Tag

, , , , , ,

Love Really Hurt Β© Reza C Warni
Lee Minhyuk, Yook Sungjae, Jung Ilhoon, Lim Hyunsik
Genre : tentuin sendiri *plaak
Length : Chaptered
Rating : PG+13
Type : Shounen-ai, Boy X Boy, BL
Warning : YAOI, OOC, Minhyuk uke, Sungjae seme, Ilhoon seme! Tidak suka, jangan baca!! GaJe, Typo(s) bertebaran!

‘Bagaimana bisa…?’ Batin sosok itu.

“Jagiya, wae geurae?” Tanya Minhyuk sambil mengguncangkan tangan Ilhoon-sosok itu-.
“Eh?” Ilhoon mengalihkan pandangannya dari Hyunsik lalu memandang Minhyuk. Ia tersenyum manis ke arah Minhyuk.
“Gwaenchana. Kau tidak ke Kantin?” Tanya Ilhoon sambil menyentuh pipi kiri Minhyuk, sebelumnya ia sempat melirik ke arah Hyunsik sekilas. Minhyuk menggeleng.
“Aku tidak lapar. Wae? Kau ingin ke Kantin, chagi?” Tanya Minhyuk. Ilhoon ikut menggeleng.

Hyunsik menatap nanar pemandangan di hadapannya, kemesraan Ilhoon-Minhyuk. Ia seharusnya yang berada di posisi Minhyuk, dibelai, dipeluk, dan dicintai oleh Ilhoon. Ya, seharusnya!

“Jagiya, kenalkan, ini Hyunsik teman baru kami” ucap Minhyuk sambil menunjuk Hyunsik.
“Annyeong, Hyunsik-ssi. Jung Ilhoon imnida” Ilhoon mengulurkan tangan kanannya-sambil tersenyum manis. Hyunsik sempat tak bisa bernapas saat melihat senyum Ilhoon.
“A..annyeong, Lim…Hyunsik..im….imnida” ucap Hyunsik terbata sambil berjabat tangan dengan Ilhoon. Cukup lama mereka saling menggenggam tangan sambil saling menatap satu sama lain. Terlihat jelas rasa rindu diantara mereka berdua.

~oOo~

Semua siswa telah meninggalkan sekolah beberapa menit yang lalu, kini tinggal Sungjae dan Minhyuk yang masih berdiam diri di Kelas.
“Uhm, Sungjae~ah, apa kau masih marah? Aku benar-benar minta maaf” ucap Minhyuk.
“Cih!”
“Sungjae~ah, apa kau memiliki waktu luang?” Tanya Minhyuk.
“Memangnya kenapa?” Tanya Sungjae.
“Kita kencan” ajak Minhyuk.
“Cih! Lalu Ilhoon kau mau apa ‘kan? Bukannya lebih penting Ilhoon dibanding aku” ucap sungjae sinis.
“Bu..bukan begitu, uhm, mau ya kita kencan hari ini?” Pinta Minhyuk.
“Aish! Baiklah”
“Yeeey!”

~oOo~

“Sejak kapan kau ke Seoul?” Tanya Ilhoon.
“Beberapa hari yang lalu” jawab Hyunsik sambil menatap keluar jendela cafe itu. Cafe yang sering mereka berdua kunjungi saat dulu-saat mereka SMP.
“Kenapa kau tak menghubungiku?” Tanya Ilhoon.
“Untuk apa? Bukankah kau sudah memiliki Minhyuk? Lagipula aku tak memiliki nomor ponselmu” jawab Hyunsik dingin. Ilhoon terdiam. Jujur, ia sekarang tak ingin membahas soal dirinya dan Minhyuk.
“Ck! Kau bisa menghubungi lewat E-mail! Kau tak lupakan alamat e-mail-ku?” Tanya Ilhoon. Kini giliran Hyunsik yang terdiam.
“Mian, aku lupa” Hyunsik menunduk. Ilhoon menarik napas panjang lalu menghembuskannya.

Bohong jika Hyunsik melupakan email Ilhoon! Hyunsik sudah menghafal mati bahkan diluar kepala!

