Tag

, , , , , , , , , , , ,

Love, Hurt, And Jealous © R C Warni
TaeLli, MyungEun, KaiSul
Rated T. Romance(maybe)| hurt/comfort

Sulli segera mendorong Taemin yang sedang memeluknya. Ia menatap lurus ke depan.
“Kenapa kau tak ingin kita putus?” Tanya Sulli tanpa menoleh ke arah Taemin. Taemin terdiam, memikirkan kata-kata yang tepat agar hubungannya dengan Sulli tak berakhir. Mencari alasan, ah, ia sendiri sebenarnya juga bingung, kenapa ia tak ingin putus. aish! Bukankah kau memang menginginkan ini? Tapi kenapa saat dia meminta putus, kau tak mau? Wae?
“Naega geunyang….(I’m just) tak ingin putus” gumam Taemin.
“Cih! Beri aku alasan yang masuk akal, aku akan berubah fikiran. Hajiman(but)… Jika alasanmu hanya ingin membuat Krystal cemburu, uri heojija(kita putus)” ucap Sulli, Sulli menunggu jawaban Taemin untuk beberapa saat. Tapi Taemin tak mengeluarkan sepatah katapun. Sulli segera berdiri lalu berkata,”aku pergi, annyeong” Sulli segera pergi dari tempat itu. Setelah beberapa langkah ia meninggalkan Taemin, air bening itu kembali mengalir dari mata indahnya. Sulli langsung berjalan cepat sambil menghapus air matanya.

“Sul-tidak” Taemin yang tadinya ingin berteriak memanggil Sulli langsung menggeleng kepalanya, mengurungkan niatnya, “ini yang aku inginkan!” Tegas Taemin. Ia segera berdiri lalu menggumamkan ‘sekarang tinggal memikirkan cara bagaimana memisahkan Minho hyung dan Krystal’ lalu meninggalkan tempat itu.

~oOo

Victoria membulatkan matanya saat ia membuka pintu dorm. Ia segera memeluk dongsaeng-nya itu, mengelus rambutnya.
“Waeyo saeng?” Tanya Victoria.
“Hiks…. Hiks….” Sulli tak menjawab, ia hanya menangis terisak. Victoria melepaskan pelukannya.
“Tenanglah, ayo masuk” Victoria menutup pintu dorm lalu merangkul Sulli, mereka berjalan ke ruangan tengah. Victoria mendudukkan Sulli di kursi sofa.
“Ceritakan pada eonni” suruh Victoria.
“Hiks… Aku….dan…..Taemin oppa…hiks…berakhir…” Victoria segera memeluk Sulli.
“Yang sabar ya. Tapi kau memilih keputusan yang benar saeng, kau memang harus putus dengannya. Terlepas dari sikapnya acuhnya, dia juga tak..eum….mencintaimu..” Victoria mengelus punggung Sulli yang masih terisak.

“Kau kenapa Sulli~ah?” Krystal berjalan dengan lemah ke arah Sulli dan Victoria. Wajahnya masih pucat, menampakkan bahwa seorang Krystal Jung dalam keadaan tidak sehat. Victoria melepaskan pelukannya lalu menoleh ke arah Krystal.
“Astaga, Soo Jungie! Kenapa kau keluar kamar? Keadaanmu belum pulih” ucap Victoria sambil membantu Krystal berjalan ke sofa.
“Aku mendengar isakan Sulli, jadi aku keluar” jelas Krystal dengan suara lemah.
“Seharusnya kau memanggilku untuk membantumu” ucap Victoria sambil mendudukkan Krystal di samping Sulli. Victoria duduk di samping Krystal.
“Sulli~ah, kau kenapa?” Sulli yang tadinya menunduk segera mendongak, menatap ke arah Krystal.
“Hiks…aku….”
“Kau dan Taemin putus?” Tebak Krystal. Sulli mengangguk, isakannya semakin terdengar.
“Karena aku ya?” Tanya Krystal dengan mimik sedih. Krystal tahu bahwa Taemin menyukainya.
“A…aniya….” Ucap Sulli.
“Jangan bohong! Karena aku ‘kan?” Desak Krystal.
“Tidak, bukan karenamu. A…aku hanya ingin putus saja dengan Taemin oppa. A..aku…tidak…tahan lagi” gumam Sulli. Krystal segera memeluk Sulli. Sulli dapat merasakan suhu tubuh Krystal yang sangat panas.
“Mianhae” gumam Krystal.

