhm….dia ke toilet” jawab Krystal.
“Oh…. Bagaimana keadaanmu?” Jiyoung kembali bertanya.
“Yaa, seperti yang kau lihat” Krystal tersenyum. Senyuman Krystal memudar saat melihat Sehun menatapnya tajam. Ia balas menatap Sehun tajam. Jiyoung dkk yang ada diruangan itu menatap Krystal dan Sehun bingung.
“Ah, kau tidak berubah sedikitpun, KrysJungie” ucap Sehun dingin.
“Kau juga, Sehunnie” Krystal berbicara dengan nada dingin.

Yang ada di ruangan itu tambah bingung….
1

2

3

“HAHAHAHA!” Krystal dan Sehun tertawa.
“Aigoo~, kupikir akan terjadi perang dingin” gumam Jiyoung.
Sehun datang menghampiri Krystal lalu memeluknya.
Deg!
‘KYA! Oh Sehun! Lepaskan tangan kotormu dari tubuh Krystal!’ Batin Minho. Minho menatap Sehun tajam.
“Ah, bogosipeo KrysJungie” ucap Sehun.
“Haha,, kau merindukanku?” Tanya Krystal.
“Tentu saja, satu minggu tidak melihat tatapan tajammu membuatku rindu. Haaah, selama tak ada kau, aku bingung harus curhat dimana, hanya kau orang yang kupercayai” ucap Sehun.
Deg!
‘Ha…hanya Krystal? Berarti selama ini dia tidak percaya padaku?’ Batin Luhan lirih.
“Luhannie, kenapa diam saja, eum? Kau tidak merindukanku, eoh?” Luhan berusaha tersenyum, kemudian berjalan menghampiri Krystal.
“Aku merindukanmu” ucap Luhan.
“Neo? Waegeurae?” Tanya Krystal.
“Nan? Nan gwaenchana” Luhan memaksakan senyumnya.
“Kau, bohong uri Luhannie gege” Krystal menekankan kalimat ‘uri Luhannie gege’.
“A…..aku….. Tidak……”
“Sehunnie” Krystal mengedipkan sebelah matanya. Sehun mengangguk lalu menarik
tangan Luhan keluar dari ruangan itu.
“Eheeem….. Mereka mau kemana?” Tanya Sulli.
“Hahaha…. Mereka ingin menyelesaikan masalah mereka…”

Ceklek

Pintu terbuka.
“Ah, kalian sudah lama disini?” Tanya Soo Jung.
“Sekitar 10 menit yang lalu”

Mereka mulai mengobrol.

********

Sudah hampir 20 menit Stephanie dan Yunho berdiam diri di kafe itu. Mereka tidak mengeluarkan sepata katapun, hingga Stephanie mulai angkat bicara….
“Ehem……Yunho-ssi, langsung saja. Saya ingin membawa Krystal kembali ke Amerika untuk berobat. Lagipula disini sepertinya dia tersiksa” ucap Stephanie.
“MWO?! Kau tidak bisa begitu! Dia anakku, Stephanie! Dia bahagia berada di Korea!” Yunho menolak keinginan Stephanie.
“Dia juga anakku! MWO?! Bahagia? Cih!” Kata Stephanie sengit.
“Dia memang bahagia!”
“Apa kau tahu bahwa Krystal tiap hari menangis? Apa kau tahu Krystal tiap hari sedih? Kau tidak tahu, bukan? Yaa, kau memang tidak tahu karena kau ayah yang tidak peka” Ucap Stephanie menekankan kalimat ‘ayah tidak peka’.
“Me…..menangis?” Yunho terbata.
“Ya. Kau tidak tahu kan kalau Krystal memiliki blog?” Yunho menggeleng.
“Dia tiap hari mencurahkan isi hatinya di blog, baik itu bahagia, sedih, atau perasaan lainnya. Dia selalu mencurahkannya di blog” ucap Stephanie. Yunho menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Frustasi.
“Minggu depan aku akan kembali ke Amerika dan aku akan membawa Krystal ikut bersamaku” ucap Stephanie lalu meninggalkan Yunho.

*******

“Ya! Oh Sehun lepaskan!” Ucap Luhan. Sehun pura-pura tak mendengarkannya. Sehun membawa Luhan ke atas gedung rumah sakit.

Sehun mulai melepaskan tangan Luhan.
“Hyung, ada yang ingin aku katakan” ucap Sehun.
“APA?!” Ucap Luhan galak.

Glek!

Nyali Sehun menciut….

