Love, Hurt, and Jealous © Reza C Warni
TaeLli, MyungEun, TaeEun, SulKai
Rated. T sad romance(maybe) | Hurt/comfort

Note : Maaf baru post, ff ini aku baru nulis beberapa minggu yang lalu tapi baru post sekarang karena ulangan semester trus orang tuaku nggak beliin pulsa. FF ini aku lanjutin setelah membaca artikel tentang L oppa dan Kim Do Yeon yang resmi pacaran. Jujur saja, aku patah hati. Benar-benar patah hati. Nggak bisa berkata apa-apa, hanya bisa nangis sambil nyebut-nyebut nama L😥 pengen marah tapi apa hak saya? Saya hanya seorang fans. Jadi saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk L oppa*senyum terpaksa* tapi sekarang saya senang karena ternyata mereka sudah putus 
Udah ah, daripada aku curcol. Mending baca aja, mian jika ffnya makin gaje dan nggak memuaskan *bow

Happy reading~

Sinar matahari memasuki ruangan itu melalui ventilasi. Gadis yang tengah terlelap itu terbangun akibat dari sinar matahari yang mengenai kelopak matanya. Yeoja itu perlahan-lahan membuka kelopak matanya, menampilkan iris coklat kelamnya. Matanya menyipit sambil mengerjap beberapa kali. Membiasakan sinar matahari yang menusuk retinanya. Setelah sadar sepenuhnya, yeoja itu menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Duduk bersila di atas kasur menguap, merenggangkan otot-otot lengannya.
“jam berapa sekarang?” gumam yeoja itu sambil mengucek kedua matanya. Melirik jam weker yang terletak di atas nakas samping ranjangnya. Matanya membulat seketika.
“MWO?! Jam setengah 9?” Tanya yeoja itu terkejut.

Krik krik

Tentu saja takkan ada yang menjawab. Di ruangan itu hanya ada yeoja bernama lengkap Choi Sulli.

“kya! Aku ada janji dengan P.O oppa!” pekik Sulli sambil berlari menyambar handuk yang ada di gantungan belakang pintu. Lalu berlari ke arah kamar mandi.

Luna yang sedang membaca majalah terkejut saat Sulli berlari di hadapannya.

BLAM!

Pintu kamar mandi tertutup dengan sangat keras.

“ya! Kau kenapa Sulli?” Tanya Luna bingung sambil menutup majalah yang dibacanya. Sulli menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.
“kenapa eonni tidak membangunkanku?” Tanya Sulli balik, mengabaikan pertanyaan Luna.
“kau terlalu pulas tidurnya. Jadi, eonni tak tega membangunkanmu. Lagipula kau pasti lelahkan habis perform di Music Bank?” jawab Luna.
“aarrggh! Aku ada janji dengan P.O oppa, eonni~” rengek Sulli lalu kembali menutup pintu kamar mandi. Luna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali membuka majalah yang dibacanya tadi. Namun belum sempat membaca satu kata, suara Victoria membuat Luna kembali menutup majalahnya.
“ada apa dengan Sulli?” Tanya Victoria yang baru muncul dari dapur. Di tangannya terdapat Hot Chocolate, Victoria segera mengambil tempat di samping Luna.
“dia ada janji dengan P.O, tapi dia terlambat bangun. Jadi kelabakan seperti itu” ucap Luna lalu kembali membuka majalahnya tadi. Victoria hanya mengangguk lalu meniup hot chocolate-nya yang menguarkan uap, lalu menyesapnya.

~oOo~

Sulli berlari di lobby apartemen yang ditempati olehnya dan teman se-groupnya. Ia mengatur kacamatanya yang sedikit melorot sambil terus berlari. Saat tiba di depan jalan, Sulli segera memberhentikan taxi dan segera memasuki taxi itu.

15 menit kemudian..

Sulli segera membayar ke supir taxi itu lalu segera turun dari taxi. Sulli memandang restoran di hadapannya. Ia menarik napas, membuka tasnya. Mencari sesuatu dengan tergesah. Saat menemukan apa yang dicarinya, Sulli segera mengeluarkan benda yang ternyata cermin itu. Ia melihat penampilannya, mengatur kacamata lalu masker yang digunakannya, kemudian memasang topi yang sedari tadi ia pegang.

‘Penyamaran yang sempurna’ batin Sulli.

Ia segera berjalan memasuki restoran itu. Sulli memandang ke sekeliling meja, mencari seseorang. Sulli merogoh ponselnya yang ia simpan di saku celana jeans-nya. Mengirim sebuah pesan text ke seseorang.

‘From : P.O Oppa
Aku memakai topi hitam, t-shirt biru langit.’

Sulli mengedarkan pandangannya. Pandangannya terhenti pada seorang namja yang duduk di pojok belakang. Sulli tersenyum dibalik maskernya lalu segera melangkah ke arah namja itu.

“Mianhae oppa” ucap Sulli lalu duduk di depan namja itu. Namja itu mendongak.
“Ah, gwaenchana” ucap P.O.
“Sudah lamakah oppa menunggu?” Tanya Sulli.
“Belum. Kau ingin memasan apa?” Tanya P.O.
“Tidak. Aku tidak lapar. Oppa saja” balas Sulli.
“Ya sudah kalau begitu. Mau menemaniku ke Lotte World?” Tanya P.O. Mata Sulli berbinar.
“Tentu saja” jawab Sulli antusias.
“Kaja” mereka segera keluar dari restoran itu. Menggunakan mobil P.O mereka ke Lotte World.