~oOo~

“Bagaimana?” Tanya Minho saat melihat Taemin memasuki dorm.
“Apa?” Tanya Taemin bingung.
“Kalian putus ‘kan?” Tanya Minho dengan smirk-nya. Jonghyun, Onew, dan Key langsung menoleh ke arah sang maknae. Members SHINee-minus Taemin- tadinya sedang menonton TV.
“Ne. Memang kenapa?” Tanya Taemin santai.
“Baguslah. Sulli memang anak yang pintar, dia mengambil keputusan yang benar. Walau dia memutuskanmu sudah agak telat karna sudah banyak luka yang kau berikan. Tapi dia melakukan hal baik, dengan begitu dia tidak akan tersakiti lagi oleh namja brengsek sepertimu. Cih” Minho segera memasuki kamarnya. Onew, Key, dan Jonghyun bernafas lega. Sementara Taemin memasang wajah kesal.
“Sulli mengambil keputusan yang benar” ucap Key sambil melirik Taemin.
“Cepat kau ganti baju, kita akan segera ke kantor KBS” suruh Onew. Dengan kesal Taemin ke kamarnya.

‘Cih! Kenapa mereka membela Sulli? Dan apaan itu Minho hyung! Aku brengsek? Cih!’ Batin Taemin.

~oOo~

20:00 KST

Members F(x) baru saja selesai makan malam saat bel pintu berbunyi. Luna segera membuka pintu.
“Annyeong haseyo” sapa ke-empat namja tampan itu dengan semangat.
“Ne, annyeong haseyo oppadeul. Silahkan masuk” ucap Luna. Ke-empat members SHINee itu-minus Taemin- segera masuk ke dalam dorm F(x).
“Hai” sapa Amber.
“Hai” balas members SHINee.
“Kalian ada apa kesini?” Tanya Victoria.
“Uhm, kami ingin mengunjungi Krystal dan Sulli. Pasti mereka butuh hiburan” ucap Onew.
“Oh. Silahkan duduk” members SHINee segera duduk di sofa empuk itu.
“Kau sudah baikan Jjongie?” Tanya Victoria.
“Ya, begitulah” jawab Jonghyun.
“Baguslah” ucap Victoria. Luna datang dari dapur dengan membawa nampan yang berisi 4 gelas coffee. Luna meletakkan coffee itu di depan members SHINee.
“Silahkan diminum” ucap Luna lalu duduk di samping Victoria.
“Krystal di mana?” Tanya Minho.
“Di kamar” Minho berdiri, berniat ke kamar Krystal. Namun, belum juga ia melangkah Victoria sudah memperingatinya.
“Jangan berbuat macam-macam” ucap Victoria galak.
“Tentu saja” ucap Minho.
“Pemberitahuan saja. Setiap kau berkunjung ke sini, aku selalu melihat bercak merah di leher Krystal. Karena itu, aku sengaja memasang CCTV di kamar Krystal. Berhati-hatilah, kalau sampai kau berbuat macam-macam pada Krystal, aku akan menghajarmu” ucap Victoria. Wajah Minho memerah menahan malu. Onew yang tadinya sedang meminum coffee-nya langsung menganga membuat coffee-nya sedikit keluar dari mulutnya, JongKey dan Luna beserta Amber membulatkan mata mereka. Uhm, Victoria terlalu ‘terbuka’.
“Aish! Araseo nuna. Aku tak akan melakukan itu” ucap Minho lalu berjalan ke kamar Krystal.

“I…itu benar?” Tanya Key yang sudah sadar. Key mengambil tissue lalu meng-lap mulut Onew yang masih ada bekas Coffee. Onew tersadar dari keterkejutannya. Begitupula JongNa dan Amber. Mereka memandang Victoria.
“Tentu saja” ucap Victoria.
“Awas saja anak itu! Kalau pulang akan kuajari dia” ucap Onew kesal.

“Eh, kalian di sini?” Tanya Sulli yang baru keluar dari kamar mandi.
“Omo! Jinri~ah” pekik Key sambil menghampiri Sulli, “Omo! Omo! Matamu bengkak? Astaga! Dasar Taemin sialan” ucap Key sambil membelai pipi Sulli.
“Jangan menangisinya. Itu hanya membuat wajah cantikmu jadi jelek seperti itu” ledek Onew.
“Apa? Aku jelek?” Tanya Sulli kaget.
“Ne. Mata bengkak, hidung memerah, aish! Kau sangat jelek Jinri~ah” ucap Onew. Sulli langsung melemparkan handuk kecil yang sedari tadi ia pegang ke arah Onew.
“Dasar oppa jelek! Pecinta ayam! Huuh~” ledek Sulli lalu memeletkan lidahnya. Mereka tertawa melihat Sulli yang -sedikit- melupakan Taemin.