Mereka berdua terdiam, tak ada yang bersuara.
“Bogosipeo” ucap Ilhoon sambil menggenggam Hyunsik. Hyunsik mendongak, menatap mata Ilhoon.
“Nado” ucap Hyunsik lirih, Ia balas menggenggam tangan Ilhoon. Mata mereka bertemu.
“Jadi, bagaimana?” Tanya Ilhoon. Hyunsik mengerutkan keningnya, bingung.
“Hubungan kita” Ilhoon memperjelas.
“Berakhir saja, bukannya kau sudah memiliki Minhyuk? A…aku… Mungkin akan mencari yang lain..” Hyunsik mengatakannya dengan setengah hati. Ia masih menyayangi bahkan mencintai namja di depannya ini. Perasaannya takkan pernah berubah.
“Andwae! A..aku masih mencintaimu..” Gumam Ilhoon yang masih dapat didengar oleh Hyunsik.
“Ilhoon! Kau jangan egois. Kau harus memikirkan perasaan Minhyuk!” Seru Hyunsik.
“A..aku….” Ilhoon terdiam. Ia bimbang dengan perasaannya sendiri, “Hyunnie, kita jangan berakhir seperti ini. Kita kembali seperti dulu, ne? Soal Minhyuk, nanti kita jelaskan semua padanya” lanjut Ilhoon. Hyunsik terdiam, ia melonggarkan genggaman tangannya.
“Kau masih mencintaiku, kan?” Tanya Ilhoon. Hyunsik mengangguk, ia tak bisa membohongi perasaannya sendiri.

~oOo~

Hari keempat

Minhyuk melihat dirinya di cermin. Ia tersenyum puas saat merasa bahwa penampilannya telah bagus.

Ia mengenakan kaos berwarna biru, jaket berwarna putih tanpa lengan, celana jeans hitam, jam tangan biru. Ia segera meraih ponselnya yang berada di nakas dan segera keluar dari kamarnya.

Ting tong~ ting tong~

Terdengar bunyi bel rumah Minhyuk. Minhyuk segera turun di lantai dasar-kamarnya berada di lantai dua-.
“Minhyuk~ah, ada yang mencarimu” ucap eomma Minhyuk sambil menunjuk pintu.
“Baik. Gomawo eomma. Aku pergi” Minhyuk mencium pipi eomma lalu berjalan ke pintu utama rumahnya.

Minhyuk tersenyum senang saat melihat punggung orang yang menunggunya. Ia tahu siapa orang itu.
“Hai, su-”
“Kya! Astaga, kau membuatku kaget!” Ucap Sungjae dengan wajah kesal.
“Hehe, mian” Minhyuk menunjukkan jari tengah dan jari telunjuknya yang membentuk huruf ‘V’.
“Kaja, kita pergi” Sungjae menarik tangan Minhyuk. Tadi Minhyuk sempat terpaku melihat gaya Sungjae yang memakai kaos putih bergambar abstrak, jaket berwarna biru jeans yang lengannya digulung sampai siku, celana jeans hitam, pergelangan tangannya dipenuhi beberapa gelang model baru. Keren, batin Minhyuk.

~oOo~

“Kaja kita masuk ke dalam” ajak Minhyuk dengan raut wajah yang sangat ceria. Mereka sekarang berada di taman bermain. Minhyuk segera memasuki taman bermain itu.

“Kau ingin main apa?” Tanya Minhyuk sambil melihat permainan di sekelilingnya.
“Apa saja” ucap Sungjae malas.
“Kalau begitu kita naik tornado saja” ucap Minhyuk sambil menarik tangan Sungjae.

Mereka berdua duduk bersebelahan. Minhyuk Menggenggam tangan Sungjae sangat erat.
“Kyaaaa!” Teriak orang-orang yang menaiki tornado-termasuk Minyuk dan Sungjae- saat Tornado mulai bergerak ke atas lalu berputar-putar -ke atas, kembali ke bawah- beberapa kali. Saat berada di puncak ketinggian, permainan bernama Tornado itu berhenti dengan posisi terbalik, kaki berada di atas dan kepala di bawah.*bisa nggak dibayangin?.-.*
“Kyaaaaaaaa!!” Minhyuk berteriak histeris sambil menggenggam tangan Sungjae erat. Ia memejamkan matanya. Tornado kembali berputar, berhenti dengan posisi semula. Minhyuk bernafas lega, ia pikir permainan telah berakhir, namun tiba-tiba Tornado kembali bergerak.
“Kyaaaaa!!”