~oOo~

“Kya! Aku sudah lama ingin ke sini, tapi jadwalku yang terlalu padat membuatku tak bisa. Terima kasih oppa telah mengajakku ke sini” ucap Sulli saat mereka berjalan-jalan di Lotte World.
“Hahaha, tak perlu berterima kasih. Oh ya, kau ingin main wahana apa?” Tanya P.O.
“Bagaimana kalau kora-kora?” Usul Sulli.
“Kaja” P.O menarik Sulli untuk antri menaiki kora-kora, antrian yang panjang tak membuat Sulli malas. Ia tetap bersemangat ingin menaiki kora-kora. Selama menunggu giliran mereka, Sulli sesekali mengambil potret dirinya. P.O hanya melihat kegiatan Sulli sambil tersenyum.

“Silahkan naik” ucap petugas yang menangani wahana kora-kora. Sulli segera menarik tangan P.O. Mereka duduk bersamping.
“Ayo berfoto oppa” ajak Sulli. Mereka berfoto berdua. Setelah itu kora-kora mulai berjalan. Awalnya bisa saja, namun lama-lama para penumpang kora-kora mulai berteriak-teriak, termasuk Sulli dan P.O.
“Kyaaa~ eomma~” teriak Sulli.
“Kyaaa~” teriak para penumpang.

Kora-kora mulai memelan dan berhenti. Sulli dan P.O segera turun.
“Kya! Permainan itu benar-benar menyenangkan!” Seru Sulli.
“Ne” jawab P.O.
“Oppa, ayo kita naik Histeria!” Ucap Sulli semangat.
“Ti…tidak..” Jawab P.O.
“Hahaha! Kenapa? Oppa takut?” Ejek Sulli.
“A..aniya. Bagaimana kalau kita naik roller coaster?” Tanya P.O.
“Ide bagus. Kaja” Sulli menarik tangan P.O.

.
.

Setelah bermain selama beberapa jam. Mereka sekarang memutuskan untuk naik Bianglala.
“Ayo berfoto oppa” ajak Sulli saat mereka berada di bianglala. Mereka berdua kembali berfoto.
“Wah, pemandangannya indah sekali!” Seru Sulli.
“Ya, sangat indah tapi lebih indah dirimu” gumam P.O sambil menatap Sulli intens.
“Eh? Apa oppa mengatakan sesuatu?” Tanya Sulli sambil menatap P.O. P.O mengalihkan pandangan lalu membalas tatapan Sulli.
“Sulli~ah, ada yang ingin kukatakan” ucap P.O.
“Apa?” Tanya Sulli penasaran.
“Uhm,” P.O mengelus tengkuknya, “uhm, a..aku menyukaimu” ucap P.O. Sulli mengerjap beberapa kali lalu tertawa pelan.
“Hahaha, oppa jangan bercanda” ucap Sulli.
“Aniya. Aku tidak bercanda. Aku benar-benar menyukaimu, aniya, aku mencintaimu” ucap P.O serius. Sulli terdiam, dia menggigit bibir bawahnya lalu menghela napas.
“Oppa, mianhae” ucap Sulli pelan. P.O tersenyum, walau sakit karena ditolak, P.O masih bisa tersenyum karena ia sudah mengungkapkan perasaannya.
“Gwaenchana. Aku tahu, kau akan menolakku. Tapi aku sudah merasa senang karena sudah mengungkapkan perasaanku” ucap P.O tenang.
“Mian, oppa” Sulli merasa bersalah.
“Tidak apa-apa. Oh ya, jangan jauhi aku ya?” Pinta P.O.
“Lho? Tentu saja itu tidak akan terjadi. Aku yang seharusnya mengatakan itu pada oppa. Aku takut oppa akan meninggalkanku karena aku menolak oppa” ucap Sulli. P.O tersenyum.
“Gomawo” ucap P.O.
“Nado gomawo” balas Sulli.

~oOo~

September 26, 2013

Siang ini Sulli disuruh menghadap ke kantor SM. Ya, Sulli tahu apa yang akan dibahas oleh CEO SM. Apalagi kalau bukan masalah yang itu. Haah, sudah banyak orang yang salah paham akan berita itu. Sulli bergegas masuk ke dalam gedung SM, saat memasuki lift di dalamnya lift tersebut ada namja yang masih Sulli cintai, yup! Lee Taemin. Taemin menatap Sulli dengan tatapan meremehkan. Sulli tak nyaman dengan tatapan Taemin, ia segera masuk ke dalam lift.
“kau tak ingin keluar?” Tanya Sulli dingin.
“tidak, ada yang ingin aku bicarakan denganmu” pintu lift tertutup. Sulli segera menekan tombol 7.
Deg!
Jantung Sulli berdetak lebih cepat. Tak biasanya Taemin ingin berbicara dengannya.
“ada apa?” Tanya Sulli sambil melirik Taemin yang sedang bersandar dengan tangan yang terlipat di depan dada.
“tidak, aku hanya tak menyangka ternyata kau gadis seperti itu. Haah, aku bersyukur kau memutuskanku dan aku juga bersyukur karena mencintai Krystal bukan kau” ucap Taemin diiringi oleh seringaiannya. Jleb. Rasanya pedang telah menancap ke ulu hati Sulli. Sakit. Sakit mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Taemin yang notabene adalah namja yang dia cintai.
“apa maksud dari ‘gadis seperti itu’?” Tanya Sulli sedikit emosi.
“hahaha… kau masih sama seperti dulu, tetap menjadi gadis bodoh” Sulli menatap tajam Taemin, “mana ada seorang yeoja muda yang bergandengan tangan dengan om-om, terus minum-minum di tengah malam, dan mungkin saja yeoja itu menginap di rumah om tersebut. Bukankah yeoja itu sebelas duabelas dengan seorang pe*acur? Cih!” ucap Taemin tajam. Sulli segera menoleh ke arah Taemin, tatapan tajam cukup membuktikan bahwa Sulli tengah marah sekarang.
“jangan berkata hal yang kebenarannya belum kau ketahui sama sekali! Aku bukan orang seperti itu! Jangan samakan aku dengan seorang pe*acur! Kau benar-benar mengjengkelkan Lee Taemin! Aku benar-benar menyesal telah mencintai namja seperti kau!” teriak Sulli sambil menunjuk wajah Taemin. Mata Sulli berkaca-kaca sekarang, ucapan Taemin benar-benar membuat Sulli sakit hati.
“hey! Jangan berani-berani meneriakiku!” Taemin mendorong Sulli hingga Sulli bersandar di lift. Taemin menahan kedua tangan Sulli di dinding. Sulli mendongak, menatap Taemin dengan tajam.
“kenapa? Kau marah?” Sulli menunjukkan seringaiannya.

