Tag

annyeongπŸ™‚

apa kabar chingudeul?
moga kalian baik-baik ajaπŸ™‚ 3 minggu nggak ngurus blog buat aku kangen ma blog ini >_<
aku nggak bakalan cerita tentang 3 minggu belakangan. aku ingin cerita tentang kebodohanku yang pada akhirnya membuatku menyesal😦

aku udah nggak bisa nahan ini semua!
aku pengen ngeluarin uneg-uneg selama ini. aku nggak punya teman buat berbagi, punya sih, tapi aku malu nanti mereka nertawain dan ngejek aku-,-"

dulu waktu aku SMP kelas VII, ada teman SD yg sekolah di SMP yg sama denganku, dia nembak aku dan aku nolak dia. dia nggak pernah nyerah, dia terus nembak aku tapi aku slalu nolak dia. semua kakak kelas, teman sekelas jengkel sama aku karena aku slalu nolak dia. saat itu alasan aku nolak dia karena aku menyukai kakak kelas..

suatu hari aku sama beberapa siswa sekolah nginap di rumah KepSek. di rumah itu aku benar-benar nyuekin dia karena memang aku jengkel sama orang yang menyukaiku jika aku tak menyukainya. kakak kelas yg jengkel dengan sikapku langsung berkata pada dia, "untuk apa kau kejar-kejar Reza? masih banyak yang cantik daripada dia"
kata-kataku jleb bangett.. tapi yaah, itu jg karena sikapku sih -,-"

tapi dia nggak nyerah, dia terus nyoba nembak aku dan kalian tahulah aku pasti menolaknya. dan aku masih saja berharap pada kakak kelas yang pacaran dengan sahabat dekatku (aku bertahan mengejarnya karena kakak kelas itu memberiku harapan)

banyak cowok yang aku tolak hanya karena kakak kelas si pemberi harapan palsu itu -_-

hingga suatu hari, aku mendengar bahwa dia pacaran dengan murid baru di kelasku. dan itu membuat sedikit tak rela, aku tak rela dia bersama si murid baru berinisial Y. tapi aku tak memperdulikan rasa tak rela itu dan hanya mementingkan si kakak kelas berinisial F.

setelah si F lulus, aku baru sadar bahwa aku benar-benar tak rela si dia berinisial A jadian dengan si Y. saat memasuki kelas VIII si A putus dengan si Y yang pada saat itu telah menjadi sahabat dekatku. hal itu benar-benar membuatku senang walau sedikit kecewa karena si Y jadian dengan si F.

pada tanggal 26 bulan Juli 2010(memoriku masih kuat jika itu menyangkut tentang si A), si A nembak aku dan tanpa pikir panjang aku langsung menerimanya. kalian pasti berpikir bahwa kami akan bahagia dan menjalin hubungan dengan normal, kalian salah!
kami bahkan tak berkomunikasi satu sama lain, hanya ada status pacaran, ntalah, apakah status itu hanya aku menyandang atau dia juga? aku tak tahu. yang aku tahu, satu minggu setelah itu sepupuku berkata bahwa dia menembakku hanya untuk membuat si Y cemburu. sakit? oh, tentu saja!
sakit jika diri kita hanya dijadikan bahan untuk membuat seseorang cemburu. apakah kalian pernah merasakannya? jika pernah, sakit, bukan? haha hiks😦

setelah itu kami jadi canggung, tidak pernah berinteraksi, dan kaku. yaah, begitulah hubungan kami setelah kejadian di atas.

suatu hari aku jadian dengan seseorang hanya karena teman-temanku telah memiliki pacar masing-masing. menurutku pada saat itu si A seperti merasa tak ikhlas, ntahlah, itu hanya pendapatku saja. setelah putus dari orang itu, aku menjadi pendiam, bukan, bukan karena orang itu. tapi karena keluarga yang menampakkan kekecewaan terhadapku. aku jadi menyesal telah membuat keluarga tercinta kecewa😦 mianhae

suatu hari aku, si A, dan teman-teman kami duduk di rumah yang berada di laut. di situ kami saling bercanda, aku bersyukur di situ ada teman-teman yang lain, jika tidak, aku tak tahu secanggung apa kami berdua. saat asyik-asyik cerita, aku tiba-tiba nyinggung tentang tinggi badan, yaa, karena aku yang paling pendek diantara kita-kita -_-”
si A tiba-tiba duduk di samping kiriku, si A tiba-tiba ngulurin tangan kanannya ke samping kepala kananku trus narik kepalaku buat dekat ke kepalanya. aku awalnya nolak tapi dia maksa dengan alasan “aku ingin mengukur tinggi kita” ya udah, aku nurut aja.
pas pulang dari tempat itu, sepupuku marah-marah padaku. sepupuku berkata, “dasar bodoh! apa kau tidak sadar si A tadi berusaha peluk kamu?” aku terkejut. jujur saja, aku benar-benar tak sadar jika si A tadi berusaha meluk aku. aku tak tahu, apakah aku harus senang si A karena melukku? atau apakah aku harus sedih karena dengan gampangnya si A meluk aku?