~oOo~

“Aish! Berapa lama lagi kita harus menunggunya?” Keluh namja tampan itu.
“Sabar oppa, sebentar lagi Taemin oppa datang” yeoja yang duduk di hadapan namja itu mengelus tangan namja bernama lengkap Kim Myungsoo.
“Astaga! Kau sudah mengucapkan itu banyak kali sayang” kesal Myungsoo atau L, “ayo kita pulang! Kita sudah hampir satu jam menunggunya” L segera berdiri, menarik tangan Naeun lalu berjalan menuju pintu keluar cafe itu. Namun, baru berada di depan pintu keluar, sosok yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang.
“Mian Naeun~ah, aku terlambat” ucap Taemin, “kalian sudah mau pulang?” Tanya Taemin.
“Belum. Ayo kita masuk ke dalam” Taemin segera masuk. Naeun menarik tangan L yang sepertinya tak ingin kembali ke dalam.
“Ayolah, oppa” dengan terpaksa mereka kembali masuk.

Taemin duduk di hadapan MyungEun.
“Selamat malam tuan, nona. Kalian ingin pesan apa?” Tanya pelayan itu sopan.
“Malam, aku pesan Spaghetti” ucap Taemin, “kalian pesan apa?” Taemin bertanya pada MyungEun couple.
“Steak” ucap Naeun.
“Aku juga steak” ucap L.
“Baik, pesan akan segera datang. Permisi” pelayan itu membungkuk hormat lalu meninggalkan MyungEun Taemin.

“Uhm, kau,” Taemin menunjuk L, “kau dulu pernah training di SM ‘kan?” Tanya Taemin. L mengangguk.
“Ah, ingatanku masih kuat” gumam Taemin, “sekarang kau member Boyband apa?” Tanya Taemin. L cengo’, begitupula Naeun.

Segitu sibuknya kah Taemin sampai tak terlalu memperhatikan hoobae-nya? Atau segitu tidak terkenalnya Infinite sampai-sampai Taemin tak mengenal Myungsoo yang notabene member Infinite yang-mungkin- paling terkenal?

“Ah, perkenalkan, dia Kim Myungsoo yang biasa di panggil L. Dia member dari Infinite. Dia namjachingu-ku” Naeun memperkenalkan L. L segera berdiri.
“Annyeong haseyo sunbae. Bangapseumnida” L membungkuk sebentar. Namun belum sempat L duduk, pertanyaan Taemin membuat L terkejut begitupula dengan Naeun.
“Oh, jadi kau yang namanya L. Kau menyukai Krystal ‘kan?”
Naeun menatap L sementara L membulatkan matanya.
“Permisi. Ini pesanan anda tuan, nona” Suara pelayan itu cukup membuat L dan Naeun tersadar dari keterkejutan mereka. Taemin tersenyum pada pelayan itu. Pelayan segera menaruh 3 piring makanan di atas meja lalu meninggalkan mereka bertiga.
“Duduklah” Taemin menyuruh L untuk duduk. L segera duduk. Mereka mulai menyantap makanan yang mereka pesan.

.
.

“Jadi, benar ‘kan?” Tanya Taemin saat mereka selesai makan.
“aniya. Aku tak menyukai Krystal” ucap L tenang.
“Lalu? Kenapa kau memilih Krystal sebagai sahabat wanita ideal? Dan lagipula kau ingin foto bersama Krystal dan juga kau mengatakan bahwa Krystal sangat cantik” ucap Taemin santai.
“Memang tak bisakah kalau aku memilih Krystal? Cih! Bukan berarti dengan memilih Krystal itu sudah menandakan bahwa aku menyukai Krystal. Tidak! Aku hanya menyukai Naeun! Krystal memang cantik. Tapi menurutku lebih cantik Naeun” Tegas L yang sedikit emosi. Wajah Naeun memerah mendengar ucapan Myungsoo.
“Benarkah? Baguslah. Kuharap, kau tak menginkari ucapanmu. Aku pulang, Naeun~ah, terima kasih atas undangan makan malamnya dan semoga hubungan kalian langgeng. Annyeong” Taemin membungkuk lalu meninggalkan Naeun dan L.
“Haah~ dia membuatku kesal” ucap L.
“Tenanglah. Ayo kita bayar makanan ini dan pulang” Naeun segera berdiri, meraih tangan L lalu berjalan ke arah kasir.