Tiba-tiba lift bergoyang sebentar dan tiba-tiba berhenti. Mereka berdua tak memedulikan hal itu.
“aku tidak suka diteriaki! Apalagi oleh gadis seperti kau! Cih!” Sulli diam, dia malas berdebat sekarang. Ia tak berusaha memberontak dari cengkraman Taemin pada kedua tangannya.
“kenapa diam? Benarkan kau gadis seperti itu? Hahaha.. sudah kuduga” ucap Taemin sinis. Sulli tak menghiraukannya. Ia menunduk dan matanya berkaca-kaca.
“kenapa kau seperti ini?” gumam Sulli, setetes air matanya menetes.
“cih! Kenapa apanya?” Tanya Taemin sinis. Sulli mendongak, memperlihatkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya.
“kenapa kau jadi jahat seperti ini? Kenapa kau jadi kasar? Taemin yang aku cintai adalah sosok lelaki yang lembut, baik, dan sangat menghargai seorang gadis. Tapi Taemin sekarang berubah menjadi sosok namja yang kasar” ucap Sulli pelan. Air matanya terus mengalir di pipi putihnya. Taemin membeku. Bibirnya seolah-olah tak bisa bergerak, ia tak bisa berkata-kata sekarang.

Lift kembali berjalan. Tiba-tiba pintu terbuka, Sulli mendorong tubuh Taemin dari hadapannya lalu berlari keluar lift. Sementara Taemin masih mematung di tempatnya sekarang.

‘apakah benar aku telah berubah?’ pikir Taemin.

.
.

Sulli mengetuk pintu putih itu. Sebelum ke sini, ia sempat ke kamar mandi untuk menghilangkan bekas air matanya.
“masuk” Sulli menghela napas, merapikan bajunya lalu masuk ke dalam ruangan itu.
“annyeong haseyo, sangjangnim” Sulli membungkuk.
“ya. Silahkan duduk Jinri” suruh sangjangnim. Sulli duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan sangjangnim.
“kau pasti sudah tahu alasan aku memanggilmu ke sini” Sulli mengangguk, perasaannya sekarang benar-benar takut.
“haah, ini masalah yang cukup serius Jinri. Bagaimana bisa kau keluar dengannya tanpa menggunakan penyemaran? Apa kau sengaja ingin menjelekkan namamu?” Tanya sangjangnim dengan nada sabar. Sulli hanya menunduk.
“kau tahu? Orang-orang akan berpikir buruk tentangmu. Aku dan yang lainnya masih bisa mempercayaimu tapi berjuta-juta orang kini tengah menganggapmu sebagai gadis buruk” ucap sangjangnim.
“jwisonghamnida” ucap Sulli.
“aku tidak butuh kata maaf darimu Jinri. Sekarang kita harus cari cara untuk membersihkan namamu kembali. Dan ini merupakan hal yang sulit” ucap sangjangnim.
“sangjangnim, aku akan mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi” ucap Sulli.
“tidak perlu. Itu hanya akan membuat orang-orang semakin tak percaya padamu. Keluarlah, dan tolong panggilkan managermu. Kami akan mencari jalan keluar untuk masalah ini” ucap sangjangnim.
“tapi sangjangnim-“
“keluarlah!” tegas sangjangnim dengan nada memerintah. Sulli berdiri lalu membungkuk kemudian keluar dari ruangan itu.

~oOo~

September 27, 2013

Naeun’s POV

Aku membulatkan mataku saat melihat artikel yang lagi hot beberapa jam yang lalu. Apa? Bagaimana bisa? Tidak, tidak mungkin! Pacar Myungsoo oppa sekarang aku, bukan Ulzzang bernama Kim Do Yeon ini!
Aku melihat foto-foto yang membuktikan tentang kebenaran hubungan Myungsoo oppa dan Kim Do Yeon. Baju yang sama, foto mereka saat berbelanja di sebuah supermarket, foto sepatu yang mereka gunakan sama, tangan Myungsoo oppa yang memegang rambut Kim Do Yeon dan beberapa foto lainnya. Ukh! Jujur saja, aku jadi sedikit percaya pada rumor itu dan meragukan Myungsoo oppa. Apa benar selama ini Myungsoo oppa selingkuh dengan Do Yeon? Atau mungkinkah aku selingkuhan Myungsoo oppa dan Kim Do Yeon adalah official pacar Myungsoo oppa? Ya! Apa yang kau pikirkan Son Naeun?

Aku menggelengkan kepalaku. Bagaimana bisa aku menuduh Myungsoo oppa selingkuh? Tidak, kita sudah berjanji untuk saling mempercayai satu sama lain dan tidak akan selingkuh. Ya, aku harus memegang janji itu. Aku tidak boleh berpikiran buruk tentang Myungsoo oppa, tidak boleh!
Aku harus percaya pada Myungsoo oppa! Ya, aku percaya Myungsoo oppa.

~oOo~

L’s POV

Bagaimana bisa berita ini tersebar? Astaga!
Kuharap Naeun akan percaya padaku dan tidak menuduhku macam-macam. Asli, aku benar-benar tak ingin Naeun salah paham.
Aku masih mencintai Naeun, sangat mencintai Naeun. Aku tak ingin hal ini merusak hubungan kami yang sudah terjalin selama 2 tahun ini. Aku benar-benar tak ingin!

