Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Marry U © Reza C Warni
Super Generation (TaeTeuk, HaeSica, SunSun,SiFany, KyuYoung, YoonBum, YesYul, and HyoHyuk)
Rated. T
Romance, Hurt/comfort
Summary : “hanya cuplikan dari aksi member Super Junior melamar gadisnya.”
Warning : typo anywhere, nggak jelas, JIKA ANDA TIDAK MENYUKAI SUPER GENERATION JANGAN BACA! SAYA TIDAK MEMAKSA ANDA UNTUK BACA, TAPI JIKA ANDA MEMAKSA UNTUK BACA DAN UJUNG-UJUNGNYA NGE-BASH, MENDING CLOSE TAB DARI SEKARANG!
Recommend : kalau baca, bisa sambil mendengarkan lagu Super Junior – Marry U

Happy reading~

-TaeTeuk Couple-

Taeyeon memandang sosok dirinya di depan cermin. Hari ini dan beberapa member SNSD lainnya akan menghadiri acara keluarnya Leeteuk, leader Super Junior, dari wajib militer. Yap, namja kelahiran 1 juli itu baru saja menyelesaikan tugasnya.
“Apa begini sudah bagus?” tanya Taeyeon sambil memutar-mutar tubuhnya ke samping.

Taeyeon menggunakan dress berwarna putih selutut tanpa lengan, rambut panjangnya ia uraikan dan poni menutupi jidatnya. Kalung permata menghiasi lehernya. Di tangan kanannya terdapat gelang cantik. Ia menggunakan high heels berwarna putih perak.

“eonni~ya, kau lama sekali” terdengar suara Sooyoung dari balik pintu.
“sabar” ucap Taeyeon. Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas kecil yang ia pegang berwarna putih perak. Ia kemudian keluar kamar.

“wah, kau cantik sekali eonni. Mentang-mentang akan ketemu Leeteuk oppa, dandannya jadi cantik gini” goda Sooyoung.
“ya!” teriak Taeyeon dengan wajah memerah.
“nah, kalian semua sudah siapkan? Ayo kita pergi” ajak Tiffany.
“uhm, tunggu” Taeyeon menahan. Semua member SNSD minus Yoona dan Sunny menoleh ke arah sang leader. Yoona sedang syuting drama terbarunya, sementara Sunny sedang menghadiri sebuah acara.
“Ada apa lagi, Taeng?” tanya Yuri. Taeyeon mengedip-ngedipkan kedua matanya beberapa kali.
“uhm, apa ini terlihat baik?” tanya Taeyeon malu.
“hahaha, kalau terlihat cantik, Taeng. Tenang saja, Leeteuk oppa pasti akan terpesona” ucap Tiffany sambil mengedipkan sebelah matanya. Bermaksud menggoda Taeyeon. Taeyeon semakin memerah.

“ayo kita pergi, sebentar lagi acaranya akan dimulai” ucap Hyoyeon.

.
.

Member SNSD mulai memasuki café tempat acara diadakan. Taeyeon berulang kali menanyakan penampilannya membuat member SNSD tertawa geli.

Café ini telah dipesan untuk acara kembalinya Leeteuk. Semua artist SM diundang dan beberapa teman dekat Leeteuk. Taeyeon melihat ke sekeliling ruangan, ia seperti tengah mencari seseorang.

“Annyeong oppa” Sooyoung meninggalkan member SNSD dan mulai bergabung dengan member Super Junior.
“Taeng, aku ke sana ya” izin Yuri dan mulai berjalan ke arah member TVXQ.
“hai, pretty Sica. Hari ini kau terlihat cantik sekali” Donghae menghampiri mereka. Lebih tepatnya menghampiri gadisnya. Jessica memukul lengan Donghae.
“Ya! Itu terdengar menjijikkan” ucap Jessica.
“tapi kau suka ‘kan?” tanya Donghae sambil menaik-turunkan alisnya. Membuat Jessica memandang kesal tunangannya ini. Walau begitu, pipi Jessica terlihat bersemu merah.
“Taeng, aku pinjam Jessie ya” izin Donghae dan mulai menarik Jessica menjauh dari Taeyeon, Hyoyeon, Seohyun, dan Tiffany.
“wah, ramenya” ucap Tiffany sambil celingukkan mencari sosok kekasihnya.
“iya” balas Hyoyeon.

Puk

Sebuah tangan mendarat di pundak Tiffany. Tiffany tersenyum manis ke pemilik tangan.
“Maaf, aku datang terlambat” ucap Nichkhun, pacar Tiffany.
“tidak, aku juga baru datang” ucap Tiffany.
“uhm, Taeyeon-ssi” panggil Nichkhun.
“ne?”
“boleh aku pinjam Tiffany sebentar?” tanya Nichkhun. Taeyeon mengangguk sambil tersenyum.
“terima kasih. Daah” Tiffany dan Nichkhun meninggalkan Taeyeon, Hyoyeon, dan Seohyun.
“Tae”
“ada apa?” tanya Taeyeon.
“aku ingin cari minum, aku pergi dulu ya” Hyoyeon segera pergi berbaur dengan tamu lainnya. Taeyeon menghela napas, satu-persatu membernya meninggalkannya.

“eonni”
“ada apa? Kau ingin meninggalkanku?” tanya Taeyeon.
“ti..tidak, bu..bukan begitu eonni..” balas Seohyun. Taeyeon menoleh ke arah Seohyun, Taeyeon memasang puppy eyesnya.
“Seobaby, please, jangan tinggalkan aku” ucap Taeyeon memelas. Seohyun terkejut dengan sikap Taeyeon.
“A..aku tidak akan meninggalkanmu. Oh ya, kita duduk di situ ya” ajak Seohyun sambil menunjuk meja kosong. Taeyeon mengangguk. Setidaknya masih ada membernya yang setia padanya.

Taeyeon dan Seohyun mulai duduk. Taeyeon mengedarkan pandangannya. Berbagai
pasangan ia lihat. Ada HaeSica, KhunFany, HyoHyuk, MinStal, TaeLli, JjongNa, dan beberapa couple lainnya. Taeyeon sangat iri melihat mereka. Ukh! Dia kapan muncul sih?

Taeyeon mengerucutkan bibirnya. Ia meminum air yang ada di meja.
“tes..tes…” lampu menyorot seseorang yang sedang berdiri di atas panggung. Taeyeon memandang orang itu dengan gelas yang masih menyatuh dengan bibir tipisnya.
“selamat malam semua” Sapa orang itu.
“malam” koor para undangan.
“Aku sangat berterima kasih kalian telah datang ke acaraku ini” ucap orang itu yang merupakan Leader Super Junior, Park Jungsoo a.k.a Leeteuk.
“aku baru saja menyelesaikan wajib militer dan acara ini untuk merayakannya”
“sebenarnya inti dari acara ini bukan karena aku menyelesaikan wajib militer, tapi ada maksud lain” ungkap Leeteuk.
“aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting..”

“dulu, 10 tahun yang lalu, aku berkenalan dengan seorang gadis. Dia sangat cantik, tubuhnya mungil, dan suaranya sangat indah” Leeteuk mulai bercerita.
“umur kami berbeda 6 tahun, dia lebih muda tentunya.. hahaha”

Taeyeon meneguk liurnya dengan susah payah. Ia menaruh gelas di atas meja. Matanya fokus ke arah Leeteuk. Jantungnya berdetak begitu cepat. Seluruh undangan memandang Leeteuk, sementara member SNSD memandang Taeyeon. Tatapan member SNSD menyiratkan hal yang sama, ‘itu pasti Taeyeon’

“dia begitu manis, tingkahnya terkadang membuatku gemas. Saat aku mulai debut sebagai member Super Junior, kami mulai jarang bertemu. Aku sibuk dengan jadwal Super Junior sementara dia sibuk latihan karena beberapa tahun kemudian dia debut”
“iya, benar, dia adalah seorang artis.” Taeyeon mulai merasa jantungnya akan keluar dari tempatnya.
“dia salah satu member dari girlband terkenal. Dia berperan sebagai leader dan main vocalist” dan kini semua undangan menoleh ke arah Taeyeon.

“Kami berdua menjalin hubungan sejak tahun 2009. Namun saat aku mengikuti We Got Married, kami putus..”
“saat itu aku benar-benar sedih serta menyesal. Aku tahu, dia pasti sedih sekali melihatku dekat dengan Kang So Ra”
“setelah putus, kami lost contact. Kami jarang bertemu bahkan tak pernah. Tapi aku cukup senang, saat berada di tempat pelatihan, dia sering mengunjungiku.” Ungkap Leeteuk.
“Baiklah, kurasa, kalian mulai tahu siapa yang sedang aku bicarakan” ucap Leeteuk lagi.

Lagu Super Junior – Marry U terdengar. Leeteuk menatap pada satu objek. Undangan mulai berteriak menggoda.

Leeteuk turun dari panggung, iya berjalan menuju objeknya. Lampu terus menyorot Leeteuk. Leeteuk terus berjalan, matanya tak lepas dari objeknya. Ketika berdiri tepat di depan objeknya, Leeteuk merogoh saku jasnya. Mengambil sebuah kotak perhiasan kecil berwarna merah. Ia mulai berlutut di depan gadisnya. Membuka kotak perhiasan itu hingga sebuah cincin permata terlihat. Leeteuk mendongak, tersenyum ke arah Taeyeon.

“Kim Taeyeon, maaf, telah membuatmu menunggu terlalu lama.” Ucap Leeteuk.
“Aku berjanji akan menjagamu, selalu berada bersamamu, menghabiskan waktu tuaku bersamamu. Mencintaimu sepenuh hati, menjadikanmu gadis satu-satunya yang menjadi pendampingku. Kim Taeyeon, would you marry me?”

Taeyeon terdiam. Ia menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya. Ia terlalu senang. Matanya mulai berair. Ia tak menyangka Leeteuk akan melamarnya di depan banyak orang seperti ini. Pipinya bersemu merah.

“Taeyeon~ah, would you marry me?” Leeteuk mengulang pertanyaan. Semua undangan berteriak, “terima! Terima! Terima!”
Taeyeon mengangguk, airmata mulai mengalir di pipi mulusnya, “iya, aku mau oppa” ucap Taeyeon dan langsung memeluk tubuh Leeteuk. Leeteuk tersenyum senang.
“gomawo” bisik Leeteuk.

“hiks..hiks..”
“kau kenapa Baek?” Chanyeol bertanya.
“hiks..a..aku terharu.. hiks..” Chanyeol memasang tampang bodohnya.
“akhirnya Taeyeon noona menemukan pasangannya”
“kau tidak cemburu? Kau ‘kan penggemar beratnya Taeyeon noona” tanya Chanyeol. Baekhyun menggeleng, ia menoleh ke arah Chanyeol sambil tersenyum senang dengan bekas airmata yang ada di pipinya.
“aku senang Taeyeon noona menemukan pasangan yang tepat” ungkap Baekhyun. Chanyeol tersenyum mendengarnya.