~oOo~

“Sulli~ah” Victoria membuka selimut yang menutupi Sulli.
“Omo! Kau masih menangisinya? Astaga! Jinri~ah” ucap Victoria. Sulli segera bangun dari tidurnya lalu memeluk Krystal.
“Ini terlau sakit, masih sakit, dan sakitnya belum hilang” ucap Sulli parau. Isakan keluar dari mulutnya. Victoria mengelus punggung Sulli.
“Bagaimana cara agar sakitnya hilang eonni? A…aku tak tahan, hatiku rasanya seperti di tusuk-tusuk jarum tajam. Tercabik-cabik dan hancur berkeping-keping..hiks…”
“Perlahan rasa sakitnya akan hilang. Kau tak perlu berusaha melupakannya karna jika kau berusaha melupakannya maka dia akan semakin terpikirkan. Biarkanlah, lama-kelamaan dia akan hilang” nasehat Victoria.
“Benarkah?” Tanya Sulli.
“Ne, dulu aku juga mengalami hal yang sama saat putus dengan Nichkhun” ucap Victoria.
“Sekarang, apa kau bisa membantuku?” Tanya Victoria.
“Bantu apa eonni?” Tanya Sulli.
“Persediaan makan kita untuk minggu ini telah habis. Manager masih dipanggil oleh sajangnim, Luna dan Amber ada job, sementara Krystal. Ia masih sakit. Jadi, bisakah kau berbelanja persediaan minggu ini?” Tanya Victoria.
“Ne, mana daftar belanjanya?” Tanya Sulli. Victoria menyerahkan kertas yang berisi daftar belanja.
“Aku keluar” Victoria segera keluar dari kamar itu sementara Sulli masuk ke kamar mandi.

~oOo~

“Sosis sudah, daging sudah, sayur sudah, telur sudah, bla bla” Sulli terus bergumam seraya menatap Daftar belanjaannya.
“Sepertinya semuanya sudah” gumam Sulli sambil mendorong kereta belanjaannya(?) *author bingung apa namanya-,-“*. Sulli mengenakan kacamata dan masker yang menutupi hidung dan mulutnya. Saat Sulli ingin berjalan ke kasir, mata berbinar ketika melihat mangga segar.
“Krystal pasti senang jika aku membelikannya” gumam Sulli sambil mendorong keranjang belanjaannya ke arah buah mangga yang tertata rapi di meja dengan papan harga yang menunjukkan bahwa mangga itu berharga 1000 won.
Saat Sulli hendak memegang mangga itu, tangannya bersamaan dengan tangan seorang namja. Alhasil tangan Sulli dan namja itu bersentuh, tangan namja itu berada di atas tangan Sulli. Sulli segera mendongak menatap namja itu begitupula namja itu, ia menatap Sulli. Selama beberapa menit mereka bertatapan, yah, walau dihalangi oleh kacamata. Sulli tersadar, ia segera menarik tangannya membuat namja di depannya tersadar.
“Ah, jwisonghamnida” namja itu membungkuk.
“Gwaenchana” balas Sulli sambil tersenyum. Namun sayang, namja itu tak dapat melihat senyum Sulli karena ditutupi oleh masker. Sulli segera mengambil beberapa buah mangga lalu membungkuk ke namja itu dan pergi ke kasir.

.
.

Sulli memegang kantung-kantung belanjaannya. Nampaknya ia kesusahan. Baru beberapa langkah Sulli meninggalkan Supermarket, suaranya seseorang yang berteriak membuat Sulli menghentikan langkahnya lalu menoleh.
“Changkamanyo” ‘oh rupanya namja yang tadi’ batin Sulli.
Namja itu berlari ke arah Sulli.
“Hah…hah…” Namja itu berdiri di depan Sulli sambil mengatur nafasnya.
“Ada apa?” Tanya Sulli.
“Maukah kau minum segelas coffee denganku di restoran itu?” Namja itu menunjuk toko yang ada di seberang jalan.
“Jwisonghaeyo, jigeum nan neomu bappeuneyo(maaf, sekarang aku sangat sibuk)” ucap Sulli sambil membungkuk lalu berjalan. Namun langkahnya kembali terhenti saat namja itu menahan tangan Sulli.
“Aku mohon, aku adalah fans-mu Sulli-ssi” ucapan namja itu cukup membuat Sulli terkejut. Darimana namja ini mengetahui bahwa dia adalah Sulli? Penyamarannya terlalu kentara kah?
“Aku mohon..” Mohon namja itu lagi. Sulli berpikir sejenak lalu menjawab, “baiklah, tapi aku menyimpan ini dulu di mobil”
“Sini, biar aku yang membawanya” namja itu merebut kantung belanjaan Sulli.
“Ah, tidak usah, biar aku saja” Sulli mengambil kantung belanjaannya lagi.
“Tidak, biar kali ini aku membantu” namja itu merebut kantung milik Sulli. Sulli menghela napas panjangan. Ugh, sepertinya namja di hadapannya ini namja keras kepala.