Tadi direktur memanggilku, meminta kejelasan atas berita tersebut dan yaa, manejemen memutuskan untuk tutup mulut dan menganggap ini semua rumor belaka.

.
.

Saat ini aku sedang tiduran di sofa yang ada di dorm. Haah, berita itu membuatku tak tenang.
“hyung benar-benar berpacaran dengan Kim Do Yeon?” Tanya Sungjong yang baru keluar dari kamarnya, ia tengah memegang ipad kesayangannya. Aku yakin dia baru saja membaca berita tentang aku dan Kim Do Yeon. Aku tak menanggapinya, hanya menutup mataku menggunakan lengan kiri lalu berpura-pura tidur.
“hyung aku lagi bertanya” Sungjong menggoyang-goyangkan lengan kiriku. Aku tak memedulikannya, hanya tetap berpura-pura terlelap.
“hyung, aku tahu hyung tidak tidur. Jadi, jawab pertanyaanku!” teriak Sungjong. Aish, anak ini..
“kenapa kau penasaran sekali, eoh?” tanyaku sambil menyingkirkan lengan kiriku dari wajahku. Aku menatap wajah kesalnya. Hahaha, Sungjong memang tak suka diabaikan.
“aku hanya bertanya, hyung. Memangnya tidak bisa?” Tanya Sungjong kesal. Aku menghela napas lalu menghembuskannya.
“kau tahu ‘kan aku sekarang pacaran dengan Naeun?” Sungjong mengangguk.
“lalu kenapa kau masih mempertanyakan kebenaran berita itu?” tanyaku.
“ya, siapa tahu saja hyung memiliki dua yeojachingu” jawab Sungjong polos. Aku membulatkan mataku. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu?

Drrtt~ drrttt~

Handphone Sungjong bergetar, Sungjong menatap layar ponselnya dengan bingung lalu mengangkat telpon tersebut.
“yoboseyo” sapa Sungjong.
“…”
“ne. ada apa?” Tanya Sungjong.
“…” Sungjong melirikku sejenak, hal itu membuatku mengangkat kedua alisku sebagai bentuk pertanyaan ‘ada apa?’
“ne, hyung ada di sini. Mau bicara dengannya?” Tanya Sungjong.
“…” Sungjong melirikku sekali lagi, hal itu semakin membuatku bingung. Siapa yang menelpon?
“oh, oke” Sungjong menaruh ponselnya ke meja.
“hyung, Naeun telpon. Katanya dia ingin bertemu hyung sebentar jam 8 malam di taman dekat dorm” ucap Sungjong. Aku mengerutkan keningku, kenapa tidak menelpon langsung?
“kenapa dia tidak menelponku langsung? Kenapa harus menelponmu?” tanyaku.
“mollayo” jawab Sungjong.
Ada apa dengannya? Apa dia marah karena berita itu?

~oOo~

Myungsoo berjalan menuju taman dekat dorm. Keadaan di sana cukup sepi, Myungsoo mencari sosok kekasihnya dan dengan cepat berlari ke kekasihnya yang sedang duduk di bangku taman. Naeun menoleh saat mendengar langkah kaki yang menuju ke arahnya. Walau lampu taman tak begitu terang, namun Myungsoo masih dapat melihat dengan jelas jika kekasihnya sedang tersenyum manis.
“maaf membuatmu menunggu lama” kata Myungsoo sambil duduk di samping Naeun.
“gwaenchana, oppa” jawab Naeun. Naeun mengapit lengan kiri Myungsoo lalu menyenderkan kepalanya di bahu namja tampan yang berstatus sebagai pacarnya itu.
“ada apa? Tidak biasanya kau bermanja seperti ini” Tanya Myungsoo. Naeun semakin mengeratkan apitannya. Ia seperti tak ingin kehilangan Myungsoo. Ya, jujur, ia merasa beberapa bulan ini Myungsoo jarang menemuinya, dan sikap Myungsoo sedikit berubah. Rumor yang dibacanya tadi siang membuat dirinya merasa bahwa Myungsoo akan segera meninggalkannya.
“aniya, hanya ingin bertemu denganmu saja. Memangnya tidak bisa jika aku ingin bertemu kekasihku?” Tanya Naeun balik. Myungsoo menghela napas.
“bukan begitu, jagi. Aku hanya heran saja, tidak biasanya kau bersikap seperti ini” myungsoo membelai rambut Naeun menggunakan tangan kanannya.
“hm” Naeun hanya mengguman lalu memejamkan matanya. Ia paling suka jika Myungsoo membelai rambutnya. Itu membuatnya merasa nyaman. Keheningan menghampiri mereka. Naeun maupun Myungsoo tak ada yang membuka mulut. Cukup lama mereka terdiam seperti itu. Myungsoo tak ingin membuka percakapan, ia takut jika nanti akan menyinggung berita tentang dirinya dan Kim Do Yeon. Terdengar helaan napas Naeun.
“oppa” panggil Naeun pelan. Ia tak suka jika keheningan menghampiri mereka.
“waeyo?” Myungsoo mulai was-was, takut jika Naeun akan membahas tentang berita itu.
“janji ya, tidak akan meninggalkanku” Myungsoo mengerutkan keningnya, kenapa Naeun berkata seperti itu?
“ne, aku janji. Kau kenapa? Kau aneh, kau tahu?” Tanya Myungsoo.
“aku hanya merasa takut jika sewaktu-waktu oppa akan meninggalkanku dan pergi bersama gadis lain” ucap Naeun. Myungsoo semakin mengerutkan keningnya, apa Naeun mulai menyinggung berita itu?
“hey, itu tak akan terjadi. Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?” Tanya Myungsoo sambil menangkup wajah Naeun.
“aku hanya…” tiba-tiba air mata Naeun menetes. Myungsoo segera memeluk Naeun.
“ya! Kenapa kau menangis? Uljima, jagiya” ucap Myungsoo.
“hiks.. aku hanya takut oppa pergi dengan gadis itu dan memutuskanku.. hiks..” ucap Naeun yang diiringi oleh tangisannya.
“gadis itu? Nugu?” pabo! Sudah pasti gadis yang dimaksud Naeun adalah Kim Do Yeon! Kenapa kau masih bertanya juga Myungsoo?
“aku takut oppa benar-benar berpacaran dengan Kim Do Yeon” ucap Naeun. Myungsoo melepas pelukannya lalu memegang kedua pundak Naeun.
“bagaimana bisa kau berpikir seperti itu? Kau tidak percaya padaku? Dengar, aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya!” tegas Myungsoo, “bukankah kita sudah berjanji untuk saling mempercayai satu sama lain? Kenapa sekarang kau meragukanku?” lanjutnya.
Naeun semakin terisak, ia menunduk tak berani menatap Myungsoo.
“mian oppa” gumam Naeun yang masih bisa didengar oleh Myungsoo.
“baiklah. Tapi jangan pernah meragukanku lagi, oke?” Naeun mengangguk.
“ja, sekaran jangan menangis lagi” Myungsoo segera menghapus air mata Naeun. Naeun segera menghambur ke pelukan Myungsoo.
“saranghae oppa” ucap Naeun.
“nado saranghae, jagi”