~oOo~

“Aish! Aku tak ingin menaiki permainan itu lagi” ucap Minhyuk dengan wajah yang pucat.
“Hahaha… Bukannya kau sendiri yang memilih permainan itu?” Tanya Sungjae dengan gelak tawanya. Minhyuk memanyunkan bibirnya, imut.
“Kali ini, aku yang pilih permainan!” Seru Sungjae.
“Terserah”
“Kaja” Sungjae menarik tangan Minhyuk.

Minhyuk membulatkan matanya saat mengetahui permainan yang dipilih oleh Sungjae.
“Roller coaster?” Tanya Minhyuk.
“Yup! Kaja” Sungjae mengangguk dan menarik tangan Minhyuk untuk mengantri. Oh-oh, sepertinya Sungjae tak menyadari air muka Minhyuk yang berubah pucat pasi.

~oOo~

“Ini” Sungjae memberikan minuman ke arah Minhyuk yang sedang duduk di salah satu kursi panjang yang tersedia di taman bermain itu. Ia kemudian duduk di samping Minhyuk.
“Kenapa kau tak bilang jika kau tak ingin naik roller coaster?” Tanya Sungjae.
“Bagaimana aku mau bilang, kau terus menarik tanganku untuk menaiki permainan sialan itu” ucap Minhyuk. Ia baru saja selesai memuntahkan isi perutnya.
“Ck! Kau ini” Sungjae mengacak-acak rambut Minhyuk.
“Sungjae~ah” panggil Minhyuk pelan.
“Hn?”
“Aku lapar~”
“Kaja kita cari restoran terdekat” ajak Sungjae.

~oOo~

“Ah, aku kenyang” ucap Minhyuk.
“Kaja kita pulang” Sungjae dan Minhyuk segera bangkit dari duduknya. Sungjae menyimpan beberapa lembar uang di meja lalu menarik tangan Minhyuk keluar dari restoran itu.

“Sungjae~ah” Minhyuk kembali memanggil Sungjae. Mereka berjalan-jalan di taman hiburan itu.
“Hn?”
“Aku ingin ice cream~” ucap Minhyuk sambil menunjuk ke arah penjual ice cream.
“Tunggulah disini”

5 menit kemudian…

“Igeo” Sungjae menyerahkan ice cream rasa coklat ke arah Minhyuk.
“Gomawo chagi” ucap Minhyuk sambil mengecup pipi Sungjae. Sungjae terdiam, ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali.
“Hey! Ayo kita naik bianglala” Minhyuk menarik tangan Sungjae sambil berjalan ke arah orang yang sedang mengantri untuk bianglala.

~oOo~

“Wah, ternyata memang bagus melihat kota Seoul dari dalam bianglala, apalagi sambil memakan ice cream” celetuk Minhyuk.
“Hn”

Mereka terdiam sambil terus mengamati kota Seoul.
“Minhyuk” panggil Sungjae. Minhyuk menatap Sungjae.
“Waeyo?” Tanya Minhyuk.
“Sini” Sungjae menepuk tempat di sampingnya. Minhyuk segera duduk di samping Sungjae.

Minhyuk kembali memandang kota Seoul. Ia kaget ketika Sungjae menangkup ke dua pipinya, dan semakin terkejut ketika Sungjae menjilat ujung bibirnya. Pipi Minhyuk tiba-tiba memanas, oh, Minhyuk yakin wajahnya sekarang pasti memerah.
“Ada bekas ice cream di ujung bibirmu” ucap Sungjae dengan wajah memerah setelah menjauhkan wajahnya.
“O-oh” ucap Minhyuk gugup. Mereka terdiam, suasana menjadi canggung.

~oOo~

“Gomawo” ucap Minhyuk saat mobil Sungjae berhenti di depan rumah Minhyuk.
“Ne, apa besok aku menjemputmu?” Tanya Sungjae.
“Ja-jangan! Na-nanti Ilhoonie curiga” ucap Minhyuk terbata. Sungjae memutar matanya malas, ia tidak suka Minhyuk menyebut nama lhoon.
“Ya sudah, keluarlah” ucap Sungjae ketus. Minhyuk terkejut.
“Ba-baiklah, annyeong” Minhyuk segera keluar dari mobil Sungjae. Ia segera memasuki rumahnya. Sungjae segera mengemudikan mobilnya, meninggalkan kediaman Lee.