.
.

“Selamat datang tuan, nona” sapa seorang pelayan saat Sulli dan namja itu masuk ke restoran itu.
“Uhm, dimana tempat yang paling sepi?” Tanya namja itu.
“Sini, ikut saya tuan” Sulli dan namja itu mengikuti pelayan yang mengantarkan mereka ke tempat duduk yang sepi.
“Silahkan duduk” Sulli dan namja itu segera duduk. Ya, memang benar. Tempat Sulli dan namja itu sekarang memang sepi, bahkan tak ada pengunjung yang duduk di sekitar mereka. Pengunjung yang lain lebih senang duduk di pinggir jendela sementara tempat Sulli dan namja itu berada di pojok belakang.
“Anda mau pesan apa tuan, nona?” Tanya pelayan itu.
“Kopi” ucap namja itu.
“Coklat” ucap Sulli.
“Baik” pelayan itu membungkuk lalu pergi meninggalkan mereka.
“Jadi, dari mana kau tahu bahwa aku adalah Sulli?” Tanya Sulli.
“Sangat mudah mengenalimu Sulli-ssi” namja itu membuka kacamata beserta topinya. Sulli mengerutkan keningnya, sepertinya ia pernah melihat namja ini? Tapi dimana ya?
“P.O imnida” P.O berdiri lalu membungkukkan badannya.
“Ah, Choi Sulli imnida” Sulli ikutan berdiri dan membungkukkan badannya. Mereka berdua kembali duduk.
“Ini pesan anda” seorang pelayan datang dengan membawa segelas kopi dan coklat. Pelayan menaruh itu di atas meja lalu berkata, “selamat menikmati” membungkuk lalu menjauh dari Sulli dan P.O.

Sulli membuka maskernya sedangkan kacamatanya tidak. Tentu saja, tidak mungkin ia akan memperlihatkan mata bengkaknya ‘kan?
“Minumlah” suruh P.O. Sulli mengangguk lalu mengangkat gelas itu, menghirup aroma coklat , meniupnya-agar tak terlalu panas nantinya-lalu meminumnya. P.O juga meminum kopinya.
“Uhm, kau…” Sulli menggantungkan kalimatnya.
“Aku member Block B” ucap P.O.
“Ah, pantas wajahmu tidak begitu asing” kata Sulli, “uhm, tadi kau bilang kau penggemarku?” Tanya Sulli.
“Ne” jawab P.O malu-malu.
“Uhm, gomawo” ucap Sulli lalu kembali meminum coklatnya.

Mereka mulai larut dalam perbincangan yang awalnya agak canggung. Namun, mereka mulai akrab layaknya teman lama

~oOo~

Semenjak hari itu P.O dan Sulli mulai akrab. Mereka sering telponan tiap malam, hal ini membuat Sulli sedikit melupakan rasa sakit hatinya dan mengurangi porsi(?) Menangis Sulli tiap malam. Walau begitu, Sulli tetap saja masih mengingat Taemin dan hal itu membuat Sulli selalu menangis.

“Sulli~ah, akhir-akhir ini kau sering telponan sama seseorang. Siapa dia?” Tanya Krystal.
“P.O oppa” jawab Sulli.
“Nugu? Aku baru mendengar namanya. Artis atau bukan?” Tanya Krystal lagi.
“Tentu saja artis, dia member Block B”
“Wah, jinjja? Bagaimana ceritanya kau bisa kenalan dengannya?” Tanya Krystal lagi.
“Kami tak sengaja bertemu di supermarket minggu lalu. Padahal aku sudah mengenakan penyamaran, tapi dia tetap mengenaliku” ucap Sulli.
“Jinjjayo?”
“Ne, dia juga penggemarku”
“Wah, kau beruntung sekali. Apa P.O oppamu itu ganteng?” Tanya Krystal sedikit menggoda Sulli. Pipi Sulli sedikit merona.
“Ganteng tentunya” jawab Sulli. Krystal mulai menggoda Sulli dan itu membuat pipi Sulli -sedikit- merona.