“Apa yang kau katakan?!” Ketus Luhan. Sehun menarik napas lalu menghembuskannya melalui mulut.
“Hyung, mungkin hyung akan berpikir aku tidak normal, aku menjijikkan, dan sebagainya. Tapi aku hanya ingin agar hyung tahu…..” Sehun menggenggam tangan Luhan. Lalu menatap ke dalam mata Luhan. Jantung Luhan berdegub cepat. Sehun kembali menarik napas dan menghembuskannya melalui mulut.
“Aku mencintaimu, hyung” ucap Sehun cepat dan seperti berbisik.
“Mwo?” Tanya Luhan.
“A…..a-ku men-cin-tai-mu hyung” Ucap Sehun. Luhan membulatkan mata, lalu mata berkedip-kedip beberapa kali.
“Hyung….” Panggil Sehun.
“Uhm?” Gumam Luhan yang masih terkejut.
“Bagaimana dengan perasaan hyung terhadapku?” Tanya Sehun.
“A…aku juga mencintaimu. Tapi…..” Luhan menggantungkan ucapannya.
“Tapi kenapa?” Tanya Sehun penasaran.
“Bukannya Sehunnie menyukai Krystal?” Tanya Luhan polos.
“Babo! Aku memang menyukai Krystal, tapi sebagai sahabat, tidak lebih” ucap Sehun.
“Ya! Kenapa kau mengataiku ‘babo’, eoh?” Ucap Luhan tidak terima.
“Kau memang ‘babo’, hyung” Sehun menjulurkan lidahnya.
“Kya! Oh Sehun!”

*******

Ceklek

Krystal menoleh ke arah pintu.
“Hi, dear” sapa wanita paruh baya yang memasuki ruangan itu.
“Hi, mom” Stephanie-wanita paruh baya itu- duduk di kursi yang terdapat di samping ranjang Krystal.
“Bagaimana keadaanmu sekarang?” Tanya Stephanie.
“Yaaa, seperti yang eomma lihat” Krystal mencoba tersenyum dengan wajah pucatnya.
“Bagaimana dengan namja yang sering kau ceritakan? Apa kau sudah bertemu dengannya?” Tanya Stephanie. Krystal menarik napas lalu menghembuskannya.
“Dia pacar Soo Jungie”
“What?! Jadi yang kau ceritakan di blog tentang pacar Soo Jung ternyata namja yang dulu kau ceritakan?” Krystal mengangguk.
“Wah, ternyata dunia sangat sempit..” Gumam Stephanie.
“Kapan mom akan kembali ke Amerika?” Tanya Krystal.
“Lusa dan kau harus ikut bersamaku” ucap Stephanie tenang.
“Mwo? Aku tak mau kembali ke Amerika” Krystal menggeleng.
“Lalu kau mau bikin apa disini? Namja yang kau sukai sudah menjadi pacar Soo Jung. Apa kau ingin merebutnya?” Tanya Stephanie memojokkan Krystal.
“T…tidak… Tapi kata dokter hidupku tidak lama lagi. Jadi, aku ingin menghabiskan waktuku di Korea” ucap Krystal pelan.
“Dokter bukan tuhan, sayang! Lebih baik kau ikut eomma ke Amerika dan berobat di sana!” Tegas Stephanie.
“Shireo!” Tolak Krystal.
“Krystal Jung!!”
“B..baiklah, aku ikut eomma…” Krystal tahu percuma jika ia melawan eommanya yang keras kepala ini.

******

Incheon Airport

“KrysJungie, kau benar-benar akan ke Amerika?” Tanya Sehun.
“Ya” jawab Krystal singkat.
“Wae? Apa karena Minho?” Tanya Sehun lagi.
“A…aniya…” Krystal menggeleng.
“Krys, menetaplah di Korea” bujuk Luhan.
“Mian gege..” Ucap Krystal dengan wajah menyesal.
“Krystal, aku mohon, jangan pergi” mata Soo Jung mulai berkaca-kaca.
“Mian Soo Jungie, aku harus pergi…” Ucap Krystal pelan.
“Krystal menetaplah disini….” Yunho berusaha membujuk.
“Mian appa…” Krystal menunduk.
“Krystal, kaja! Pesawat akan segera berangkat” panggil Stephanie. Krystal mendongak lalu berusaha tersenyum.
“Pesawat sudah mau berangkat, aku harus pergi” Krystal memeluk Yunho lalu mencium pipi Yunho, kemudian memeluk Narsha, memeluk Soo Jung yang sudah menangis, kemudian memeluk Luhan dan Sehun.
“Annyeong” Krystal membalai lalu menghilang di antara kerumung orang di bandara itu.

“Soo Jung!” Teriak Sulli. Soo Jung membalikkan tubuhnya lalu memeluk Sulli. Sulli, Jiyoung, Sohyun, Taemin, dan Minho baru tiba di bandara Incheon.
“Krystal sudah pergi….” Soo Jung menangis di pelukkan Sulli. Sohyun dan Jiyoung mencoba menenangkan Soo Jung.

‘Dia sudah pergi…..’ Batin Minho.

Minho merasakan sesak di dadanya, menatap nanar ke arah kerumunan orang yang berlalu lalang, berharap dapat menemukan sosok Krystal.

TBC

AnnyeongπŸ˜€
Mian, lanjutan’y lama….*bow
Dan maaf juga cerita’y makin ngawur….
Gomawo udah bacaπŸ™‚