~oOo~

-HaeSica Couple-

April, 18 2014 (sebelum keluarnya Leeteuk dari wajib militer)

Jam menunjuk pukul 00:00 KST itu berarti tanggal telah berubah, dari 17 menjadi 18. 18 April merupakan tanggal yang sangat berarti bagi seorang Jessica Jung. Tentu saja, pada tanggal itu ia terlahir di dunia ini. Itu tepatnya 25 tahun yang lalu. Well, Jessica sebenarnya berumur 25 tahun tapi karena di Korea umur ditambah 1 tahun jadi tahun ini Jessica berumur 26 tahun.

Jessica yang sedang kita bicarakan ternyata sedang tertidur nyenyak di kasurnya. Jadwal yang sangat padat membuatnya lelah, jadi ia menghabiskan waktu luangnya dengan tidur.

Deo dadanhage neon Mr. Mr. (nalbwa) Mr. Mr. (geurae baro neo neo neo)

Ponsel milik Jessica berbunyi menandakan bahwa ada telpon masuk. Namun Jessica tak terganggu dengan bunyi ponselnya. Ia masih saja terlelap. Sooyoung yang merupakan teman sekamar Jessica terbangun. Dengan rasa kesal Sooyoung meraih ponsel Jessica. Ia membaca nama si penelpon.

‘Naui babo fishy’

Sooyoung menghela napas. Ia segera mengguncang tubuh Jessica, berusaha membangunkan teman sekamarnya itu.
“Jessie” panggil Sooyoung dengan suara parau.
“Sica” panggil Sooyoung lagi.
“Jessica Jung” Sooyoung sedikit membesarkan suaranya. Dan memang pada kenyataannya, Jessica sulit dibangunkan.

Ponsel Jessica berhenti berdering, namun beberapa detik kemudian ponsel berwarna putih itu kembali berdering. Membuat Sooyoung menghela napas frustasi. Sooyoung menggeletiki perut Jessica; berusaha membuat Jessica tertawa. Sooyoung terus berusaha dan beberapa menit kemudian Jessica terbangun sambil tertawa terbahak-bahak.

“Ya! Hahaha, ada apa Soo?” tanya Jessica. Sooyoung berhenti menggelitiki Jessica.
“ponselmu sedari tadi berbunyi.” Ucap Sooyoung.
“siapa yang menelpon jam segini?” tanya Jessica.
“molla. Angkatlah” Jessica segera mengangkat telponnya. Sooyoung kembali melanjutkan tidurnya.

“Yoboseyo”
“…”
“eh, oppa. Kenapa menelpon tengah malam begini?” tanya Jessica, sesekali gadis itu menguap.
“…”
“uhm? Sekarang?” tanya Jessica.
“…”
“Di mana?” tanya Jessica.
“..”
“oke, baiklah. Aku akan ke sana”
“..”
“ne”

Sambungan terputus.

Jessica pergi ke kamar mandi. Ia membasuh mukanya kemudian kembali ke kamar. Ia memakai bedak tipis dan segera meraih jacketnya. Ia menaruh memo kecil di atas meja menulis bahwa ia hanya keluar sebentar.

Jessica mulai keluar dari gedung apartemen. Ia berjalan menuju taman yang tak jauh dari situ. Sepanjang jalan Jessica mengusap-ngusap tangannya. Walau sudah mengenakan jacket, ia tetap saja merasa kedinginan. Udara malam memang benar-benar menusuk. Jessica berjalan terus hingga taman mulai terlihat. Jessica tersenyum saat melihat seseorang yang tadi menelponnya telah duduk di kursi taman. Jessica berlari kecil menghampirinya.

“maaf, membuatmu menunggu lama oppa” ucap Jessica dengan wajah menyesal. Namja itu mendongak, tersenyum manis ke arah Jessica.
“gwaenchana. Duduklah” namja tampan bernama lengkap Lee Donghae menepuk tempat kosong di sampingnya. Jessica segera duduk.
“Maaf membuatmu keluar tengah malam seperti ini.” Ucap Donghae.
“uhm? Tak apa” balas Jessica sambil menggosok-gosokkan telapak tangannya lalu menempelkan di kedua pipinya. Udara benar-benar dingin.
Donghae yang menyadari Jessica kedinginan segera melepas jacketnya lalu memasangnya di tubuh Jessica.
“Eh? Ti..tidak usah. Nanti oppa kedinginan” tolak Jessica sambil berusaha melepas Jacket Donghae. Donghae menahan tangan Jessica.
“Aku tak apa. Pakailah” Jessica menyerah.
“Oh ya, ada apa?” tanya Jessica.
“saengil chukhahae Jessie” ucap Donghae sambil tersenyum manis.
“eh? Memang sekarang tanggal berapa?” tanya Jessica bingung. Donghae tertawa.
“tanggal 18 April, babo” balas Donghae.
“benarkah? Wah, terima kasih. Oppa adalah orang pertama yang mengucapkannya” ucap Jessica.
“iya, sama-sama” ucap Donghae sambil mengacak rambut Jessica.
“Ah! Hadiahku mana?” tanya Jessica dengan alis berkerut dan tangan yang menengadah di depan Donghae. Donghae tersenyum.
“Maaf, aku tak punya waktu untuk menyiapkannya.” Ucap Donghae dengan wajah menyesal.
“Mwo? Bagaimana bisa? Padahal aku sangat mengharapkan hadiah darimu oppa” Jessica mengerucutkan bibirnya. Tangannya ia lipat di depan dada.
“maaf, Jess.” Sesal Donghae.
“hm” Jessica menanggapinya dengan sebuah hm-man(?).
“Jessie, aku benar-benar minta maaf” ucap Donghae.
“ah! Sepertinya ini sudah sangat larut. Oppa aku harus kembali” ucap Jessica tanpa memandang Donghae.
“Jess, aku minta maaf” ucap Donghae. Jessica segera berdiri.
“Aku pulang ya oppa” pamit Jessica masih tetap tak memandang Donghae. Jessica mulai melangkah. Namun baru beberapa langkah, Donghae menahan tangan kanan Jessica.

Donghae mulai berlutut. Jessica masih membelakangi Donghae. Donghae mengeluarkan sebuah cincin dari kantung celananya. Ia menarik napas panjang kemudian menghembuskannya.

“Jessica” panggil Donghae. Jessica tak menoleh.
“aku minta maaf. Aku janji aku akan memberimu hadiah besok.” Ucap Donghae. Jessica tak bergeming. Ia tak berniat menoleh melihat Donghae.
Donghae kembali menghela napas panjang dan menghembuskannya.
“Kau pernah bilang ‘kan bahwa kau ingin menikah di usia 26 tahun? Aku akan mengabulkannya” ucap Donghae. Jessica mengerutkan keningnya mendengar ucapan Donghae.
“Jessie, aku mungkin bukan seseorang yang sempurna. Bukan seseorang yang sesuai dengan kriteriamu.” Donghae terdiam sejenak lalu mulai melanjutkan kata-katanya.
“Tapi aku berjanji aku akan berusaha sempurna untukmu. Aku akan berusaha memenuhi keinginanmu. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Selain itu, aku juga berjanji akan menjadi seseorang yang selalu dan akan selalu mencintaimu seumur hidupku, aku akan berusaha menjagamu semampuku, aku akan berusaha membahagiakanmu. Dan aku akan berusaha ada di sampingmu, susah atau senang, aku akan tetap ada di sampingmu. Jadi, maukah kau menikah denganku?” tanya Donghae.

Jessica tak bergerak. Airmatanya mengalir sejak Donghae mulai berjanji untuknya. Ia benar-benar merasa senang. Apa yang ia impikan menjadi kenyataan. Jessica tak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia senang, sangat senang hingga membuatnya bingung harus melakukan apa. Sebenarnya jawabannya sudah ada, tapi lidah Jessica seakan keluh untuk mengeluarkan jawabannya.

“Jessie, maukah kau menikah denganku?” tanya Donghae sekali lagi.

Jessica masih tak bergerak, ia masih membelakangi Donghae. Donghae menghela napas panjang, sepertinya ia gagal. Donghae berdiri, ia memandang cincin yang ia gunakan untuk melamar Jessica.
“Jika kau tak mau, tak apa. Aku tak memaksa untuk mene-” ucapan Donghae terpotong, Jessica tiba-tiba berbalik dan memeluk tubuh Donghae dengan erat. Tangisan Jessica terdengar.
“Jess-Jessie..”
“Aku mau, babo” ucap Jessica sambil memukul pundak Donghae. Donghae tersenyum senang. Airmata tiba-tiba menetes dari matanya.
“Kupikir kau menolakku” ungkap Donghae sambil membalas pelukan Jessica.
“Mana mungkin. Bodoh!” Jessica melepas pelukannya. Ia sedikit menjauhkan tubuhnya dari Donghae dan mengulurkan tangan kirinya.
“Pakaikan” ucap Jessica. Donghae tertawa dan segera menyematkan cincin tadi ke jari manis Jessica.
“gomawo” kata Donghae sambil tersenyum.
“nado saranghae” balas Jessica. Donghae tertawa lalu mendekatkan wajah ke wajah Jessica. Mereka berdua memejamkan mata, wajah mereka semakin mendekat, menghapus jarak di antara mereka. Chu. Bibir mereka bersentuhan dan sedetik kemudian terdengar bunyi kamera. Jessica dan Donghae menjauhkan wajah mereka.

“Aku dapat!” ucap Sooyoung. Donghae dan Jessica menghembuskan napas lega, mereka pikir paparazzi telah mengambil gambar mereka.
“Bagaimana bisa kau di sini?” tanya Jessica. Sooyoung tersenyum.
“hehe, aku tadi mengikutimu. Kupikir hal ini akan terjadi” ucap Sooyoung.
“hal apa?” tanya Jessica.
“Donghae oppa yang melamarmu” balas Sooyoung.
“Kau datang sendiri?” tanya Donghae.
“tidak, bersama mereka” ucap Sooyoung sambil menoleh ke belakangnya. Member SNSD yang lain tiba-tiba muncul. Taeyeon muncul sambil membawa kue ulang tahun. Member SNSD mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan itu membuat Jessica terharu.

“Ayo, Sica. Tiup lilinnya” suruh Taeyeon. Jessica mengangguk. Jessica menyatuhkan kedua telapak tangannya di depan dada dan mulai berdoa setelahnya Jessica meniup lilin.
“Happy birthday, Jessica” ucap Member SNSD dan Donghae secara bersamaan. Jessica tersenyum senang. Ia sangat bersyukur memiliki mereka dalam hidupnya. Gomawo, saranghae.

