Tag

, ,

Title : Oh! | Author : Reza C Warni | Cast(s) : Krystal Jung, Kim Myungsoo | Support Cast : Park Chanyeol | Genre : Fluffy / Rated. T | Duration : Drabble

.

.

ho, seorang Kim Myungsoo diluar kendali. Semoga selamat dari ‘maut’.Kim.Myung.Soo.

.

.

Cerita berasal dari pengalaman salah seorang rp Kai dan aku hanya ingin menuangkannya dalam sebuah cerita pendek.

.

.

Myungsoo menghembuskan nafas lega ketika jam pelajaran matematika-pelajaran yang sangat dibencinya-telah usai. Kini jam istrahat dimulai. Myungsoo menyenderkan punggungnya di kursi. Matanya melirik gadis di sebelahnya ketika gadis itu tiba-tiba melakukan pergerakan. Beberapa detik gadis itu lewati dengan menengok ke belakang seperti melihat sesuatu di roknya. Merasa aman, gadis itu mengambil buku di atas mejanya lalu berjalan keluar kelas.

Pupil Myungsoo terus mengikuti gadis bernama Soojung. Sebelum Soojung benar-benar menghilang dari kelas, Myungsoo merasa ada yang aneh dengan Soojung. Hingga Soojung menghilang dari kelas, Myungsoo masih mengerutkan keningnya. Karena merasa penasaran, Myungsoo segera bangkit dari kursinya lalu berjalan ke pintu kelas.

Setibanya di pintu, Myungsoo menengok ke kiri dan menemukan punggung Soojung yang berjalan menjauhi kelas. Ia memperhatikan Soojung lekat-lekat hingga matanya membulat saat menyadari ada ‘sesuatu’ di rok gadis keturunan Korea-Amerika itu.

“Hey, Myungsoo!” Suara bass tiba-tiba menyapa gendang telinga Myungsoo.

Myungsoo segera menoleh. Seorang lelaki yang tingginya lebih dari tinggi Myungsoo berdiri di samping Myungsoo. Myungsoo mengacuhkan lelaki tinggi bernama Park Chanyeol, dia kembali melihat gadis tadi.

“eh, lihat apa sih?” tanya Chanyeol sambil mengikuti arah pandang Myungsoo. Alisnya mengerut saat melihat gadis yang pintar di kelasnya berjalan menjauh. Matanya membulat saat melihat apa yang dilihat oleh Myungsoo.
“eh? itu roknya kenapa? hey, Soo-” belum selesai Chanyeol berteriak, Myungsoo sudah membekap mulutnya.
“Jangan teriak bodoh! Kau ingin mempermalukannya?” tanya Myungsoo ketus. Chanyeol menarik tangan Myungsoo dari mulutnya.
“Oh, aku tak berpikir sampai sejauh itu.” ucap Chanyeol. Myungsoo terdiam dan kembali memperhatikan gadis itu yang sudah lumayan jauh. Otaknya berpikir bagaimana cara menolong gadis itu. dan hanya satu yang terlintas di kepala Myungsoo.

‘jangan!’
‘ayo lakukan. Daripada ditertawai orang lain’
‘Kau ingin cari mati?’
‘Dia tidak akan membunuhmu. Kau berniat menolongnya ‘kan?’
‘Dia akan menghajarmu nanti’
‘Tidak akan. Bantulah dia’
‘Jangan-‘
‘Diamlah kaliaaan!’

Myungsoo pusing mendengar bisik-bisikan tak jelas di kepalanya. Namun dia sudah membulatkan tekad untuk membantu Soojung. Myungsoo menghela napas sejenak lalu menghembuskannya. Dia segera berlari mengejar gadis itu.

‘Bagus, Myungsoo’
‘ho. Kau akan dihajar Myungsoo. Dia jago karate’
‘Tolonglah dia Myungsoo’

Myungsoo berjarak satu meter dari Soojung. Dengan was-was dia semakin mendekatkan diri.

‘Kau punya nyali, heh? Jang-‘

Grep

‘terlambat. tamat kau’

lengan Myungsoo melingkar dengan pas di leher Soojung. Di saat itu juga Soojung langsung menghentikan langkahnya. Bukan hanya Soojung yang berhenti, koridor yang tadi riuh kini senyap. Semua mata siswa yang ada di situ langsung tertuju pada Myungsoo yang memeluk Soojung dari belakang.

Beberapa waktu mereka terdiam dengan posisi seperti ini. Hoh, Myungsoo di luar kendali sekarang. Jantungnya berpacuh cepat, dia was-was jika Soojung akan memukulnya. Ludahnya sangat susah ditelannya saat Soojung menggerakkan kepalanya ke samping, berusaha melihat siapa lelaki yang berani memeluknya.