~oOo~

Members F(x) berjalan di lobby SM. Mereka sesekali tersenyum ke arah pegawai.
“Omo!” Sulli tiba-tiba berhenti. Member F(x) yang lain ikutan berhenti.
“Ada apa?” Tanya Victoria.
“Aku melupakan ponselku di mobil. Kalian duluanlah, aku akan mengambil ponselku” ucap Sulli. Member F(x) yang lain mengangguk lalu berjalan memasuki lift sementara Sulli berlari keluar gedung SM menuju van.

.
.

Sulli berjalan memasuki lobby SM.
“Satu panggilan tak terjawab, P.O oppa” gumam Sulli sambil terus menatap ponselnya, ia tak memperhatikan jalan hingga..

Bruk!

Kepala Sulli mendarat tepat di dada bidang seorang namja. Hal itu membuat Sulli mendongak melihat siapakah orang yang ia tabrak. Mata Sulli membulat, ia segera mengambil jarak 50 cm meter dari namja yang ia tabrak itu.
“Ah, jwisonghamnida” Sulli membungkukkan badannya.
“Ne, gwaenchana Jinri~ah” jawab namja itu. Keadaan antara mereka berdua agak canggung. Sulli menunduk sementara namja itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Lama mereka terdiam dengan keadaan seperti itu hingga sebuah suara membuat mereka menatap orang yang mengeluarkan suara itu.
“Hey, kalian sedang apa?” Tanya Sehun.
“Eoh? Ti..tidak, kami sedang tidak melakukan apa-apa” ucap Sulli terbata.
“Lalu kenapa kalian berdiri berhadapan? Canggung sekali” komentar Sehun.
“Uhm, ta..tadi aku menabrak Jo..Jongin oppa” ucap Sulli. Kai hanya diam sambil memandang Sulli intens.
“Oh” hanya itu yang keluar dari mulut tuan Oh itu. Ugh, mentang-mentang marganya Oh jadi yang keluar hanya Oh -_- #plak #abaikan
“A..aku pergi dulu, member F(x) sudah menungguku, annyeong” Sulli membungkuk lalu berjalan cepat ke arah lift. Belum sempat Sulli masuk, ucapan Kai membuat Sulli menoleh..
“Jinri~ah, bisakah kita berteman seperti dulu lagi?” Sulli tersenyum mendengarnya.
“Tentu saja” ucap Sulli lalu masuk ke dalam lift. Kai tersenyum senang, sementara tuan Oh hanya menampakkan wajah -_-

~oOo~

Musik Rum pum pum pum terdengar di ruangan yang penuh dengan cermin itu. 5 orang yeoja cantik tengah berlatih untuk comeback mereka akhir Juli nanti.
Sulli tiba-tiba berhenti menari membuat member F(x) yang lain ikutan berhenti.
“Kenapa?” Tanya Victoria.
“Kenapa harus ada kata ‘cheotsarang’?” Tanya Sulli yang terdengar seperti gumaman.
“Sulli! Jangan mengingatnya lagi! Sebentar lagi kita akan comeback, kau harus fokus. Jika kau terus begini, mungkin comeback kita akan ditunda” ucap Victoria sedikit kesal. Ini sudah kesekian kalinya Sulli berhenti di tengah gerakan hanya karena kata ‘cheotsarang’. Victoria tahu, Taemin adalah cinta pertama Sulli. Tapi tidak bisakah Sulli fokus untuk comeback mereka?
“Mian eonni” Sulli tertunduk.
“Haah, yasudahlah” Victoria duduk di tengah ruangan latihan itu diikuti Sulli dan lainnya.

Tok tok

“Masuk” ucap Victoria. Pintu itu terbuka, menampilkan namja berkulit tan.
“Annyeong nuna, Sulli, Krystal” Kai membungkuk.
“Ada apa Kai?” Tanya Luna.
“Uhm, apa kalian sudah selesai latihan?” Tanya Kai.
“Sepertinya sudah, ada apa?” Tanya Victoria.
“Boleh aku mengajak Sulli untuk makan siang?” Tanya Kai lagi. Sulli menoleh ke arah Kai.
“Tentu saja” jawab Victoria. Sulli segera bangkit lalu berjalan ke arah pintu.
“Kami pergi, annyeong” Sulli dan Kai meninggalkan ruangan itu setelah menutup pintu.