~oOo~

“Hari minggu kemarin kalian ke mana?” Tanya Eunkwang.
“Aku di rumah saja” jawab Peniel.
“Aku ke toko musik” ucap Changsub.
“Kau Minhyuk?” Tanya Peniel.
“Uhm…a…aku….” Minhyuk melirik Sungjae lalu kembali menatap teman-temannya, “aku di rumah saja” jawabnya.
“Kau Hyunsik?” Tanya Eunkwang.

Glek!

Hyunsik menelan ludahnya dengan susah payah.
“A…a…aku….” Hyunsik melirik Minhyuk sekilas, “aku juga di rumah” jawab Hyunsik.
“Ck! Kalian nggak asyik nih! Seperti aku dong, aku kemarin jalan-jalan di pantai! Apa kalian tahu? Aku melihat banyak sekali gadis yang menggunakan bikini” ucap Eunkwang semangat.
“Benarkah? Kenapa kau tak ajak kami?” Tanya Peniel.
“Hehehe” Eunkwang hanya cengengesan.
“Aish! Eunkwang nggak asyik nih! Melihat ‘pemandangan indah’, tidak ajak-ajak dengan kami” ucap Changsub. Minhyuk dan Hyunsik hanya menatap mereka dengan tatapan malas.

~oOo~

Hari keenam

“Temani aku ke toko buku” ajak Sungjae saat kelas telah sepi.
“Geurae. Kaja” Minhyuk menyandang(?) tasnya. Mereka berjalan keluar kelas.

Toko Buku

“Kau sebenarnya ingin mencari buku apa?” Tanya Minhyuk sambil terus mengikuti Sungjae yang sedari tadi terus berputar-putar mencari buku, entahlah, buku apa yang sedang dicari oleh namja itu.
“Hm, sepertinya buku yang aku cari tak ada. Kaja kita pulang!” Sungjae menarik tangan Minhyuk.
“Aish!” Gerutu Minhyuk.

~oOo~

Setelah keluar dari toko buku tadi, mereka berdua tak langsung pulang. Di sinilah mereka…
“Ahjussi, ramennya dua” ucap Sungjae setengah berteriak karna di kedai tempat mereka makan sekarang sangat ramai.
“Oh ya, kau kenapa dua hari belakangan ini tak bersama Ilhoon?” Tanya Sungjae. Minhyuk terkejut mendengar pertanyaan Sungjae, ia baru menyadari ternyata dua hari ini Ilhoon tak menghubunginya dan ia juga melupakan Ilhoon-terlalu asyik bersama Sungjae-.
“Me…memangnya kenapa? Apa kau ingin aku selalu bersama Ilhoonie?” Tanya Minhyuk. Sungjae tak menjawab.

“2 mangkuk ramen datang~” seru seorang ahjussi yang sedang membawa nampan-berjalan menghampiri MinJae. Di nampan tersebut terdapat 2 mangkuk ramen. Ahjussi itu menaruh semangkuk ramen di depan Minhyuk dan menaruh ramen satunya lagi di depan Sungjae.
“Ini ahjussi” Sungjae menyerahkan beberapa lembar uang.
“Selamat menikmati” ahjussi itu mengambil uang itu, lalu, berlalu meninggalkan MinJae.

Sungjae segera memakan ramennya, begitupula dengan Minhyuk.

~oOo~

Hari kesembilan

“Pagi~” sapa Minhyuk ceria saat memasuki kelas.
“Kau kenapa? Ceria sekali” celetuk Changsub.
“Hehehe… Ani, hanya ceria saja. Memangnya tak bisa ya?” Tanya Minhyuk sambil duduk di bangkunya.
“Bisa saja. Tapi keceriaanmu itu sangat aneh” jawab Changsub.
“Peniel mana?” Tanya Minhyuk.
“Dia hari ini tidak masuk” jawab Eunkwang.
“Waeyo?” Minhyuk mengeluarkan buku kesayangannya.
“Kau kan tahu, Peniel itu orang yang sibuk” ucap Eunkwang.
“Aigoo~ kasian sekali Peniel, masih muda sudah harus memegang perusahaan” ucap Minhyuk dengan nada kasian.
“Apa kalian tahu?” Tanya Minhyuk dengan wajah semangat.
“Mwo?” Changsub dan Eunkwang mendekat ke arah meja Minhyuk dengan wajah penasaran. Sungjae dan Hyunsik hanya melihat ke arah Minhyuk dari tempat duduk mereka.
“Ilhoon mengajakku kencan!” Seru Minhyuk semangat. Eunkwang dan Changsub memasang wajah datar.