~oOo~

October, 2013

Semua berjalan seperti biasa. Naeun yang sibuk syuting WGM, Myungsoo yang sibuk tour. Hal itu membuat mereka jarang bertemu bahkan mereka bertemu 2-3 minggu sekali. Namun mereka masih sering berhubungan via telpon dan e-mail.

Berbeda dengan couple MyungEun, sampai saat ini Taemin dan Sulli tak pernah bertegur sapa terakhir saat mereka bertemu di lift. Sekarang mereka jarang bertemu, sekalinya bertemu mereka bagaikan orang yang tak saling kenal. Sulli yang sibuk dengan pekerjaannya sementara Taemin sama Naeun, sibuk syuting WGM dan juga latihan untuk comeback mereka nanti akhir bulan 10.

Walau berita tentang kedekatan Sulli dan Choiza dan juga berita tentang rumor kencan Myungsoo dan Kim Do Yeon masih diperbincangkan. Sulli maupun Myungsoo tak menggubris hal tersebut. Mereka bahkan menjalani hari-hari seperti tak ada berita semacam itu.

.
.

“Sulli~ah, Jongin ada di ruang tamu” Beritahu Luna. Sulli yang sedang malas-malasan di kasurnya segera bangkit lalu berlari keluar kamar. Luna hanya menggeleng-geleng melihat kelakuan Sulli.
“oppa! Kenapa tidak telpon kalau oppa mau ke sini?” Tanya Sulli sambil duduk di samping Kai.
“hahaha, maaf” ucap Kai sambil tersenyum lembut ke arah Sulli.
“ada apa?” Tanya Sulli ceria.
“mau menemaniku latihan dance?” Tanya Kai.
“tentu saja aku mau! Aku lagi bosan, bersyukur oppa datang” jawab Sulli antusias.
“haha, kaja” ajak Kai.
“tunggu, aku izin sama Luna eonni dulu” Sulli ke kamar. Tak lama ia kembali lalu menarik tangan Kai, “kaja” ajak Sulli.

Mereka segera keluar dari dorm F(x).

.
.

Sulli duduk di dalam ruangan itu sambil terus menatap Kai yang sedang asyik dance. Sulli sangat suka melihat Kai yang sedang dance karena Kai selalu dance dengan jiwanya dan juga gerakan Kai benar-benar keren. Menurut Sulli. Kai tiba-tiba berhenti dance lalu duduk di samping Sulli.
“Sulli, ada yang ingin aku tanyakan” ucap Kai. Sambil membasuh keringatnya menggunakan handuk kecil yang memang dia bawa dari dorm.
“apa?” Tanya Sulli sambil melihat pantulan dirinya dan Kai yang ada di cermin.
“bagaimana bisa kau dan Choiza? Maaf jika pertanyaanku menyinggungmu” ucap Kai. Sulli tersenyum.
“apa kau percaya dengan rumor itu?” Tanya Sulli sambil menoleh ke arah Kai.
“tidak, aku percaya Sulli bukan gadis seperti itu” jawab Kai sambil membalas tatapan Sulli.
“kalau Sulli memang gadis seperti itu bagaimana?” Tanya Sulli lagi.
“a…apa?” Tanya Kai kaget.
“hahaha… kau percaya?” Tanya Sulli sambil tertawa geli melihat ekspresi Kai.
“tentu saja tidak” Kai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sulli menghela nafas lalu mulai bercerita.

FLASHBACK

Sulli bergegas ke dorm Block B. tadi U-Kwon salah satu member Block B menelponnya berkata bahwa P.O sekarang ada masalah.
Ting tong ting tong