~oOo~

-SunSun Couple-

June, 20 2015

“Ah! Sekarang?” tanya Sunny pada si penelpon.
“..”
“Oppa di mana?”
“..”
“Oke, aku akan segera ke sana” ucap Sunny.
“..”
“bye~”

Sunny segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Yoona yang sedang menonton sambil makan keripik menoleh ke arah Sunny.
“telpon dari siapa eonni?” tanya Yoona.
“Umh?” Sunny mengambil beberapa keripik dari tangan Yoona lalu memakannya, “dari Sungmin oppa” lanjutnya.
“Aku pergi ya” pamit Sunny lalu mulai meninggalkan dorm.

.
.

Sunny memasuki gedung SM. Ia tersenyum ramah pada para staff SM. Sunny menarik napas lalu menghembuskannya. Ia mulai memasuki lift menuju lantai 12 di mana ruang musik berada. Ting. Sunny segera keluar dari lift, ia berjalan keluar dari lift.
Sunny mulai berjalan menuju ruang music yang berada di ujung koridor. Selama perjalanan Sunny terus menghela napas. Ia bingung, tiba-tiba saja rasa gugup menyerangnya.

“annyeong haseyo noona” sapa salah satu member EXO yang baru keluar dari ruang latihan.
“Annyeong Chanyeol~ah” balas Sunny sambil tersenyum.
“Noona sedang apa di sini?” tanya Chanyeol.
“uhm, Sungmin oppa menyuruhku ke sini. Apa kau melihatnya?” tanya Sunny.
“Ah, Sungmin hyung ada di ruang music” ucap Chanyeol.
“Gomawo Yeollie” balas Sunny lalu mulai berjalan meninggalkan Chanyeol.

Nah, di sinilah Sunny, berdiri di depan ruang music. Sunny berusaha menghilangkan rasa gugupnya. Hey, dia sudah sering bertemu Sungmin tapi kenapa sekarang dia merasa gugup?
Sunny kembali menghela napas. Dengan penuh keberanian Sunny mengetuk pintu bercat putih itu.

Tok tok

“Masuk” terdengar suara seorang namja dari dalam. Sunny yakin itu adalah suara Sungmin.

Sunny membuka sedikit pintu bercat putih itu, ia memasukan kepalanya. Kedua mata Sunny berkedip-kedip. Sungmin sekarang tengah memandang Sunny sambil tersenyum.
“Ayo masuk, Sunny~ah” panggil Sungmin. Sunny segera masuk sepenuhnya ke dalam ruangan. Ia menutup pintu lalu menghampiri Sungmin.

“Annyeong, oppa” sapa Sunny.
“Ne, annyeong” balas Sungmin.
“A..ada perlu apa oppa memanggilku ke sini?” tanya Sunny gugup.
“Aku baru selesai mengaransemen lagu. Jadi, aku menyuruhmu ke sini untuk mendengarnya. Tak apa ‘kan?” tanya Sungmin.
“tidak apa-apa” balas Sunny sambil tersenyum.
“Ayo sini, duduk di sini” ucap Sungmin sambil menepuk tempat kosong di sampingnya. Saat ini Sungmin sedang duduk di kursi panjang yang di depannya terdapat sebuah piano. Sunny mengangguk lalu duduk di samping Sungmin.
“maaf jika tak bagus” ucap Sungmin. Sunny tersenyum.
“Aku hanya menyanyikan reffnya. Tak apa ‘kan?” tanya Sungmin.
“Tak apa. Ayo nyanyikan” suruh Sunny. Sungmin mulai menekan tuts piano. Nada yang indah mulai terdengar. Sunny mengerutkan keningnya, sepertinya ia tak asing lagi dengan nada ini. Ia seperti pernah mendengarnya.

Sungmin memejamkan matanya sambil menikmati permainan pianonya. Sungmin mulai mengeluarkan suaranya.

Pyeongsaeng gyeote isseulge (I do)
(I’ll stay next to you for the rest of my life (I do)
Aku akan tinggal di sampingmu selama sisa hidupku (Aku lakukan))

Sunny menoleh ke arah Sungmin. Sungmin masih memejamkan matanya. Ia menyanyi dengan senyum manis menghiasi wajah tampannya. Sunny merasa jantungnya berdetak begitu cepat.

Neol saranghaneun geol (I do)
(I love you (I do)
Aku mencintaimu (Aku lakukan))

Sungmin menoleh ke arah Sunny sambil menyanyikan penggalan lagu di atas. Sunny merasa pipinya memanas. Ia yakin pasti sekarang pipinya bersemu merah. Apalagi Sungmin menatap matanya dengan lembut, Sunny merasa ia tak bisa bernafas.

Nungwa bigawado akkyeojumyeonseo (I do)
(Through rain and snow I’ll cherish you (I do)
Melewati hujan dan salju aku akan membelaimu (Aku lakukan))
Neoreul jikyeojulge (My love)
(I’ll take care of you (My love)
Aku akan menjagamu (Cintaku))

Bunuh Sunny sekarang! Bunuh Sunny sekarang juga! Arrggh! Nyanyian Sungmin benar-benar membuat Sunny berdebar takaruan. Ukh! Yakin! Sunny sekarang memerah seperti kepiting rebus apalagi saat Sungmin nyanyi bagian ‘My Love’ sambil memandang Sunny. Oughh~ Sunny malu~

Nawa gyeorhonhaejullae I do
(Will you marry me? I do
Maukah kau menikah denganku? Aku lakukan)

Sungmin selesai bernyanyi. Ia menoleh ke arah Sunny dan mulai tersenyum.
“Bagaimana?” tanya Sungmin. Sunny mengangguk dengan semangat sambil mengacungkan jempolnya. Ia takut mengeluarkan suara karena ia yakin pasti suaranya bergetar.
“terima kasih” ucap Sungmin. Sunny mengangguk.
“Oppa” Sunny mengeluarkan suara.
“ada apa?” tanya Sungmin. Sunny menggaruk pelipisnya yang tidak gatal sambil menggigit bibir bawahnya.
“uhm..” Sunny terlihat ragu mengeluarkan pertanyaannya.
“Ada apa? Tanyakan saja, aku usahakan akan jawab” ucap Sungmin. Sunny mengembungkan kedua pipinya membuat Sungmin merasa gemas dan ingin mencubit kedua pipi Sunny. Tapi tentu saja ia tahan niatnya itu.
“Uhm.. a..apa oppa i..ingin melamar..uhm.. seseorang?” tanya Sunny sambil melirik Sungmin dari ujung matanya. Sungmin tersenyum manis mendengar pertanyaan Sunny.
“ne. Kau tahu dari mana?” tanya Sungmin. Sunny merasa dada terasa sesak seketika mendengar jawaban Sungmin.
“uhm.. ha..hanya menebak..” jawab Sunny sambil menunduk.
“kau pintar sekali menebak” ucap Sungmin sambil mengacak rambut Sunny.
“tidak biasanya oppa menyanyikan lagu yang berhubungan dengan pernikahan” jawab Sunny. Ia masih menunduk, menyembunyikan ekspresi sedihnya.
“hahaha, kau benar. Uhm, kau tahu? Dia sangat cantik” ucap Sungmin. Sunny menelan ludah dengan susah payah, jantungnya berdenyut sakit.
“be..benarkah..?”
“ne. dia tidak terlalu tinggi sama sepertimu, hahaha. Dia juga memiliki wajah yang manis dan sangat suka beraegyo. Kau tahu? Suaranya sangat imut, dia juga ceria..” ucap Sungmin sambil memandang Sunny yang menunduk.

Sunny merasa matanya mulai mengabur.

“dia memiliki senyum yang manis. Ah, dia juga seorang artis seperti kita” Sunny mengerutkan keningnya.

‘siapa gadis yang disukai Sungmin oppa?’ batin Sunny.

“ah~ aku menyukai sejak pertama kali aku bertemu dengannya..” ungkap Sungmin.
“pertama kali kami ketemu, dia sangat menggemaskan. Saat itu dia sedang terburu-buru dan secara tak sengaja dia menabrakku..”
“Apa dia artis SM?” tanya Sunny.
“iyaa..” balas Sungmin.

Sunny mulai berpikir tentang gadis yang sedang dibicarakan oleh Sungmin. Di SM gadis yang tidak terlalu tinggi ada beberapa orang yang sudah debut. Pertama Taeyeon, tapi Taeyeon tidak mungkin karena Taeyeon sudah bersama Leeteuk. Kedua Luna, tapi itu juga tidak mungkin, memangnya Sungmin tega merebut Luna dari Jonghyun?. Ketiga Hyoyeon, oh ayolah, Hyoyeon sudah memiliki kekasih. Jadi itu tidak mungkin. Lalu siapa? Saya gitu? Eh?

Sunny membulatkan matanya.

“waktu itu, dia terlihat sangat menyesal. Hahaha, ekspresinya lucu sekali. Dia terus membungkukkan badannya dan meminta maaf berulang kali padahal aku sudah mengatakan tak apa.” jelas Sungmin. Sunny merasa jantungnya kembali berdetak cepat, ia ingat kejadian itu, kejadian beberapa tahun yang lalu.
“Sekarang kau tahu ‘kan siapa gadis yang aku maksud?” tanya Sungmin sambil memandang Sunny lembut. Sunny mengangguk.
“Jadi, Sunny Lee, maukah kau menikah denganku?” tanya Sungmin sambil memperlihatkan sebuah cincin yang dari tadi ia genggam. Sunny membulatkan matanya, ia tak percaya. Sungmin terus menatap Sunny lembut. Sunny mencubit pipinya membuktikan bahwa ini bukanlah mimpi. Sakit. Sunny semakin membulatkan matanya.
“Sunny, maukah?” tanya Sungmin. Sunny mengangguk cepat dan kemudian memeluk tubuh Sungmin.

~oOo~

-SiFany Couple-

Di hari yang sama saat Leeteuk melamar Taeyeon. Saat semua undangan tengah memperhatikan Leeteuk yang melamar Taeyeon, saat itu juga Siwon mengirim pesan ke Tiffany untuk menemuinya di belakang.
“Oppa” Tiffany memanggil Nichkhun. Nichkhun segera menoleh.
“Ada apa sayang?” tanya Nichkhun.
“Aku ke toilet sebentar” izin Tiffany. Nichkhun mengangguk sambil tersenyum.