‘Kupikir ada hal penting apa, eh, nyatanya…ckckck! Dasar Minhyuk!’ Batin Eunkwang dan Changsub. Mereka berdua kembali ke bangku mereka.

Minhyuk menahan tawa. Sungjae menatap tak suka ke arah Minhyuk, sedangkan Hyunsik membulatkan matanya.

‘Bukannya hari ini Ilhoon mengajakku kencan ya? Kenapa Minhyuk?’ Batin Hyunsik.

Ia segera mengetik pesan untuk Ilhoon.

‘From : Hyunsik chagiya
To : Ilhooniee :*

Jagi, hari ini kau kencan dengan siapa? Kenapa Minhyuk mengatakan bahwa hari ini kalian kencan? Bukankah kau juga mengajakku?’

~oOo~

Ilhoon membulatkan matanya saat membaca pesan Hyunsik. Astaga! Bagaimana bisa ia melupakan janji kencannya bersama Hyunsik? Dan sekarang ia sudah membuat janji kencan(lagi) bersama Minhyuk.

“Kau kenapa?” Tanya Taemin, teman sekelas Ilhoon.
“Ti…tidak…” Jawab Ilhoon terbata.
“Kau sepertinya memiliki masalah, ceritalah” suruh Taemin dengan suara lembutnya.
“Tidak, aku tidak memiliki masalah” Ilhoon tersenyum. Taemin hanya mengangguk menanggapinya.
“Eh, aku ingin bercerita. Kemarin, Sulli mendapatiku sedang bersama Jiyoung di cafe depan sekolah. Astaga! Sulli benar-benar meluapkan semua emosinya” ucap Taemin. Ilhoon menatap dengan tatapan ‘lanjutkan’
“Kemarin aku benar-benar takut. Aku pikir hubunganku dengan Sulli akan segera berakhir, tapi untung tuhan masih berpihak kepadaku. Jiyoung yang notabene teman dekat Sulli, langsung menceritakan semuanya pada Sulli” cerita Taemin.
“Sebenarnya kau selingkuh tidak sih?” Tanya Ilhoon. Taemin hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Aigoo~ Lee Taemin! Bersyukur kau tidak ketahuan” ucap Ilhoon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Untunglah, Sulli itu percaya sama Jiyoung. Jika tidak, putuslah sudah diriku dengan Sulli..hiks..” Ucap Taemin diakhiri dengan tangisan palsu. Ilhoon hanya memutar bola matanya.
“Hey! Kau serius hanya berpacaran dengan Minhyukkie saja? Tidak ada selingkuhan?” Tanya Taemin.

Glek!

Ilhoon menelan ludahnya dengan susah payah.

“Ten..tu saja.. Ha..hanya Minhyuk..” Jawab Ilhoon terbata.
“Jinjja?” Ilhoon mengangguk.
“Tapi kenapa kau jadi terbata begini?” Taemin menatap curiga ke arah Ilhoon.
“Ti..tidak.. Kenapa-napa” ucap Ilhoon.

Ringg~

“Ah, sudah bel. Aku ke kelas Minhyukkie, annyeong Taeminnie” Ilhoon berlari keluar kelas.
“Huumm… Anak itu sedikit mencurigakan” gumam Taemin.

~oOo~

“Huufftt~ untung bel berbunyi. Jika tidak, mampuslah aku” gumam Ilhoon. Ia merapikan rambutnya lalu memasuki kelas Minhyuk.
“Annyeong” Ilhoon tersenyum manis seraya berjalan ke bangku Minhyuk.
“Annyeong, jagiya” balas Minhyuk sambil balas tersenyum manis ke arah Ilhoon.
“Jagi, mian. Kurasa hari ini kencan kita tidak jadi, mian” Minhyuk memasang tampang sedih.
“Wae?” Tanya Minhyuk sambil memainkan dasi yang dikenakan Ilhoon.
“Tadi ibuku menelfon, beliau menyuruhku untuk menjemput samcheon di bandara” Ilhoon melirik ke arah Hyunsik yang membulatkan matanya.
“Araseo” ucap Minhyuk cemberut.
“Aish! Jangan cemberut seperti itu, aku jadi merasa bersalah” ucap Ilhoon lalu mengecup bibir Minhyuk. Hyunsik mengalihkan pandangannya ke arah lain, sedangkan Sungjae mengepalkan tangannya.
“Ehem, ehem, berhentilah bermesraan. Mentang-mentang kami masih jomblo, kalian jadi memanas-manasi kami” ucap Eunkwang.
“Hehehe… Mian” Ilhoon dan Minhyuk hanya cengengesan.