Sulli menekan bel dorm Block B. tak lama kemudian pintu dorm terbuka.
“annyeong haseyo” Sulli membungkuk.
“ne, annyeong haseyo. Silahkan masuk, Sulli-ssi” Sulli segera masuk ke dalam dorm Block B.
“di mana P.O oppa?” Tanya Sulli.
“tunggu sebentar” namja yang menyambut Sulli segera pergi ke kamar. Tiba-tiba P.O keluar dari kamar tersebut. Sulli segera menghampiri P.O.
“oppa, ada apa?” Tanya Sulli dengan wajah khawatir.
“uhm, tidak. Ada apa?” Tanya P.O bingung. Sulli juga ikut bingung.
“bukannya oppa sekarang lagi dalam masalah?” Tanya Sulli. P.O mengerutkan keningnya.
“siapa yang memberitahumu?” Tanya P.O.
“tadi salah satu member Block B menelponku. Dia berkata bahwa oppa sekarang lagi dalam masalah” ucap Sulli.
“siapa yang menelponmu?” Tanya P.O dengan wajah terkejut.
“katanya namanya U-Kwon. Ah, sebenarnya oppa ada masalah apa?” Tanya Sulli.
“ah, anak itu..” gumam P.O, “ehem, “tidak ada. Uhm, mau menemaniku jalan-jalan?” Tanya P.O.
“eoh? Ne, oppa. Tentu saja” ucap Sulli.
“kaja!” P.O dan Sulli segera keluar dari dorm Block B. saat tiba di pintu, mereka berpapasan dengan seseorang.
“Hai, P.O” sapa orang itu.
“hai, kau mau menemuiku hyung?” Tanya P.O.
“tentu saja. Uhm, kau mau kemana?” Tanya orang itu, “eh, kau Sulli F(x) ‘kan?” Tanya namja itu saat menyadari keberadaan Sulli.
“ne, annyeong haseyo” Sulli membungkuk badannya sejenak.
“wah, kau hebat sekali P.O” ucap namja itu sambil mengedipkan matanya ke arah P.O.
“hyung, diamlah!” namja itu hanya tertawa. Sulli hanya diam tak ingin ikut campur dalam obrolan mereka berdua.
“kalian mau kemana?” Tanya namja itu.
“jalan-jalan. Hyung mau ikut?” Tanya P.O.
“kalau kalian tidak keberatan” ucapnya.
“tidak ‘kan Sulli?” Tanya P.O sambil menoleh ke arah Sulli. Sulli mengangguk. Mereka segera pergi dari tempat itu.

~oOo~

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Namun P.O, Sulli, dan Choiza masih bersantai di sebuah kedai yang ada di pinggir jalan. Sulli menggunakan topi yang dipinjamkan oleh P.O.
“Kau benaran ingin minum?” Tanya P.O. Sulli mengangguk antusias.
“tapi kau belum cukup umur” balas P.O.
“oppa, ayolah~” bujuk Sulli. Sedari tadi Sulli terus membunjuk P.O untuk mengizinkannya minum soju. Namun P.O terus menolak.
“tidak bisa” jawab P.O. sulli mempoutkan bibirnya.
“aku janji hanya 3 teguk! Ayolah oppa~” bujuk Sulli.
“biarkan saja P.O. lagipula dia sudah berjanji hanya 3 teguk” ucap Choiza. Sulli tersenyum lalu berkata, “gomawo”
“aish! Baiklah, baiklah” ucap P.O mengalah.
“gomawo! Oppa yang terbaik” ucap Sulli sambil mengacungkan jempolnya. P.O memanggil ahjumma pemilik kedai untuk memberikan gelas untuk Sulli. Saat ahjumma pemilik kedai memberikan Sulli gelas, Sulli menerimanya dengan senang hati.
“ahjumma, apakah di sini ada toilet?” Tanya P.O.
“ne, mari saya antar”
“kalian minumlah. Ingat, hanya tiga teguk Sulli!” ucap P.O sebelum pergi. Tinggalah Choiza dan Sulli yang sedang minum-minum. Tak ada yang membuka percakapan di antara keduanya. Keduanya terdiam. Tanpa mereka sadari seseorang telah memotret mereka berdua.
“oi! Kenapa hening sekali?” Tanya P.O yang baru dari toilet.
“tidak kenapa-kenapa” balas Sulli.
“sudah larut. Kalian belum mau pulang?” Tanya P.O.
“ah, iya. Ayo kita pulang” ajak Sulli. Setelah membayar harga minuman, mereka segera pergi dari tempat itu.

“Sulli, malam ini kau menginap saja di rumah orang tuaku. Ini sudah larut” ucap P.O.
“tidak, aku akan pulang ke dorm” ucap Sulli.
“tidak, kau harus menginap di rumah orang tuaku. Tidak baik, seorang gadis pulang tengah malam” paksa P.O.
“tidak usah. Victoria eonni akan mencariku” ucap Sulli.
“baiklah, biar ku antar” ucap P.O. Sulli mengangguk.
“hyung, kau bisa pulang sendiri ‘kan?” Tanya P.O. Choiza mengangguk, kemudian pamit dan meninggalkan mereka berdua. P.O segera mengantar Sulli pulang.

FLASHBACK END

“oh, jadi begitu” ucap Kai.
“ne” balas Sulli.
“tunggu-“ Kai berpikir sejenak, “yang Choiza memegang tanganmu, itu bagaimana bisa?” Tanya Kai.
“oh, yang itu. Saat keluar dari dorm Block B, P.O oppa melupakan sesuatu. Jadi, dia kembali lagi ke dorm sementara aku dan Choiza menunggu di pinggir jalan. Di situ Choiza berkata bahwa aku mirip mantan kekasihnya jadi dia berkata ‘apakah aku boleh memegang tanganmu? Aku hanya ingin menyamakankannya dengan kehangatan tangan Ji Na’ aku mengangguk. Dia memegang tanganku sebentar lalu melepasnya dan kemudian berkata ‘ternyata berbeda. Tangan Ji Na lebih hangat’ setelahnya P.O datang menghampiri kami” ucap Sulli.
“kau tahu? Banyak yang salah paham akan foto itu” ucap Kai.
“ya, aku tahu itu. Dia termasuk dari beribu orang yang salah paham” gumam Sulli.
“kau bicara apa?” Tanya Kai yang tidak mendengar gumaman Sulli. Sulli hanya menggeleng.