Tiffany segera menjauh dari kerumunan. Ia menoleh ke kanan-kiri mencari sang visual Super Junior. Tiffany segera mendekati Siwon yang berdiri di dekat pintu menuju bagian belakang café.
“Oppa, ada apa?” tanya Tiffany.
“Ikut aku, ada yang kukatakan” Siwon menarik tangan Tiffany. Mereka segera pergi ke taman yang terdapat di belakang café.

Dan di sinilah mereka, berdiri saling berhadapan. Tiffany mendongak menatap wajah Siwon.

“Ada apa, oppa?” tanya Tiffany lagi. Siwon menghela napas. Ia menggosok wajahnya dengan gusar.
“Oppa?”

“Tiff..” Siwon mulai mengeluarkan suaranya. Waktunya tak lama, ia harus segera mengatakannya.
“ya? Ada apa?” tanya Tiffany dengan alis mengkerut. Tidak biasanya Siwon gusar seperti
ini. Tiffany tahu betul Siwon, jika dia sudah seperti ini berarti ada sesuatu yang penting yang ingin dia katakan.
“Tiff..” seperti sebelumnya, Siwon hanya mampu mengeluarkan sedikit suara.
“Katakanlah oppa” suruh Tiffany.
“aku harap kau tak akan marah jika aku mengatakan ini..” ucap Siwon sambil memandang wajah Tiffany.
“iya. Katakanlah” Siwon menghela napas, ia mengatur detak jantungnya agar berdetak dengan normal.
“Tiff, aku sangat menyayangkan berakhirnya hubungan kita..” ucap Siwon. Tiffany membulatkan matanya ; ia terkejut. Ia pikir, Siwon tak akan pernah membahas masalah ini.

Well, Siwon dan Tiffany pernah berpacaran selama hampir 4 tahun. Tapi mereka putus karena rasa percaya pada satu sama lain telah pudar. Mereka putus dipertengahan tahun 2013. Mereka memutuskan bersama untuk mengakhiri hubungan. Tapi entah kenapa, hari ini Siwon kembali mengungkit tentang hubungan mereka.
“aku sampai sekarang belum bisa melupakanmu. Rasaku untukmu masih tetap sama, aku masih mencintaimu..” Tiffany terdiam. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, asal jangan menatap Siwon.
“Aku berencana melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Leeteuk hyung..” ungkap Siwon sambil mengeluarkan kotak perhiasan yang berisi sebuah cincin dari jasnya.
“Tapi setelah melihatmu bersama Nichkhun, aku sadar bahwa kau tak lagi mencintaiku. Dan terlihat sangat kejam jika melamarmu disaat kau sudah memiliki pacar..” ucap Siwon sambil memandang cincin yang barusan ia keluarkan. Tiffany melirik cincin yang sedang Siwon pegang. Tiffany mengerutkan keningnya, sepertinya ia pernah melihat cincin itu. Seperti dapat membaca pikiran Tiffany, ucapan Siwon selanjutnya membuat Tiffany mengingat cincin itu.

“kau ingat cincin ini? Ini adalah cincin yang kita lihat saat bersama di Thailand. Kau bilang, kau sangat menyukai bentuk cincin ini..” ucap Siwon sambil tersenyum masam. Di Thailand ya? Tiffany ingat itu. Saat itu mereka berdua ada pemotretan di Thailand dan saat waktu luang mereka jalan-jalan dan melihat cincin itu saat mereka singgah di toko perhiasan.
“saat itu aku langsung membelinya. Dan berniat akan menggunakan cincin ini untuk melamarmu..”
“Walaupun hubungan kita telah berakhir dan kau telah bersama Nichkhun, aku masih tetap menyimpan cincin ini..”
“Aku tak memaksamu untuk menerimaku. Aku hanya ingin mengatakan apa yang selama ini ingin kukatakan. Jadi dengarkan dan tak perlu kau jawab karena aku sudah tahu pasti apa jawabanmu..” mata Tiffany mulai memerah. Sebentar lagi airmatanya akan menetes.
“Tiff, Lihat aku” Tiffany menengadah berusaha menahan airmata. Ia kemudian kembali menatap Siwon.

‘jangan menetes, jangan mengalir, jangan menangis’ batin Tiffany.

“Tiffany Hwang, maukah kau menikah denganku?” tanya Siwon. Dan detik berikutnya airmata Tiffany menetes. Siwon menengadah berusaha menahan airmatanya, sebenarnya sejak tadi mata Siwon memerah. Tiffany mulai menangis sesenggukan. Ia menunduk menyembunyikan wajahnya dari penglihaatan Siwon. Tangannya sibuk menghentikan aliran di pipinya, namun semakin ia menghapusnya, airmatanya semakin mengalir.

Beberapa menit mereka lalui dengan keadaan hening, hanya suara sesenggukan Tiffany yang terdengar. Siwon tak berniat menenangkannya karena dia tahu sekarang Tiffany sedang meluapkan emosinya. Siwon menunggu, menunggu, menunggu hingga Tiffany berhenti menangis.

Suara sesenggukan Tiffany tak terdengar lagi. Tiffany mulai tenang. Ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya. Ia mulai mendongak menatap wajah Siwon.

“Oppa..” panggil Tiffany dengan suara serak. Siwon membalas tatapan Tiffany.
“hm..” balas Siwon.
“Mianhae..” ucap Tiffany. Matanya kembali memerah. Siwon tersenyum walau sebenarnya hati sekarang tengah menjerit kesakitan.
“tak apa.” Ucap Siwon.
“Aku sebenarnya telah menunggu hal ini sejak lama, tapi karena oppa tak pernah melakukannya. Aku pun berhenti berharap. Tapi kenapa disaat aku sudah memiliki kekasih baru oppa melakukan hal ini?” airmata Tiffany kembali mengalir. Siwon terdiam.
“Kenapa disaat aku mulai membuka hatiku untuk orang lain oppa baru melakukan ini? Kenapa disaat aku mulai melupakanmu oppa melakukan ini?” tanya Tiffany sambil terisak. Siwon terdiam namun airmatanya mulai menetes.
“Kenapa baru mengatakannya sekarang? Disaat aku mulai menghapusmu dari hatiku, oppa melakukan ini. Kenapa?” Tiffany sedikit meninggikan suaranya di kata ‘Kenapa’ terakhir. Ia menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.
“Mianhae Fany~ah..” ucap Siwon sambil memeluk tubuh Tiffany.
“Kenapa oppa?” tanya Tiffany dengan suara serak.
“Mianhae..” gumam Siwon. Ia mengeratkan pelukannya di tubuh Tiffany.

Beberapa menit mereka terdiam.
“Oppa..” Tiffany mulai membalas pelukan Siwon.

Tiffany mengeratkan pelukannya di tubuh Siwon. Kepalanya ia sandarkan di dada bidang Siwon. Matanya ia pejamkan. Tiffany benar-benar merindukan pelukan hangat Siwon. Pelukan yang selalu membuatnya tenang, nyaman, dan merasa aman. Tiffany merasakan tangan Siwon tengah mengusap-ngusap punggungnya ; berusaha membuat Tiffany tenang.

Setelah merasa puas ; sebenarnya belum. Tiffany melepaskan pelukan mereka. Ia mendongak menatap wajah Siwon.
“oppa, mianhae. Aku tak bisa menerimamu..” ucap Tiffany pelan. Siwon tersenyum.
“tidak apa-apa. Aku sudah menyiapkan mental jika nanti kau tak menerimaku. Sebenarnya, aku hanya ingin mengatakan.” Ucap Siwon, “kau tahu ‘kan? Jika perasaan ditahan-tahan, itu akan membuat kita merasa sakit. Diungkap, jika jawabannya tak sesuai kita akan merasa sakit, tapi jika sesuai kita akan merasa senang. Tidak diungkapkan tetap membuat kita merasa sakit. Jadi lebih aku mengungkapkannya walau jawabannya telah kuketahui” lanjutnya.
“mian oppa..” ucap Tiffany sambil memasang wajah menyesal.
“Sepertinya ini sudah terlalu lama, takutnya Nichkhun mencarimu.” Ucap Siwon. Tiffany mengangguk.
“kalau begitu aku kembali ke dalam ya oppa” pamit Tiffany. Siwon mengangguk.

Tiffany mulai melangkah menjauhi Siwon. Siwon menatap punggung Tiffany, terus memandangnya dan entah apa yang sedang dia pikirkan, baru beberapa langkah Tiffany berjalan, Siwon berlari dan memeluknya dari belakang.

Tes

Siwon merasa lengannya yang kini tengah memeluk tubuh Tiffany tertimpa oleh tetesan air. Dan Siwon yakin, itu pasti airmata Tiffany.
“Maaf, tapi bolehkah aku memelukmu seperti ini? Hanya beberapa detik” ucap Siwon dan dibalasi oleh anggukan kepala Tiffany.

Dan benar saja, beberapa detik kemudian Siwon melepaskan tubuh Tiffany. Setelah pelukan Siwon terlepas, Tiffany berbalik menghadap Siwon. Dan sedetik kemudian Tiffany memeluk tubuh Siwon erat. Siwon balas pelukan Tiffany.
“Tiffany, saranghae” ucap Siwon pelan. Tiffany mengangguk.
“aku tahu..” ucap Tiffany.
“dan aku juga tahu sekarang kau tak mencintaiku lagi..” bisik Siwon. Tiffany tak membalasnya.
Tiffany menghela napas lalu melepas pelukan mereka. Ia memandang wajah Siwon.
“mian..” gumam Tiffany. Siwon hanya mengangguk. Siwon kemudian menarik napas panjang lalu menghembuskannya.
“Tiffany~ah” panggil Siwon. Tiffany mengangkat kedua alisnya seolah bertanya ‘ada apa?’.

“uhm..” Siwon terlihat ragu mengatakannya. Sementara Tiffany masih mengangkat kedua alisnya.
“bolehkah..”
“bolehkah..?” tanya Tiffany.
“bolehkah aku menciummu? Maaf kalau aku terdengar lancang..” ucap Siwon. Tiffany mengangguk. Membuat Siwon terkejut.
“boleh..” jawab Tiffany. Siwon menghela napas lalu mulai mendekatkan wajahnya ke Tiffany. Tiffany memejamkan matanya begitupula dengan Siwon. Chu. Bibir mereka bertemu. Hanya menempel. Tak ada lumatan, tak ada hal lebih. Airmata Siwon tiba-tiba menetes di pipi Tiffany, bercampur dengan airmata Tiffany yang mengalir dari tadi. Tak lama, ciuman mereka tak lama. Ciuman mereka terlepas.
“kembalilah ke dalam” ucap Siwon. Tiffany mengangguk. Ia menghapus airmatanya lalu segera berlari memasuki café. Dan saat itulah Siwon terduduk di tanah dengan airmata yang mengalir di pipinya.