“Sepertinya kau semangat sekali latihan, keringatmu banyak sekali” ucap Kai sambil menglap keringat yang ada di sekitar wajah Sulli. Mereka terus berjalan di koridor itu.
“Huuh, aku tidak konsen lagi dan sepertinya Victoria eomma marah” ucap Sulli sedih.
“Ck! Karena kata itu lagi?” Sulli mengangguk.
“Aigoo~ Sulli~ah, ayolah, kenapa kau memikirkannya lagi? Biasakan saat mendengar kata itu jangan membayangkan wajahnya, bayangkanlah hal lain-lain yang tidak membuat ingat padanya” ucap Kai.
“Tapi aku tak bisa” Sulli mem-poutkan bibirnya.
“Aku yakin, kau pasti bisa. Choi Sulli, Hwaiting” Kai mengepalkan tangannya ke udara.
“Ya, semoga saja” mereka memasuki lift.

~oOo~

Sudah memasuki awal bulan Juli. Sedikit demi sedikit Sulli mulai melupakan Taemin. Itu semua berkat Kai dan P.O, mereka berdua selalu menghibur Sulli. Sulli menganggap P.O sebagai teman curhatnya. Jadi, dia menceritakan semua tentang dia dan Taemin ke P.O. Setiap ada waktu luang, P.O dan Sulli sering jalan bersama. Kai juga sering bersama Sulli di gedung SM, mereka sering makan siang bersama, dan terkadang latihan bersama. F(x) yang sibuk latihan Rum Pum Pum Pum sementara EXO latihan Growl, lagu baru mereka.

Sulli dan Taemin jarang bertemu, bahkan mereka tak pernah bertemu setelah mereka putus. Awalnya Sulli menyesal telah memutuskan Taemin, namun sekarang sepertinya tidak lagi mungkin?

~oOo~

Hari ini adalah Comeback F(x) di M!Countdown. Mereka sekarang sedang di rias di ruangan mereka.
“Kau cantik dengan rambut warna merahmu Krystal” puji Sulli.
“Benarkah?” Tanya Krystal.
“Ne, tapi aku agak aneh dengan warna rambut Luna eonni yang hitam. Aku lebih suka jika warna rambut Luna eonni coklat” ucap Sulli lagi sambil melirik Luna yang sekarang mem-poutkan bibirnya kesal. Amber dan Victoria tertawa melihat wajah Luna.
“Aku jadi gugup lagi eonni” ucap Sulli saat mereka telah selesai di rias.
“Me too” ucap Krystal.
“Ayo kita segera ke backstage, setelah ini kita tampil” ucap Victoria. Mereka segera keluar dari ruangan itu.

.
.

Sebelum mereka tampil, mereka sempat di tanya-tanya oleh kru M!countdown.
“Apa kau pernah merasakan cinta pertama?” Tanya kru itu. Sulli terkejut namun ia berusaha tenang. Wajah Taemin berputar-putar di pikiran Sulli. Member F(x) menatap ke arah Sulli dengan tatapan khawatir. Sulli menghela napas lalu -pura-pura- tersenyum manis ke kamera.
“Aku belum pernah merasakannya” jawab Sulli santai.

Members F(x) menghela napas lega. Mereka pikir Sulli akan kembali sedih dan oh ternyata dugaan mereka salah!

Setelah sesi pertanyaan selesai, members F(x) segera naik ke atas panggung lalu menyanyikan lagu terbaru mereka, Rum Pum Pum Pum (cheotsarang).

~oOo~

Saat turun dari panggung, handpone Sulli bergetar, dan Sulli segera meraih ponselnya yang tadi ia titip pada sang manager. P.O oppa calling.

“Yoboseyo oppa” sapa Sulli dengan ceria.
“Yoboseyo Sulli~ah, kau melakukannya dengan baik”
“Benarkah?” Tanya Sulli sambil mengambil minuman yang disodorkan oleh manager, “gomawo” kata Sulli pada sang manager lalu duduk di kursi yang tersedia di backstage.
“Aish! Aku sepertinya makin jadi penggemar beratmu” Sulli tertawa mendengarnya.
“Baguslah kalau begitu, hihihi” ucap Sulli, “oppa kau harus membeli album baru kami, jika tidak, aku tak mau bicara denganmu” ancam Sulli dengan nada bercanda.
“Oh, tentu saja aku akan beli. Lagu baru kalian sangat bagus” ucap P.O.
“Gomawo, oppa sudah dulu. Kami harus naik ke panggung lagi. Annyeong” Sulli segera memutuskan sambungan.