~oOo~

Hari-hari berlalu dengan sangat baik. Semua berjalan biasa-biasa saja. Namun berbeda dengan Naeun. Naeun merasa kekasihnya tak lagi perhatian padanya. Biasanya Myungsoo akan mengirimi pesan setiap hari sesibuk apapun dia. Tapi sudah seminggu ini Myungsoo tak pernah mengiriminya pesan bahkan menghubunginya. Naeun sudah sering mengirimi Myungsoo pesan, tapi tak pernah di balas. Setiap Naeun menelponnya, Myungsoo selalu berkata bahwa dia lagi sibuk. Naeun tak akan berpikir negative tentang kekasihnya, jadia dia tak mempermasalahkan hal itu.

.
.

WGM yang tayang akhir bulan Oktober benar-benar membuat shock. Beberapa orang termasuk Myungsoo dan Sulli kaget melihat adegan kiss-tidak asli- antara Taemin dan Naeun. Mereka berdua benar-benar terkejut. Sulli tak bisa protes atau apa karena dia cukup tahu diri bahwa dirinya hanyalah mantan Taemin. Sementara Myungsoo menjadi kalut.
Selama beberapa minggu ini dia tak berhubungan dengan Naeun karena lagi ingin menjernihkan pikiran dan fokus pada tour Infinite. Iya, menjernihkan pikiran. Beberapa minggu terakhir Myungsoo sering mencari tahu kedatangan antara Taemin dan Naeun di mba G*oogle. Hasil dari pencariannya membuatnya cemburu. Tapi dia selalu menghalau rasa cemburunya itu dengan berpikir bahwa mereka berdua dekat karena pekerjaan. Ya, karena pekerjaan.
Namun adegan Kiss Taemin dan Naeun benar-benar Myungsoo cemburu sekaligus marah. Ia marah karena Naeun tak memberitahunya jika dia akan beradegan seperti itu dengan Taemin. Ya, walau itu bukan adegan kiss benaran, tapi Myungsoo benar-benar cemburu karena wajah Naeun dan Taemin sangat dekat. Huuuffttt~ Myungsoo bersyukur karena adegan itu tak benar-benar terjadi. Kalau sampai iya, awas saja kau Lee Taemin!

~oOo~

November 22, 2013

Hari ini ajang penghargaan MAMA digelar, ajang ini digelar di Hong Kong. Apink, Infinite, Big Bang, EXO, 2NE1 dan beberapa idol lainnya akan tampil di ajang tersebut. Saat ini para idol sedang di make-up di ruangan masing-masing.

Yeoja manis itu berjalan mencari ruangan kekasihnya. Saat menemukan ruangan kekasihnya, ia mengetuk pintu hingga pintu dibuka oleh Woohyun, salah satu member Infinite.
“annyeong haseyo, oppa” sapa yeoja manis itu sambil tersenyum.
“ne, annyeong. Silahkan masuk” Naeun segera masuk sementara Woohyun menutup pintu lalu pergi duduk di sofa.
“oppa” Naeun segera menghampiri Myungsoo.
“akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Oppa, aku sangat merindukanmu” ucap Naeun senang sambil memeluk Myungsoo. Walau Myungsoo juga benar-benar merindukan gadisnya ini, tapi rasa cemburu Myungsoo membuat Myungsoo tak bisa membalas pelukan Naeun. Naeun mengerutkan kening saat merasa bahwa Myungsoo tak membalas pelukannya. Member Infinite yang lain tak menghiraukan mereka.
“oppa kau kenapa? Kau tidak merindukanku?” Tanya Naeun yang belum melepas pelukannya. Myungsoo tak menjawab. Naeun segera melepas pelukannya lalu memandang wajah Myungsoo yang terlihat datar. Myungsoo diam tak berniat menjawab pertanyaan Naeun.
“oppa~” Naeun menggoyangkan lengan kanan Myungsoo.
“jangan ganggu aku, aku lagi tak ingin diganggu sekarang” ucap Myungsoo dingin. Member Infinite langsung menatap Myungsoo, bagaimana bisa Myungsoo bersikap seperti kepada Naeun?
Naeun terkejut dengan ucapan Myungsoo. Ia melepas lengan Myungsoo.
“maaf aku telah menganggu oppa” ucap Naeun merasa bersalah. Naeun menoleh ke arah member Infinite yang lain, “oppadeul, aku pamit. Annyeong” Naeun segera keluar dari ruangan Infinite. Berjalan menuju ruangan Apink. Selama perjalanan Naeun memikirkan apa kesalahan yang telah ia perbuat hingga Myungsoo bersikap seperti itu. Tangannya yang menggoyang lengan Myungsoo tadi, kini bergetar. Matanya berkaca-kaca. Sebelumnya Myungsoo tak pernah bersikap seperti ini.

.
.

“Kenapa kau bersikap seperti itu padanya?” Tanya Woohyun dengan nada kesal. Myungsoo tak menjawab.
“cih! Apa sekarang kau cari masalah dengan Naeun setelahnya kau memutuskan Naeun lalu memilih wanita jalang itu?” Ucap Woohyun dengan nada sinis. Member Infinite yang lain hanya diam, mereka tahu siapa ‘wanita jalang’ yang dimaksud Woohyun. Myungsoo menatap Woohyun tajam, ia berdiri lalu berjalan mendekati Woohyun, “ini bukan urusanmu!” ucap Myungsoo dingin lalu segera keluar dari ruangan itu.
Woohyun menggeram kesal.

~oOo~

Setelah kejadian kemarin Naeun dan Myungsoo tak pernah bertemu lagi. Naeun kini benar-benar merasa bersalah-walau sebenarnya dia tak tahu apa kesalahannya-. Ia ingin minta maaf kepada Myungsoo dan bertanya apa kesalahannya, tapi Myungsoo tak pernah membalas pesan bahkan mengangkat telponnya.

‘Myungsoo oppa benar-benar marah padaku’ batin Naeun.