Ia tahu, Tiffany lebih memilih Nichkhun daripada dirinya. Siwon tahu itu. Dan Siwon berharap semoga Tiffany bisa hidup bahagia bersama Nichkhun.

~oOo~

-KyuYoung Couple-

February, 7 2015

Hari ini sang maknae Super Junior mengajak Sooyoung untuk makan malam bersama. Sooyoung dengan senang hati menerima, sekalian kencan gitu. Mereka ‘kan sudah beberapa minggu tak bertemu, maklum saja, mereka ‘kan seorang idol pastinya sibuk dengan jadwal mereka.

Sooyoung memandangi dirinya di depan cermin. Well, karena Sooyoung tak terlalu suka mengenakan dress, ia mengenakan baju kaos berwarna putih, melapisinya dengan jaket kulit berwarna hitam, kemudian menggunakan celana jeans hitam. Ia memakai tas selempang warna hitam. Rambut panjang bergelombangnya ia uraikan. Dia tak menggunakan poni, membiarkan jidat indahnya terlihat.
“selesai” ucapnya. Ia segera keluar kamar.

“Kau mau ke mana Soo?” tanya Yuri yang sedang nonton.
“kencan dengan Kyuhyun” balas Sooyoung. Yuri menaikan sebelah alisnya.
“dengan pakaian seperti itu?” tanya Yuri heran.
“iya. Ada yang salah?” tanya Sooyoung.
“aigoo~ Soo, gadis biasanya memakai dress jika sedang kencan dengan kekasihnya. Dan, kenapa kau memakai pakaian begitu?” tanya Yuri.
“Aku berbeda dengan gadis-gadis seperti mereka. Aku pergi ya eonni. Annyeong” Sooyoung segera meninggalkan dorm. Sebelumnya ia memakai masker, kacamata, dan topi untuk menutupi identitasnya di depan publik.

Sooyoung segera memanggil taksi saat ia telah keluar dari apartemen. Ia segera memberitahu taksi untuk mengantarnya ke restoran xxx.

.
.

Sooyoung memasuki restoran, ia segera bertanya ke kasir di mana keberadaan namjachingunya. Seorang pelayan mengantarnya ke ruang VIP agar tak dilihat oleh orang banyak. Kan bisa bahaya jika mereka ketahuan.

Sooyoung segera memasuki ruangan itu. Ia melepas masker, kacamata, dan topinya. Tsk, ia
merasa gerah memakainya!

“kau sudah lama datang?” tanya Sooyoung lalu segera duduk di kursi yang berhadapan dengan kekasihnya.
“ya, lumayan. Kau sih jam karet” sindir Kyuhyun.
“hey, aku terjebak macet tadi di jalan” ucap Sooyoung.
“tak ada alasan” ucap Kyuhyun lalu memanggil pelayan yang sedari tadi berdiri di pintu. Pelayan itu mendekat.

“Aku pesan salad dan Chicken Parmigiana, serta jus jeruk” ucap Kyuhyun.
“Kau pesan apa?” Kyuhyun menoleh ke arah Sooyoung. Sooyoung melihat daftar makanan dan mulai memilih-milih makanan apa yang akan ia pesan.
“Aku pesan Spaghetti, Lasagna, Salad, Chick-”
“jangan banyak-banyak, kau itu ‘kan cewek. Nanti kalau berat badanmu bertambah, bagaimana?” potong Kyuhyun. Sooyoung meringis.
“Pesan satu saja” putus Kyuhyun.
“Mwo?! Kau memesan dua sementara aku memesan satu, bagaimana bisa Mr. Cho? Ini tak adil” Protes Sooyoung.
“Satu atau tidak sama sekali?” tanya Kyuhyun sambil menaikan kedua alisnya. Sooyoung memandang kesal ke arah kekasih ter’laknat’nya itu.
“Pantas saja perutmu semakin hari semakin buncit. Cih. Siapa yang menghamilimu Mr. Cho? Sungmin oppa? Kasiaan sekali” ledek Sooyoung.
“Ya! Pesan sekarang atau tidak sama sekali?” ancam Kyuhyun. Sooyoung mendengus.

‘aku lebih baik memesan Lasagna saja, Chicken Parmigiana sama Salad sudah dipesan oleh Kyuhyun. Jadi aku bisa mencurinya nanti..hahaha’ Sooyoung tertawa evil dalam hati.

“baiklah, aku pesan Lasagna dan jus strawberry” ucap Sooyoung. Sang pelayan mengangguk dan pamit mengambil makanan sepasang kekasih ini.

Beberapa menit kemudian sang pelayan kembali sambil mendorong kereta makanan. Di atas kereta makanan itu terdapat pesanan Kyuhyun dan Sooyoung. Sang pelayan menyajikan piring berisi pesanan Kyuhyun dan Sooyoung di atas meja. Lalu menyajikan jus strawberry dan jus jeruk di atas meja.
“silahkan menikmati” ucap sang pelayan sambil tersenyum ramah. Sooyoung membalas senyum sang pelayan sambil mengangguk. Pelayan pamit pergi setelahnya.

Kyuhyun dan Sooyoung mulai menikmati pesanan mereka. Sooyoung mengerutkan keningnya saat menyadari sesuatu. Ia memandang kekasihnya dengan tatapan aneh.

“Kyu, kenapa kau mengenakan jas? Ingin melamarku, heh? Hahaha” goda Sooyoung sambil menunjuk Kyuhyun menggunakan garpu yang sedang ia pegang. Kyuhyun segera mengunyah lalu menelan makanan yang ada dalam mulutnya.
“memangnya tak bisa aku memakai jas, hum?” tanya Kyuhyun. Sooyoung mengendikkan bahunya.
“Ya, tidak bisa saja. Biasanya ‘kan kau hanya menggunakan kaos dan celana jeans. Tapi tumben kencan kali ini kau menggunakan jas. Apa kau ingin melamarku? Hahaha, ya, bisa saja, kita ‘kan sudah berpacaran hampir 7 bulan.” ucap Sooyoung sambil memutar-mutar garpunya di udara. Ya, setelah Sooyoung putus dengan Kyungho bulan mei tahun lalu, saat bulan 7 Kyuhyun menyatakan perasaannya pada Sooyoung dan Sooyoung menerimanya. Back to the story.

Sooyoung terus memutar-mutar garpunya di udara. Tiba-tiba tatapan Sooyoung tertuju pada makanan pesanan Kyuhyun, Chicken Parmigiana. Matanya membulat, berbinar senang.
“ya, hanya ingin tampil berbeda saja. Oh ya, kenapa kau tak menggunakan dress?” tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
“Bukankah aku sering memakai pakaian seperti ini saat kencan?” tanya Sooyoung balik.

Hap!

Sooyoung tersenyum senang saat ia berhasil mendapatkan sepotong dada ayam pesanan Kyuhyun.
“ya!” teriak Kyuhyun sambil menarik piringnya menjauh dari jangkauan Kyuhyun. Sooyoung meringis.
“Kau pelit sekali!” gerutu Sooyoung lalu mulai melahap dada ayam yang baru saja ia curi.
“Makan dulu makananmu!”
“setelah itu kau akan berbagi ‘kan?” tanya Sooyoung berbinar. Kyuhyun menatap datar kekasihnya yang memang terkenal tukang makan itu.
“ya, ya, ya.” Balas Kyuhyun pasrah. Ia menyimpan kembali piringnya di atas meja lalu kembali makan.
“tapi Soo, bukannya tadi sudah kukatakan untuk mengenakan dress?” Kyuhyun mengangkat kembali topic pembicaraan yang sempat terputus.
“Aku malas. Kau sendiri ‘kan tahu kalau aku tak suka memakai dress” ucap Sooyoung sambil mengunyah makanannya.
“ah, terserah” ucap Kyuhyun.

Mereka kembali makan dengan diam. Tak ada lagi yang berbicara setelahnya. Sooyoung yang sibuk dengan pacar keduanya (read : makanan) sementara Kyuhyun telah selesai makan.

“Kyu, bisakah kau memotretku?” tanya Sooyoung sambil menyodorkan ponselnya ke hadapan Kyuhyun.
“Untuk apa?” tanya Kyuhyun malas.
“Aku ingin mengunggahnya ke Istagram” ucap Sooyoung, ia mulai menunjukkan puppy eyesnya, “Kyu, please” ucap Sooyoung memelas. Kyuhyun berdecak lalu mengambil ponsel Sooyoung.
Sooyoung mulai berpose. Ia membuka mulutnya sambil matanya menatap makanan dengan tatapan berbinar.

Click!

“Sudah” ucap Kyuhyun sambil mengembalikan ponsel Sooyoung.
“gomawo oppa” ucap Sooyoung sambil tersenyum senang. Ia segera mengunggah fotonya di
instagram.
“kencan dengan pacar keduaku, hahaha (makanan Italia)” ucap Sooyoung sambil menulis komentar untuk foto yang akan ia unggah.
“Kenapa harus ada kata ‘pacar kedua’?” tanya Kyuhyun.
“tenang saja, fans akan berpikir kalimat ‘pacar kedua’ berarti makanan Italia” ucap Sooyoung.
“bukan itu, kenapa tidak pacar pertama?” hahaha, sepertinya Mr. Cho tidak terima dianggap pacar kedua.
“terserah aku dong” ucap Sooyoung.
“kau menyebalkan”
“terima kasih” balas Sooyoung kemudian menghabiskan makanannya.
Setelah selesai, seorang pelayan datang membawakan ice cream berukuran Jumbo. Mata Sooyoung kembali berbinar. Ia melirik Kyuhyun dengan tatapan jahil.
“Apa di dalam sini ada cincin Mr. Cho?” tanya Sooyoung seperti sebuah ejekan sambil menunjukkan ice cream yang ada di depannya.
“mana mungkin. Aku bukan tipe cowok ‘romantis’ yang akan melakukan hal mainstream seperti itu” ucap Kyuhyun.
“ya, itu memang hal yang mustahil kau lakukan. Aku makan” dan setelahnya Sooyoung mulai larut dalam ice creamnya.

Kyuhyun memandang Sooyoung dengan tatapan yang sulit dimengerti. Ia mengulurkan sapu tangannya ketika melihat ada bekas ice cream di pinggir bibir Sooyoung. Sooyoung tersenyum dan segera menghapus bekas ice cream yang ada di bibirnya. Lalu ia mulai makan kembali. Setelah Sooyoung selesai, Kyuhyun menaruh beberapa lembar uang won di atas meja lalu mengajak Sooyoung untuk pulang.

Saat mereka akan mulai berjalan, Kyuhyun menaruh lengannya di bahu Sooyoung kemudian berkata, “Choi Sooyoung, menikahlah denganku!”
“heh?!” Sooyoung menoleh ke arah Kyuhyun dengan tatapan horror. ‘Ya Tuhan, kenapa kekasihku tak romantis?’ batin Sooyoung memelas.