1 pesan masuk

‘From : Kkamjongie
Jarhanda*kerja bagus* Sulli~ah (y)’

Sulli tersenyum lalu kembali menitip ponselnya ke manager dan member F(x) dan beberapa artis yang tampil kembali naik ke atas panggung.

~oOo~

“Aku capek sekali” keluh Sulli. Mereka memasuki lift yang mengantarkan mereka ke lantai 7 dimana dorm mereka berada.
“Aku juga” imbuh Krystal.
“Sampai dorm aku langsung tidur” ucap Luna. Mereka segera keluar dari lift saat lift sudah berada di lantai 7. Berjalan ke dorm mereka yang bernomor 347.
Victoria memasukkan kata sandi pintu lalu masuk ke dalam di susul oleh member yang lain.
“Kenapa gelap sekali?” Gumam Victoria. Ia segera meraba-raba mencari tombol lampu.

Ceklek

Truuuttt *anggap aja bunyi terompet*

“Selamat atas comeback kalian” member SHINee sekarang berada di dalam dorm F(x) yang sudah seperti ruangan pesta. Member F(x) yang tadi sudah mengantuk, kini mereka membulatkan mata mereka.
“Ba…bagaimana bisa kalian masuk?” Tanya Victoria.
“Hehehe, aku meminta sandinya ke manajer kalian” ucap Onew sambil nyengir.
“Ayo, kita mulai pestanya” seru Minho.
“Siapa yang menyiapkan semua makanan ini?” Tanya Luna.
“Key hyung” jawab Taemin. Luna melirik Taemin sejenak lalu berjalan ke arah member SHINee diikuti oleh yang lainnya. Mereka mulai berpesta hingga waktu menunjukkan pukul 23:00 KST. Members SHINee segera pamit pulang sementara members F(x) langsung masuk kamar masing-masing.

~oOo~

“Ah, pesta tadi malam membuatku lelah” ucap Sulli saat memasuki gedung KBS. Hari ini mereka akan tampil di Music Bank.
“Mereka mengadakan pesta di waktu yang kurang tepat” ucap Amber.
“Ya, kau benar” mereka segera memasuki ruangan yang bertuliskan ‘에프엑스'(F(x)). Di sana sudah perias yang siap merias mereka. Pertama yang di rias adalah Sulli dan Luna. Saat Sulli selesai ia meminta izin untuk ke toilet.
Sulli berjalan di koridor itu, setiap ruangan tertulis nama boyband and girlband atau penyanyi solo yang akan tampil di Music Bank. Saat melewati ruangan Apink pada saat itu juga pintu terbuka, membuat Sulli sedikit terkejut.
“Annyeong haseyo sunbae” sapa Naeun, Sulli memandang Naeun dari atas hingga bawah lalu tersenyum simpul kemudian pergi entah kemana. Naeun mengerutkan keningnya bingung, biasanya Sulli akan balas menyapa jika di sapa, tapi tadi Sulli hanya tersenyum. Naeun menggelengkan kepalanya lalu berjalan mencari ruangan bertuliskan ‘인피니트'(Infinite). Namjachingu-nya tadi menelponnya untuk datangan ke ruangan Infinite.

Tok! Tok!

Naeun mengetuk pintu itu. Pintu terbuka menampilkan sosok maknae Infinite yang tampan juga cantik itu.
“Ah, annyeong Naeun~ah. Silahkan masuk” Naeun tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam ruangan itu.
“Kau sudah datang rupanya” L segera menghampiri Naeun lalu memeluknya.
“Ehem” deheman sang Leader membuat L segera melepas pelukannya. L menarik Naeun untuk duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu.
“Kau kenapa?” Tanya L saat menyadari wajah Naeun yang sedikit bingung.
“Aku bingung, tadi aku bertemu Sulli sunbae saat menuju ke sini. Saat aku menyapanya, Sulli sunbae hanya tersenyum simpul lalu pergi begitu saja. Ini ‘kan aneh, biasanya sunbae akan balas menyapa sambil tersenyum manis” cerita Naeun.
“Lagi datang bulan mungkin” ucap Dongwoo santai. Member Infinite segera men-death glare Dongwoo.
“Mungkin Sulli sunbae lagi ada masalah” ucap sang maknae Infinite.
“Ya, mungkin saja” gumam Naeun.

TBC

Annyeong, mian lanjutan ff ini lama bangeeettt, dan maaf juga karna cerita makin gaje n kependekan T_T *bow
Mian readers udah membuat kalian menunggu lama. Author nggak tahu mw ngomong apalagi yang jelas, author benar-benar minta maaf atas keterlambatan update ff ini…