“Naeun~ah” terdengar teriakan Eunji dari balik pintu. Naeun yang sedang rebahan di ranjang segera bangun lalu membuka pintu.
“waeyo eonni?” Tanya Naeun.
“aniya. Neon gwaenchana?” Tanya Eunji.
“gwaenchana eonni. Waeyo?” Tanya Naeun.
“tadi Hoya oppa menelpon dan bertanya bagaimana kabarmu. Katanya member Infinite benar-benar khawatir dengan keadaanmu” ucap Eunji.
“termasuk Myungsoo oppa?” Tanya Naeun yang berharap jika Myungsoo juga mengkhawatirkannya.
“ya, bisa jadi” jawab Eunji tak menentu.
“bilang pada mereka bahwa aku baik-baik saja” ucap Naeun. Eunji mengangguk lalu kembali ke kamarnya. Naeun kembali menutup pintu lalu merebahkan dirinya di kasur.

‘aku harap Myungsoo oppa akan segera menelponku’ batin Naeun.

~oOo~

November 26, 2013

Ini sudah empat hari dari kejadian itu. Namun Myungsoo masih mendiami Naeun. Haah, Naeun sudah melakukan berbagai cara untuk menghubungi Myungsoo. Ia pernah menelpon member Infinite untuk memberitahu Myungsoo bahwa dirinya menunggu Myungsoo di taman dekat dorm. Hari itu Naeun menunggu Myungsoo hingga jam 11 malam, namun Myungsoo tak kunjung datang. Jadi Naeun memutuskan untuk pulang. Kemarin Naeun datang ke dorm Infinite, saat tiba di sana Myungsoo sedang keluar. Naeun tetap menunggu Myungsoo di dorm tapi Myungsoo tak pulang ke dorm. Haah, sekarang Naeun bingung harus melakukan apa..

.
.

Sekarang member Apink lagi bersantai di dorm. Bomi dan Chorong yang sedang menonton TV, Naeun yang rebahan di sofa, Hayoung yang sedang browsing, Eunji dan Namjoo sedang menyanyi tidak jelas. Hayoung duduk di lantai depan sofa yang Naeun gunakan untuk rebahan. Hanya suara Chorong dan Bomi yang sedang tertawa dan juga suara duo happy virus yang sedang menyanyi. Semua berjalan seperti itu hingga teriakan Hayoung mengalihkan para member dari kegiatan mereka masing-masing.
“MWO?!” teriak Hayoung. Naeun yang tiduran di sofa segera bangun dan duduk di samping Hayoung begitupula member lain. Mereka sekarang duduk di sekeliling Hayoung, ikut membaca artikel yang sedang dibaca Hayoung.
“mwoya?! Bagaimana bisa?!” teriak Eunji kaget. Semua member minus Naeun sekarang sedang memandang Naeun. Sementara Naeun hanya terdiam, matanya mulai berkaca-kaca.
“Naeun~ah, ini belum tentu benar” ucap Chorong sambil membalai rambut Naeun. Tangis Naeun pecah, member Apink memberi tatapan iba. Mereka tak menyangka Myungsoo akan melakukan ini pada Naeun.
“hiks.. eonni.. ini pasti benar. Tidak mungkinkan agensi akan mengakui hal seperti ini secara terang-terangan?” ucap Naeun sambil menangis.
“tunggu, aku akan menanyakan hal ini sama Hoya” ucap Eunji lalu mengeluarkan ponsel, mencari nama Hoya di kontak ponselnya lalu menekan tombol dial.

“yoboseyo” sapa Eunji tak sabaran.
“…”
“apa benar berita tentang Myungsoo dan Kim Do Yeon itu?” Tanya Eunji.
“…”
“oppa! Jawab aku” kesal Eunji.
“…”
“MWO?! Sejak kapan mereka?” Naeun semakin terisak.
“…”
“begitukah? Apa di situ ada Myungsoo?” Tanya Eunji kesal.
“..”
“berikan padanya!” suruh Eunji.
“..”
“kubilang berikan!” teriak Eunji penuh emosi.
“..”
“ya! Kim Myungsoo! Aku sudah mempercayakan Naeun padamu, tapi kenapa kau melukainya seperti, eoh?”
“…”
“ya! Kim Myung-“

Tuuutt tuutt

Sambungan terputus. Dengan kesal Eunji menaruh ponsel.
“pria macam apa dia?” gumam Eunji kesal. Eunji segera menghampiri Naeun lalu memeluknya.
“eonni..”
“tenanglah. Jangan menangisi namja sepertinya! Bisa-bisanya dia pacaran dengan Kim Do Yeon sementara kalian masih menjalin hubungan” ucap Eunji sambil mengelus rambut Naeun.

‘apa yang harus aku lakukan sekarang?’ batin Naeun.

TBC

Annyeong 
Mian lanjutannya laaammmaaaaaa bangeettt, aku lagi sibuk soalnya semenjak kelas XI sekarang apalagi aku masuk jurusan IPA jadi makin stress mikirin rumus Fisika yang impuls momentum dll, trus mikirin tetapan kesetimbangannya Kimia, trus Trigonometrinya Matematika (ini yang paling bikin stress). Aaaaarrggghhh~ #curcol
Tugas-tugas menumpuk, ulangan harian yang gentayangan tiap minggu, remedial PKN yang bikin pusing nyari-nyari gurunya. #curcol_lagi -,-‘
Maaf bangett aku lama update. Btw, chap selanjutnya mungkin bakalan lama juga soalnya sekarang bapak saya nggak mau ngasih saya duit buat beli pulsa. Bapak saya udah larang saya internetan, ini aja aku post-nya lewat warnet, trus kalo ol berarti saya lagi ada di sekolah maklum aja jaringan Wi-fi di sekolah saya GRATIS TIS TIS :v