~oOo~

-YoonBum Couple-

Di hari yang sama saat Leeteuk melamar Taeyeon. Yoona baru selesai syuting saat datang ke sini. Ia terburu-buru memasuki pintu café. Namun saat Yoona akan membuka pintu café, disaat yang bersamaan seorang pria juga membuka pintu café. Yoona menoleh ke samping kanannya, dimana pria itu berada.

Deg

Tatapan Yoona dan namja itu bertemu. Yoona mematung, ia tak bisa melepas matanya dari mata namja di hadapannya. Namja itu sama seperti Yoona, ia tak bisa melepas tatapannya dari mata Yoona. Beberapa saat mereka terdiam dengan keadaan seperti itu. Tatapan mereka menyiratkan sesuatu yang sulit diartikan. Perasaan yang lama terpendam secara perlahan terungkap melalui tatapan yang penuh arti itu.

Namja itu tersadar lebih dulu, ia segera mengalihkan pandangannya dan berdehem. Yoona menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali memandang namja itu. Bukan, bukan di mata. Yoona takut, jika ia kembali menatap mata namja itu, ia akan kembali terpesona.

“Ha..hai Yoong” sapa namja itu sambil tersenyum kikuk. Yoona membalas senyum namja itu
dengan tersenyum aneh. Ini benar-benar canggung, kau tahu?!
“Ha.. hai o..oppa” balas Yoona.
“oraenmaneyo (Long time no see). Bagaimana kabarmu?” tanya namja tampan yang memiliki senyum mempesona sambil mengelus tengkuknya yang tak gatal sebenarnya.
“Aku baik. Oppa apa kabar?” tanya Yoona balik.
Well, walau mereka berdua sering membintangi drama, tapi mereka belum bisa mengatasi kecanggungan seperti ini. Oh Tuhan, tolong hilangkan rasa canggung ini.
“aku juga baik.” Balas namja itu pelan. Yoona mengangguk.

Mereka kembali terdiam. Yoona mengelus lengannya, berusaha menghilangkan rasa gugupnya. Ia beberapa kali mengembungkan pipinya untuk mengalihkan perhatiannya. Namja yang berdiri di depan Yoona ini tak begitu berbeda dari Yoona, ia juga merasakan rasa gugup.

“Ka..kalau begitu, bagaimana kalau kita masuk sekarang?” tanya Yoona, suaranya sedikit bergetar. Namja tampan bernama lengkap Kim Kibum itu mengangguk. Iya, dia Kim Kibum, anggota dari Super Junior. Mantan pacar Yoona.

Mantan pacar? Iya. Dulu, pada tahun 2008 hingga 2010 Yoona dan Kibum berpacaran. Dalam hubungan mereka, mereka tak pernah bertengkar, selalu mengerti satu sama lain, dan mereka saling mencintai tentunya. Namun karena suatu hal, Kibum memutuskan hubungannya dengan Yoona. Setelah putus, mereka jarang bertemu, Yoona yang sibuk dengan konser SNSD dan Kibum yang sibuk dengan dramanya.

Yoona mulai membuka pintu lagi. Namun belum sempat Yoona melangkah masuk, suara Kibum membuat Yoona kembali menoleh.
“Yoong” panggil Kibum sambil memegang lengan Yoona yang membuka pintu.
“Ada apa oppa?” tanya Yoona. Kibum menghela napas lalu menghembuskannya.
“bolehkah kita bicara sebentar?” tanya Kibum. Yoona berpikir sejenak kemudian mengangguk.

Kibum segera menarik tangan Yoona. Mereka berjalan menuju parkiran. Kibum menekan
tombol pembuka pintu mobilnya lalu segera membukakan pintu untuk Yoona. Yoona segera masuk. Kibum berjalan ke arah pintu kemudi lalu masuk ke dalam mobilnya.

“Kau ingin bicara tentang apa oppa?” tanya Yoona menoleh ke samping kirinya, di mana Kibum berada. Kibum menghela napas lalu menoleh ke Yoona.
“Baiklah, aku tak suka berbasa-basi” ucap Kibum. Yoona mengangguk, ya, Kibum memang orang seperti itu. Yoona tahu itu.
“Aku terlalu lama ya?” tanya Kibum. Yoona mengerutkan keningnya ; tak mengerti dengan apa yang sedang dikatakan oleh mantan kekasihnya ini.
“maksud oppa?” tanya Yoona bingung.
“Kau ingat? Dulu saat aku memutuskanmu dengan alasan yang tidak kau ketahui, aku sempat berkata ‘tunggu aku’ bukan?”

Deg

Jantung Yoona tiba-tiba berdenyut ngiluh. Ia ingat saat itu, ia ingat saat Kibum menyuruhnya untuk menunggu. Yoona ingat betul. Bahkan selama 2 tahun setelah mereka putus, kalimat ‘tunggu aku’ yang dikatakan Kibum masih terus ia menghantuinya.

“Saat itu, aku berpikir, jika kita tetap berhubungan, ini mungkin akan sangat berat untukmu dan juga untukku. Kau yang sibuk dengan konser SNSD, aku yang sibuk dengan syuting drama, serta kita yang sudah jarang bahkan tak pernah bertemu selama sebulan. Kau tahu? Itu sangat sulit”
“aku tahu, kau pasti sangat tersakiti dengan jarang bertemunya kita dan aku juga merasakan hal itu. Dan well, aku berpikir, jika kita putus, mungkin ini tak akan terasa sulit lagi.” Ucap Kibum.

Tes

Airmata Yoona menetes. Bayang-bayang saat Kibum memutuskannya terus berputar di kepalanya. Ia ingat, saat itu dia begitu terpuruk sampai tak makan selama beberapa hari.
“saat aku memutuskanmu, aku sempat berkata ‘tunggu aku’. Saat itu aku berniat aku akan menyatakan perasaanku suatu hari nanti. Maaf, aku terdengar egois” ucap Kibum sambil menerawang ke depan. Yoona menghapus airmata yang kembali menetes di pipinya.
“setelah memutuskanmu aku sadar, aku bukannya mengurangi rasa sakit tapi malah menambahnya. Aku merasa semakin sakit setelah memutuskanmu..”

Yoona tak merespon ucapan Kibum. Ia ingin menjadi pendengar terbaik saat ini. Lagipula visual SNSD ini bingung harus mengatakan apa.

“setelah putus, hari-hariku terasa lebih sulit. Aku bahkan sering memimpikanmu yang sedang bergandengan dengan pria lain. Kau tahu? Setiap kali terbangun, aku selalu merasa kesal, rasa cemburu tiba-tiba hinggap dan rasa kehilangan akan dirimu menghantuiku..”
“Aku sangat senang saat mendengar kau menolak beberapa artis pria yang menyatakan perasaannya padamu. Aku pikir, aku masih menungguku..” Kibum menoleh ke arah Yoona dan tersenyum lembut ke gadis tersayangnya itu.

Ia mengambil tisu dari kotak tisu yang terdapat di dashboard mobilnya. Ia mengulurkan tisu itu di hadapan Yoona. Yoona segera mengambilnya dan menghapus airmatanya.
“Kupikir kau akan terus menungguku, namun sebuah fakta harus membuatku mengerti. Mengerti bahwa kau juga memiliki batas waktu untuk menungguku yang tak pasti..” Kibum menampilkan senyum pahitnya. Tenggorokkan mulai terasa sakit karena berusaha menahan airmata.

“awal tahun 2014 adalah saat yang paling sulit dan sangat berat untukku..” Yoona
menangis sesenggukkan. Ia tahu, tanggal 1 Januari 2014, ia mengumumkan hubungannya dengan artis terkenal, Lee Seung Gi.
Dan detik itu juga airmata yang sedari tadi Kibum tahan menetes. Kibum segera menyekanya. Ia kembali menoleh ke arah Yoona yang sedang menghapus airmatanya menggunakan tisu.
“Tenang, aku sudah mulai merelakan segalanya.” Yoona menoleh ke arah Kibum. Mereka kembali bertatapan. Kibum tersenyum lembut.
“tapi masih ada yang mengganjal..” Yoona menatap bingung ke arah Kibum.

Kibum menghela napas, ia kemudian merogoh saku jasnya. Mengeluarkan sebuah cincin. Yoona membulatkan matanya saat melihat cincin itu. Apa Kibum berniat melamar?
“Aku membeli cincin ini di awal tahun 2013. Aku berencana memberikannya padamu di hari ulang tahunmu. Tapi rencanaku gagal karena suatu hal…” ungkap Kibum.

“maaf, tapi bolehkah aku mengatakan ini?” tanya Kibum. Yoona kembali menangis. Ia tahu apa yang akan Kibum katakan.
“Kuanggap boleh” Kibum memutuskan. Ia menghela napas panjang lalu menghembuskannya.
“Yoona, Im Yoona, would you marry me?” tangisan Yoona pecah. Hal ini adalah apa yang selalu ia nantikan sejak dulu, sebelum Seunggi masuk dalam hidupnya. Kibum melamarnya. Ya. Yoona sangat menantikan saat itu, tapi kenapa Kibum melakukannya sekarang? Ini sudah sangat terlambat. Yoona sudah memiliki Seunggi.

“Mian..” suara Yoona terdengar parau. Kibum tersenyum pahit mendengarnya.
“Kau tak perlu minta maaf. Ini semua salahku” ucap Kibum.
“Aku terlalu lama, terlalu lambat, dan terlalu egois. Aku tak pernah memikirkan perasaanmu. Seharusnya aku yang minta maaf” ucap Kibum.
“Maaf oppa, aku tak bisa menerimamu..” Yoona terisak. Kibum mengelus rambut panjang Yoona.
“Aku tak apa. Aku tahu kau akan menolakku, tapi aku harus mengungkapkan ini. Aku terlalu lama memendamnya” ucap Kibum, masih mengelus rambut Yoona.

Yoona secara tiba-tiba memeluk tubuh erat. Menghirup aroma tubuh Kibum yang selalu membuatnya merasa tenang. Yoona merindukan ini. Merindukan pelukan Kibum, merindukan aroma tubuh Kibum, dan merindukan tangan Kibum yang senantiasa mengelus rambutnya.

“Aku benar-benar minta maaf oppa..” ucap Yoona dalam pelukan Kibum.
“Sudahlah, jangan minta maaf lagi. Setidaknya aku merasa cukup tenang karena pasanganmu adalah Seunggi, dia pria yang cukup manis dan baik hati. Akan sangat merasa aman jika kau bersama. Jadi, sekarang jangan menangis lagi. Tersenyumlah. Kau beruntung mendapatkannya. Semoga kalian hidup bahagia” ucap Kibum sambil melepas pelukan mereka. Yoona menghapus airmatanya, ia tersenyum manis ke arah Kibum.