aku dan teman-temanku termasuk si A memiliki hobi yang sama yaitu bermain voli. saat itu kami bermain dua lawan dua, aku dipasangkan dengan si A, hal itu membuat kami canggung, ukh!
kami bermain dengan sedikit canggung, aku yang biasanya santai bermain voli, jadi canggung saat dipasangkan dengannya -.-”

saat berada di kelas IX, kami mulai berusaha mengakrabkan diri. berusaha melupakan hal tak menyenangkan yang pernah terjadi diantara kami. mulai dari hanya sekedar tersenyum, saling menyapa, yaah, itu interaksi yang terjadi. namun, kabar buruk datang!
si A dan si Y balikan! oh my! WTF?!
hal ini benar-benar buat saya kesal setengah mati! bagaimana tidak? saya tahu si Y hanya nerima si A buat pelarian!(saya teman dekat si Y)
si Y nyuruh si A ini dan itu, dan si A nurutin semua perintah si Y! -_-
saya benar-benar kasian dengan si A tapi saya tidak dapat berbuat apa-apa..
dam semua berjalan begitu saja dengan kekesalan yang amat hingga kami lulus SMP dan masuk ke SMA favorit masing-masing.
saya masuk di SMAN 2, si A masuk SMAN 4, dan si Y masuk SMK Kesehatan. kami lost contact..

saat bulan april 2013, saya pulang kampung begitupula teman-teman SMP saya. kami mengadakan acara reuni, yaitu bakar-bakar bebek. acara berlangsung jam 7-9 malam. pertama-tama si A dan 2 teman lainnya bertugas mencabut bulu bebek, selama itu saya mencuri-curi/mengambil foto si A tanpa sepengetahunnya..kekeke~ (di kelas saya sekarang saya dijuluki paparazi karena suka mengambil foto teman-teman bahkan guru yang sedang mengajar tanpa sepengetahuan mereka) #jangan ditiru sodara-sodara#
dan pada malam itu saya menemukan satu fakta yang bikin saya nyesek, si A masih menjalin hubungan dengan si Y.. hiksπŸ˜₯
dan satu kalimat dari si A yang bikin saya jleb “untuk apa saya pulang kampung kalau pacarku ada di sini(di kota)” si Y tidak PulKam. entahlah, mendengar kalimat itu saya benar-benar tertohok. tapi, ada yang aneh, si Y masih berada di kota sementara dia pulang kampung. wah, what happen with u A?:-/

setelah hari itu kami tak bertemu lagi hingga lebaran idul adha kemarin. pas hari raya, kami bertemu dua kali dan kamo hanya meneriaki nama. namun, di pertemuan ketiga kami bejabat tangan sambil berkata mohon maaf lahir batin. di situ ada adiknya si A, adiknya ngegangguin kita dengan berkata, “ciee…cieee..”

hahaha, anak itu! kupikir dia sudah melupakanku xD

dulu waktu aku kelas VII, adiknya si A pas ngeliat aku langsung ngomong “kamu pacarnya A ‘kan? iya, ‘kan?”
aku langsung saat itu.,,
ukh! itu anak emang cerewet.. #cubitpipiadiknyasiA

tanggal 16 Oktober 2013, tanggal itu adalah tanggal yang paling special buatku. tanggal dimana aku terlahir ke dunia. yup! hari itu adalah hari ultahku. ultahku dirayakan di rumahnya si I (yang kata teman-temanku si I suka sama aku). si A berada di rumah sepupunya yang tepat berada di depan rumahnya si I. mamanya si I manggil si A buat gabung sama kita, si A datang dan aku langsung ngambilin piring buat si A. kami makan dengan tenang. hingga pada puncak, sepupuku numpahin air kotor ke aku. si A nanya “kalian napa main siram-siram?” sepupuku jawab bahwa itu ultahku. si A langsung “saya juga saya ikut siram” aku langsung senang karena si A mau gabung ngerayain ultahku. eh, tau-taunya setelah ngomong gitu si A pergi -_- aish! ngeselin :3
nggak ngucapin met ultah, hanya pergi begitu saja! huaaaah! aku kecewa!
dan satu fakta lagi, si A masih sama si Y T_T

tambahan, aku sekarang sadar, ternyata perasaanku ke si F cuma perasaan kagum. dan sekarang aku menyesal telah nyia-nyiain si A.

Dan sepertinya..

Saya harus mundur, ngerelain Si A buat Si Y. dan mulai hari ini, saya akan perlahan-lahan ngehapus perasaan saya ke si A(walau sulit -_-“)
dan buat si A, “Annyeong”πŸ™‚
semoga bahagia bersama si YπŸ™‚

***

akhirnya selesai jugaπŸ™‚ bagaimana tanggapan chingudeul? aku bodohkan? hahaha emangπŸ™‚
komen please, beri tanggapanπŸ™‚

gomawo, pai paiπŸ˜€