~oOo~

Hyunsik berjalan menuju ke rumahnya, jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Panas? Tentu saja!
Hyunsik bahkan mengelap keirngatnya beberapa kali. Rumahnya dan sekolah memang tidak jauh. Tapi entah Hyunsik hari ini lelah sekali sehingga jalan saja sangat lambat.

Pip~ pip~

Hyunsik minggir ke pinggir jalan, memberi akses jalan untuk mobil yang terus klakson itu.

Pip~ pip~

Dengan kesal, Hyunsik membalikkan badannya. Matanya membulat saat mendapati Ilhoon tengah tersenyum manis ke arahnya, Ilhoon sedang berdiri di samping pintu mobilnya.
“Aish! Kau mengesalkan!” Gerutu Hyunsik.
“Hehehe… Kaja” Ilhoon membukakan pintu untuk Hyunsik. Hyunsik berjalan ke arah Ilhoon.

Pletak

“Kya!” Teriak Ilhoon kesal. Hyunsik tak menghiraukannya, ia segera masuk ke dalam mobil Ilhoon. Ilhoon menutup pintu mobil itu, lalu berjalan ke pintu sebelah. Masuk ke dalam mobil. Selama mengemudi, mulut Ilhoon komat-kamit nggak jelas.
“Ck! Kalau kau tidak ikhlas mengantarku, turunkan aku di sini!” Ujar Hyunsik kesal. Ilhoon menoleh sebentar ke arah Hyunsik lalu kembali fokus mengemudi.
“Jung Il Hoon!” Teriak Hyunsik.
“Diamlah!” Balas Ilhoon. Hyunsik mengerucutkan bibirnya kesal. Sungguh, ia sangat lelah sekarang. Hyunsik menghela napas lalu menyenderkan kepalanya di sandaran mobil. Tak lama, Hyunsik mulai terlelap.
Ilhoon tersenyum tipis menyadari bahwa ‘kekasih’nya itu tela terlelap.

~oOo~

Sepasang namja itu tengah duduk di kursi taman yang langsung berhadapan dengan danau. Namja yang berwajah imut sedang melempar batu kerikil ke arah danau itu. Sedangkan namja yang satunya sedang menatap danau itu dengan serius. Mereka sudah duduk di sini sejak 15 menit yang lalu, namun di antara mereka berdua tak ada yang berbicara. Minhyuk yang biasanya memiliki banyak topik dibicarakan, tapi kali ini diam.

‘Aish! Kenapa kikuk seperti ini..’ Batin Minhyuk. Ia menghela napas lalu menghembuskannya.

“Tidak terasa ya tinggal 1 minggu lagi” ucap Minhyuk sambil melempar batu kerikil ke danau. Sungjae mengerutkan keningnya.
“1 minggu?” Tanya Sungjae.
“Ck! Jangan bilang kau melupakan kesepakatan kita. Oh, jika kau melupakannya, aku akan merasa sangat senang” ucap Minhyuk, kembali melempar batu kerikil. Sungjae semakin mengerutkan keningnya, kenapa disaat seperti ini ingatan otaknya berkurang?
Sungjae berusaha mengingat apa yang telah ia lupakan. Minhyuk melirik Sungjae sebentar.

Oh, rupanya namja yang berada di sampingnya ini benar-benar melupakan kesepakatan mereka.

“Aish! Baiklah, bukankah kita pacaran hanya 16 hari? Hari ini adalah hari kesembilan. Berarti kita pacaran tinggal 1 minggu lagi” ucap Minhyuk. Sungjae membulatkan matanya, astaga! Kenapa ia bisa melupakan hal itu? Apakah ia terlalu asyik bersama Minhyuk hingga ia lupa dengan kesepakatan itu?

Astaga!

Yook Sungjae!

TBC

AnnyeongπŸ™‚
Mian lanjutannya lama u,u
Author lagi males ngetik gegara beberapa flame di ff author yg lain. Maklumlah author masih terlalu muda untuk menerima flame or bash. Jika sudah di bash sekali, maka author akan down berkelangsungan…huuffttt~
Moga part ini nggak ngecewainπŸ™‚ mian, ini kependekan dan alurnya kecepatanπŸ˜₯

*Sorry for Typo(s)*