“terima kasih” ucap Yoona. Kibum hanya tersenyum.

~oOo~

-YesYul Couple-

Yuri berjalan memasuki gedung SM. Hari ini dia dan teman segrupnya haris latihan. Beberapa bulan lagi mereka akan comeback dengan mini album berjudul ‘Mr. Mr.’. Yuri menghela napas, ia segera memasuki lift. Disaat bersamaan seorang pria juga memasuki lift. Yuri mendongak menatap pria itu, setelah mengetahui orangnya Yuri tersenyum manis.

“Hai Yul” sapa namja itu. Pintu lift tertutup. Yuri menekan tombol 11 menandakan bahwa ia akan ke lantai sebelas dimana ruang latihan SNSD berada.
“Hai oppa” balas Yuri.
“kau sedang apa di sini?” tanya namja bernama asli Kim Jongwoon namun lebih dikenal dengan nama Yesung, sang main vocalist Super Junior.
“latihan untuk comeback kami nanti.” Balas Yuri.
“benarkah?” Yuri mengangguk.
“Oh ya, oppa sendiri sedang apa di sini?” tanya Yuri balik.
“uhm, Soo Man sajangnim menyuruhku ke sini. Entahlah, aku juga tak tahu” balas Yesung.

4

5

Mereka terdiam. Tak ada yang berbicara. Yuri yang sibuk melihat ke depan sementara Yesung menunduk melihat sepatunya.

9

10

11

Ting!

Pintu Lift terbuka. Yuri menoleh ke arah Yesung sambil tersenyum.
“Aku duluan ya oppa” Yuri segera keluar dari lift. Yesung seperti ada sesuatu yang mendorong, ia menjulurkan kepala keluar lift lalu berteriak, “Yuri~ah, nanti malam mau tidak makan malam denganku?”
Yuri menoleh. Ia tersenyum manis sambil mengangguk mengiyakan ajakan kencan mungkin?

.
.

Yuri berjalan memasuki sebuah restoran yang telah ia dan Yesung sepakati menjadi tempat dinner mereka malam ini. Restoran ini berada di pinggir pantai.

Yuri saat ini mengenakan dress berwarna pink agak cream, dressnya 5cm di atas lutut, bawahannya bertingkat-tingkat, ban pinggang berwarna hitam menghiasi bagian perutnya. Yuri menggunakan high heels yang senada dengan dressnya, rambut panjangnya ia ikat ke atas dengan meninggalkan beberapa helai rambut di bagian pelipisnya. Di bahu kirinya tersampir tas selempang berwarna hitam. (demi apa, guee nggak pintar deskripsiin hal beginian, entahlah, kalian bisa bayangin atau enggak apa yang gue tulis :3)

Yuri berjalan menuju kasir, tentu saja ia menggunakan penyemaran. Kalau tidak, bisa bahaya, pengunjung di restoran ini cukup ramai. Yuri bertanya tentang keberadaan Yesung, seorang pelayan mengantarnya keluar dari restoran, berjalan menyusuri pantai dan di sinilah Yuri sekarang. Duduk berhadapan dengan Yesung.

Mereka cukup jauh dari keramaian, sedikit kemungkinan orang bisa mengenali mereka. Di atas meja terdapat sebuah lilin yang dilindungi oleh kaca agar tak mati tertiup angin. Udara dingin membuat Yuri mengigil.

“Kenapa kau tak membawa jacket?” tanya Yesung sambil mengambil bungkusan yang ada di samping kursinya.
“hiihh~ kupikir kita tak akan makan di tempat teruka seperti ini” ucap Yuri. Yesung menyodorkan bungkusan itu ke Yuri.
“Aku sudah menduga kau tak akan membawa jacket. Itu! Pakailah” suruh Yesung. Yuri mengambil isi bungkusan itu yang ternyata adalah sebuah jacket.
“Gomawo Oppa” ucap Yuri dan mulai memakainya. Walau sudah memakai jacket Yuri masih merasa kedinginan walau tak separah sebelumnya. Bagian betisnya tak tertutupi oleh kain. Itu membuat Yuri merasa dingin.
Mereka tak perlu memesan makanan karena di atas meja sudah tersedia makanan seafood.

Sejak pelayan meninggalkan mereka, Yuri telah melepas penyamarannya. Mereka mulai makan dalam diam. Deburan ombak terdengar, menemani acara dinner mereka.

.
.

Setelah makan, mereka berdua memutuskan untuk duduk di bibir pantai. Yuri yang memandang air laut sementara Yesung mendongak menatap bulan. Bulan mala mini bersinar terang. Yuri menoleh ke arah Yesung yang memandang bulan dengan ekspresi teduh hal itu membuat Yuri tersenyum.

Well, mereka berdua adalah pasangan kekasih. Mereka adalah pasangan yang bertahan hingga, berbeda dengan pasangan Super Generation yang lain yang putus-nyambung, mereka berdua adalah pasangan yang paling langgeng. Walau mereka adalah pasangan yang paling langgeng, tak jarang mereka bertengkar hanya karena masalah kecil. Namun pertengkaran itulah yang membuat mereka semakin mencintai.

Terkadang Yuri heran, bagaimana bisa dia menyukai pria yang sangat aneh ini? Tapi Yuri sadar. Semua yang dia inginkan terdapat dalam diri Yesung. Yesung adalah tipe pria yang setia, penyayang, pengertian, dan terkadang cerewet. Namun Yuri sangat suka dengan kecerewetan Yesung. Walau Yesung bukan tipe cowok yang romantis, tapi cara Yesung memperlakuan Yuri, Yuri sangat menyukainya.

“Kenapa tersenyum seperti itu? Terpesona, heum?” tanya Yesung tanpa menoleh ke arah Yuri. Yuri hanya tertawa mendengarnya.
“Tidak, hanya saja wajahmu terlihat berbeda saat menatap bulan seperti itu.” Balas Yuri.
“Katakan jika aku semakin tampan” Yesung menoleh ke arah Yuri dengan senyuman bangga. Yuri kembali tertawa. Yesung merogoh ponselnya dari kantung celananya lalu memberikannya ke Yuri.
“foto aku” suruh Yesung. Yuri mendengus, tsk, kekasihnya ini memang suka sekali berfoto.

Yesung kembali memandang bulan seperti tadi dan Yuri memotretnya. Yesung segera melihat ponselnya.
“Wah, aku terlihat keren seperti ini” ucap Yesung dan mulai memotret dirinya sendiri, bahasa gaulnya Selfie or Selca. Yuri menghela napas, ia segera mengambil ponselnya dari dalam tas selempangnya. Ia kemudian memotret bulan yang tengah bersinar terang.

Yesung melihat hasil potret Yuri kemudian berkata, “Wah, itu terlihat cantik” Yuri hanya tersenyum menanggapinya.

Yuri mensave foto itu lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas. Ia kembali memandang laut, entah kenapa, Yuri sangat menyukai laut. Luas, bebas, teduh dan terkadang liar memberontak. Yuri sangat menyukainya.

Click!

Yuri segera menoleh ke arah Yesung. Yesung sedang memandang hasil potretnya.
“Ya! Apa yang kau lakukan?” tanya Yuri tak terima.
“Lihatlah! Kau sangat manis” ucap Yesung sambil menunjukkan layar ponselnya yang memperlihatkan wajah Yuri dari samping. Yuri memandang fotonya lalu menoleh ke arah Yesung.
“Jika ingin memotret, kenapa tak bilang-bilang dulu? Aku ‘kan belum berpose kalau seperti ini” ucap Yuri sambil memandang fotonya. Yesung tertawa pelan.
“Tapi kau terlihat manis sayang~” balas Yesung sekaligus menggoda kekasihnya ini. Yuri mempoutkan bibirnya namun pipinya tak dapat berbohong. Kini semburat merah telah menghiasi pipi gadis ini.
“Kau memerah sayang” seketika Yuri langsung mencubit paha Yesung.
“Ya! Itu sakit! Hentikan!” suruh Yesung.
“makanya, jangan menggodaku” balas Yuri sambil memeletkan lidahnya.
“baiklah, baiklah, lepaskan tanganmu. Aku tak akan menggodamu lagi” mohon Yesung. Yuri segera melepas cubitannya. Dan mereka kembali terdiam.

Yesung menghela napas beberapa kali, ia sudah menyiapkan ini sejak beberapa jam yang lalu sebelum mereka dinner tentunya. Namun kenapa sekarang ia merasa gugup sekali? Ayolah hanya mengatakannya. Apa susahnya sih? Hell! Gugup sirnalah kau!

“Kwon Yuri” Yesung memecahkan keheningan. Yuri segera memandang kekasihnya itu. Tidak biasanya kekasihnya memanggil nama lengkapnya.
“Ada apa oppa?” tanya Yuri. Yesung menghela napas lalu menggenggam tangan kiri Yuri ; untuk menghilangkan rasa gugupnya.
“Aku bukan pria yang romantis” ucap Yesung. Yuri mengerutkan keningnya. Ada apa dengan kekasihnya?
“ya, aku tahu itu” balas Yuri.
“Aku pria yang aneh” ucap Yesung lagi.
“Aku tahu”
“Aku pria yang cerewet”
“Aku tahu”
“Umur kita berbeda 5 tahun lebih” ucap Yesung lagi.
“Iya, aku tahu. Ada apa oppa?” tanya Yuri yang semakin bingung.
“Apa kau bisa menerima kekuranganku?” Yuri mengangguk, “baiklah, maaf, aku lupa membawa cincin. Tapi maukah kau menikah denganku?” Yuri menganga. Ia tak menyangka Yesung akan mengatakan ini. Dan dengan sekali anggukan, Yesung tahu bahwa Yuri menerima lamarannya. Dan detik selanjutnya mereka berpelukan.

~oOo~

-HyoHyuk Couple-

Hyoyeon menenggelamkan kepalanya dalam bantal. Ia bosan. Ia kesal. Ia marah. Dan emosi. Pada tanggal 1 lalu, pacarnya, atau sekarang kita bisa menyebutnya sebagai mantan pacar, melaporkannya ke polisi. Tsk. Padahal saat itu Hyoyeon hanya bercanda memukulnya dan ex-boyfriend-nya itu melaporkannya ke polisi. Dasar banci!

Hyoyeon menyesal telah menjadikan cowok banci seperti dia sebagai kekasih. 2 tahun pula. Ck. Ya Tuhan, salah apa Hyoyeon sampai-sampai ia berpacaran dengan banci tukang lapor seperti ex-boyfriend-nya. Lebih baik Hyoyeon tetap berpacaran dengan Eunhyuk daripada banci.