“Kau.” Nada suara Soojung terdengar dingin dan mengancam, membuat bulu kuduk Myungsoo meremang. Gosip yang beredar, gadis ini berani membuat lelaki babak belur dalam hitungan menit.

Mata tajamnya melirik Myungsoo. Myungsoo semakin merasa tegang, gadis ini berbahaya. Dia harus mengatakan alasannya sekarang juga atau dia akan babak belur beberapa saat lagi.

“Dengar. Ada sesuatu di rokmu, kau tahu ‘kan itu apa? Jika aku melepas pelukanku, kau akan malu nanti.” Ucap Myungsoo dengan tenang. Bersyukur Myungsoo pandai mengatur nada bicaranya, walau terlihat tenang, dia amat ketakutan sekarang. Takut dihajar.

‘heh?’

Myungsoo mengerutkan keningnya saat merasakan tubuh Soojung gemetar. Soojung biasanya terlihat dingin dan tenang. Myungsoo tak menyangka Soojung akan gemetar.

“Tenanglah. Sekarang aku akan mengantarmu ke toilet dengan posisi seperti ini. Ayo jalan.” Ucap Myungsoo berusaha membuat Soojung tenang.

entah apa yang sedang dipikirkan Soojung, dia mulai mengambil langkah pelan. Myungsoo mengikutinya dengan lengan yang masih melingkar di leher Soojung. Siswa-siswi yang tadinya diam kini kembali riuh dengan membahas topik yang sama, Ice Prince memeluk Ice Princess. wow! Apa yang sedang terjadi? Ini bukan april mop ‘kan?

Soojung masih terus berjalan. Dia berbelok ke kiri, Myungsoo masih setia memeluknya dari belakang. Mereka jalan dalam diam, tak ada yang berani berbicara.

“Cieee, pasangan baruu~”
“Wow! Yang baru jadian, lengket terus ya.”
“Kalian terlalu dekat, kak.”
Oppa! Kenapa kau memeluknya? aaa”
“Berani sekali dia memeluk Soojung-ku”

teriakan-teriakan terdengar sepanjang jalan. siulan-siulan yang bermaksud menggoda mereka pun tak sedikit yang terdengar.

ho, Myungsoo rasanya ingin segera tiba di toilet. Ini memalukan sebenarnya. Soojung kembali berbelok ke kiri dan toilet yang berada di ujung koridor pun terlihat. Myungsoo terus berjalan sambil memohon agar Soojung mempercepat langkahnya.

Seakan mendapat kontak batin, Soojung mepercepat langkahnya dan kini mereka sudah berdiri di depan toilet. Myungsoo melepas pelukannya. Soojung tetap membelakangi Myungsoo.

“Te-terima kasih.” Ucap Soojung cepat. Myungsoo mengelus tengkuknya sambil menatap punggung Soojung.
“ya, sama-sama.” Balas Myungsoo kikuk. Mereka terdiam beberapa saat.
“Aku pergi seka-”
“Tunggu!” Tahan Soojung. Gadis berambut gelombang itu masih membelakangi Myungsoo. Rasanya dia malu untuk menunjukkan wajahnya kepada Myungsoo.
“Ada apa?” Tanya Myungsoo.
“Panggilkan Jinri untuk membawa roknya yang di loker ke sini, Bisa?” tanya Soojung. Myungsoo mengangguk.
“Baiklah. Aku pergi” Myungsoo segera berbalik menuju kelasnya dan di saat yang bersamaan Soojung masuk ke dalam toilet.

Well, tak dapat dipungkiri, Myungsoo merasa nyaman saat memeluk Soojung tadi. entah apa yang terjadi, kini lelaki tampan itu berjalan sambil tersenyum saat mengingat kejadian beberapa menit lalu.

Kejadian seperti ini sebenarnya sering terjadi karena seragam perempuan roknya berwarna putih. Tapi, baru kali ini Myungsoo peduli pada hal-hal seperti tadi. Mungkin… karena itu Soojung. haha

FIN

.

.

Halo ‘-‘)
Saya sudag laam tidak update apa-apa lagi di sini._. Maafkan saya ;A;
Laptop saya tiba-tiba Hang(?), saya jadi tak bisa menulis ff seperti biasanya. huufftt
FF ini saya ketik lewat hp._. Mungkin juga blog saya ini akan berdebu, soalnya saya akan segera menghadapi UN 3 bulan kemudian/?
Oh ya, ff ini berasal dari pengalaman salah satu rp Kai. Saya tidak tahu itu benar atau tidak, saat rp Kai bercerita saya langsung terpikir untuk membuat ff ini._.