Eunhyuk? Member Super Junior? Ho’oh. Eunhyuk itu mantan Hyoyeon. Ah~ Hyoyeon sekarang menyesal telah memutuskan Eunhyuk dulu dan memilih si banci tukang lapor itu. Iya, Hyoyeon yang minta putus dengan alasan ia tak ada rasa lagi dengan Eunhyuk. Padahal ya, Hyoyeon masih cinta sama Eunhyuk sampai sekarang. Si banci tukang lapor? Hyoyeon nggak cinta sama dia, tapi entahlah, hubungan mereka bertahan 2 tahun. Apa yang ada dalam pikiran seorang Kim Hyoyeon?

Drrtt~ Drrtt~

Ponsel Hyoyeon bergetar. Hyoyeon menjauhkan wajahnya dari bantal, ia menoleh ke kanan lalu mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas. Ada pesan masuk. Hyoyeon segera membukanya.

Pesan dari Eunhyuk.

“Hyo~ah, nanti malam bisa tidak temui aku di Lotte World? Setengah 8.
Aku menantimu ^^”

Well, walau mereka sudah putus, tapi mereka masih saling berhubungan sebagai teman. Hyoyeon tersenyum membaca pesan dari Eunhyuk.

.
.

Hyoyeon memakai baju kaos berwarna hitam, jacket kulit berwarna hitam, celana jeans berwarna hitam, kacamata, masker, dan topi yang berwarna hitam. Flats yang ia kenakan juga berwarna hitam, rambut panjang blonde-nya ia uraikan. Beruntung Hyoyeon berkulit putih, coba kalau hitam, entahlah, yang kelihatan paling Cuma gigi dan bola mata doang. (abaikan yang terakhir -,-‘)

Hyoyeon segera keluar dari dalam taxi. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok dancing machine Super Junior itu. Ia melihat seorang pria sedang berdiri di depan pintu masuk. Pria itu mengenakan jaket berwarna hitam, topi, masker, dan kacamata tentunya.
“Annyeong oppa” sapa Hyoyeon.
“Annyeong” balas namja itu.
“Sudah lama menunggu?” tanya Hyoyeon.
“Tidak, baru saja” balas Eunhyuk, “Ayo kita masuk, aku sudah membeli tiketnya” ajak Eunhyuk sambil menunjukkan tiket yang ia pegang.

Mereka berduapun masuk ke dalam Lotte World. Walau sudah malam, Lotte World masih tetap rame. Taman hiburan ini tutup jam 11 malam.

“Kita naik apa?” tanya Hyoyeon.
“Bagaimana kalau main ice skating?” usul Eunhyuk. Hyoyeon mengangguk antusias, tentu saja, Hyoyeon sangat menyukai Ice skating.

Mereka segera pergi ke arena ice skating. Hyoyeon melepas flatsnya dan segera menggunakan sepatu skating, sepatu khusus untuk ice skating. Eunhyuk melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Hyoyeon. Setelahnya mereka mulai memasuki arena Ice Skating.

Hyoyeon mulai berseluncur dan ketika sampai di tengah, ia memutar-mutar tubuhnya, tangannya ia rentangkan sambil mendongak ke atas. Aahh~ Hyoyeon sangat menyukai ini. Sangat. Eunhyuk tersenyum dibalik masker yang ia kenakan. Ia segera menyusul Hyoyeon. Menarik tangan kanan Hyoyeon ketika ia tak bisa berhenti.

Bruk

Mereka berdua terjatuh. Hyoyeon terduduk di samping Eunhyuk. Mereka berdua saling tatap dan beberapa detik kemudian mereka tertawa lepas.

“Maaf, aku tak bisa mengendalikannya..” ucap Eunhyuk sambil berusaha berdiri. Ketika sudah berdiri tegap, Eunhyuk mengulurkan tangannya ke hadapan Hyoyeon.
“Tak apa” ucap Hyoyeon sambil menerima uluran tangan Eunhyuk. Hyoyeon segera bangkit berdiri.
“Ayo berseluncur bersama” ajak Eunhyuk. Hyoyeon mengangguk dan mereka mulai berseluncur sambil berpegangan tangan. Beberapa kali mereka terjatuh, namun hal itu tak meredupkan semangat mereka.

.
.

Eunhyuk dan Hyoyeon kini duduk di bangku panjang yang ada di dekat arena Ice skating. Mereka baru saja selesai.
“Terima kasih telah mengajakku. Kau tahu?! Aku mati bosan di dorm” ucap Hyoyeon.
“iya, sama-sama” balas Eunhyuk.

Drrrtt~ drrrttt~

Ponsel Hyoyeon bergetar. Hyoyeon segera mengambil ponselnya dari saku celananya. Ia segera membaca pesan masuk dari Yoona.

“dari siapa?” tanya Eunhyuk.
“Uhm? Ini dari Yoona, katanya aku tak boleh lama-lama” balas Hyoyeon.
“oh ya? Jadi bagaimana? Kita pulang sekarang?” tanya Eunhyuk. Hyoyeon menekan tombol kunci ponselnya dan matanya sedikit membulat saat melihat tanggal 4 terterah dalam ponselnya. Ia mengembalikan ponselnya ke dalam saku celananya.
“Tidak, kita main saja dulu. Oh ya, maaf aku terlambat mengucapkannya. Saengil chukhahae oppa” ucap Hyoyeon.
“eh? Terima kasih. Bagaimana kalau kita naik roller coaster?” usul Eunhyuk lagi.
“Kau tak takut?” tanya Hyoyeon, bercanda.
“Tentu saja tidak. Mungkin kau yang takut… hahaha” balas Eunhyuk.
“ishh, mana mungkin”
“Kalau begitu, ayo kita buktikan siapa yang penakut” Hyoyeon mengangguk.

Mereka berdua segera ke arena roller coaster dan mengantri untuk menaiki salah satu wahana yang cukup popular dan menantang nyali itu.

.
.

Hyoyeon dan Eunhyuk duduk bersampingan. Sabuk pengaman sudah dipasang ditubuh mereka. Jantung Hyoyeon berdetak begitu cepat, ia begitu deg-degan menaiki wahana ini. Tak jauh dengan Eunhyuk yang juga berdebar-debar. Nyali mereka perlahan-lahan mulai menciut. Ukh~ eomma turunkan aku dari sini!

Terlambat! Roller coaster mulai berjalan. Tangan Hyoyeon mulai gemetaran. Awalnya roller coaster berjalan begitu pelan, pelan, pelan, dan kecepatannya meningkat drastis. Roller coaster menaiki tanjakan yang begitu tinggi dan ketika berada di puncak Hyoyeon dengan segera menggenggam tangan kiri Eunhyuk.

“Aaaaaaa~” roller coaster turun dengan kecepatan super membuat para penumpang berteriak histeris termasuk Hyoyeon dan Eunhyuk tentunya.

Eunhyuk merasakan isi perutnya seakan hilang. Jantungnya berpacu sangat cepat. Tangannya dengan kuat menggenggam tangan Hyoyeon.

Roller coaster mengikuti jalur yang mulai berputar membuat kepala berada di bawah. Hyoyeon kembali berteriak begitupula dengan Eunhyuk. Ini lebih dari apa yang mereka bayangkan. Roller coaster terus melaju, teriakan semakin memekakkan telinga. Namun bukannya menutup telingah, mereka malah balas berteriak.

Roller coaster menaiki tanjakan yang lebih pendek dari yang pertama tadi dan kembali meluncur ke bawah. Hyoyeon kembali berteriak. Namun teriakkan Eunhyuk membuat Hyoyeon terdiam. Seertinya hanya Hyoyeon yang mendengar teriakan Eunhyuk karena penumpang lain masih teria-teriak tak jelas.

Tadi Eunhyuk berteriak, “KIM HYOYEON, NAWA GYEORHONHAJA! (AYO MENIKAH DENGANKU)”

Hyoyeon memandang Eunhyuk dengan tatapan yang sulit diartikan. Eunhyuk balas menatap Hyoyeon.
“Apa maksudmu?” tanya Hyoyeon berteriak agar bisa didengar oleh Eunhyuk. Eunhyuk menampilkan gummy smilenya yang tak terlihat tentunya. Ingat, dia sedang mengenakan masker.
“Menikahlah denganku Kim Hyoyeon!” balas Eunhyuk sambil berteriak juga.
“hah? Kita tidak memiliki hubungan apapun, hanya teman. Bagaimana bisa kau mengajakku menikah?” tanya Hyoyeon berteriak tentunya.
“Apakah kita harus menjadi sepasang kekasih dulu baru bisa menikah? Bukankah kita pernah pacaran? Lagipula kau masih mencintaiku ‘Kan? Aku juga, aku masih mencintaimu. Saranghae” teriak Eunhyuk.
“Bodoh!” balas Hyoyeon dengan suara pelan membuat Eunhyuk tak mendengarnya. Tapi detik berikutnya Hyoyeon mengangguk, membuat Eunhyuk tersenyum bahagia.

END

Annyeong^^
Saya kembali dengan ff oneshot. Gimana? Jelekkah? Hohoho pasti gaje sekali. Saya ngetik ff ini selama dua hari jadi maaf kalau hasilnya tak sesuai keinginan kalian.
Apakah di sini masih ada yang ngeship SuGen couple? Akhir-akhir ini saya udah jarang nemu ff SuGen. Padahal waktu pertama jadi Kpopper (tahun 2011) ff SuGen bertebaran. Tapi searang, ough, di mana ya? *nyari ff SuGen*
Paling cuma ff KyuYoung yang masih banyak. HaeSica, SiFany, TaeTeuk, SunSun, YoonBum, YesYul apa kabar? Apa shipper mereka udah nggak ada?
Blog yang dulu penuh dengan ff SuGen saat ini udah sepi. FF HaeSica saya masih nemu di dua blog, icewires dot wp dot com sama freefanficompilation dot wp dot com.
Mohon sangat untuk meninggalkan komentar. Please *Puppy eyes*
Saya ingin tahu apakah masih ada SuGen shipper atau udah nggak ada lagi. Jadi mohon komen kalian para SuGen shipper.
Omong-omong, couple mana yang paling kalian suka ceritanya di sini? Kalau saya, saya suka bagian KyuYoung..hehehe
Oke, udah itu aja.

P.S : tiap couple ada 5 lembar MS. Word. Jadi maaf kalau pendek. Maaf juga bagiannya Seohyun nggak ada, soalnya saya bingung mau masangin sama siapa si maknae, Seobaby u,u

Annyeong~ pai~ pai~

Selesai 10:00 WITA 14/04/2014
Post 17/04/2014 14:26 WITA

Posted from WordPress for Android