Tag

, , ,

Title : With You | Author : Reza C Warni | Cast : Jung Soojung, Kim Myungsoo, Kim Jongin | Other Cast : Kang Seulgi | Genre : Romance | Rated : T to M (maybe) | Duration : Chaptered

.

.

“Bertemu denganmu adalah bencana bagiku, menghabiskan waktu bersamamu adalah siksaan bagiku, dan..jatuh cinta padamu adalah karma untukku” -Kim Myungsoo

“Bertemu denganmu adalah pilihan bagiku, menghabiskan waktu bersamamu adalah proses bagiku, dan…jatuh cinta padamu adalah hasil untukku” -Jung Soojung

.

.

Poster by Jungleelovely

.

.

Menerobos rumah orang tanpa izin itu merupakan hal yang tidak sopan. Tapi jika rumah yang diterobosnya adalah rumah ini, menurut lelaki ini hal itu sopan-sopan saja. Bukan cuma masuk tanpa izin, Mencomot sepotong kue di atas meja pun tanpa izin. Dia tak membutuhkan sopan santun jika berada di rumah ini. Rumah yang sudah sering dia masuki selama bertahun-tahun.

“Siang, bu. Di mana Soojung?” tanya lelaki itu pada sesosok wanita yang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya.
“Dia di kamar. Mau tambah?” wanita itu tersenyum kecil sambil mengangkat piring yang berisi beberapa potongan kue. Dengan senang hati laki-laki itu mengangguk. Tangan kanannya kembali meraih kue itu lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
“Aku akan menemui Soojung. Terima kasih untuk kuenya bu, enak seperti biasa” ucapnya sambil mengacungkan jempolnya diikuti dengan kedipan mata kirinya. Wanita itu memukul pahanya pelan sambil tertawa kecil.
“auh, jangan jahat padaku, bu. aku ke kamar Soojung dulu” dia meringis pelan lalu berjalan meninggalkan ruang keluarga.

Seperti kelakuan sebelumnya, laki-laki itu masuk ke kamar Soojung tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Matanya mendapati gadis itu sedang berbaring membelakanginya. Dengan pelan dia melangkah mendekati kasur gadis itu. Keningnya sedikit mengerut melihat banyaknya barang yang seharusnya tak dilihatnya tergeletak begitu saja di atas kasur. Dia menyeringai, tangan kanannya meraih salah satu bra yang ada di atas kasur. Berjalan mengitari kasur hingga berdiri tepat di depan gadis yang sedari tadi tak menyadari kehadirannya.

“Wah, Soojung! ukurannya semakin besar! Punyamu bertambah besar! Aku jadi ingin memegangnya!” Seru lelaki itu sambil memegang ujung kanan bra lalu menggoyang-goyangkannya di hadapan gadis bernama Jung Soojung itu. Soojung mendongak, menarik branya dengan cepat dari pegangan lelaki itu.
“Kau sudah memegangnya setiap hari, Kim Jongin! Apa tak cukup?” Tanya gadis itu sambil memungut bra dan dalamannya yang ada di atas kasur lalu membawanya ke keranjang pakaian kotor yang ada di depan pintu kamar mandi.

lelaki bernama Jongin itu terus membaringkan tubuhnya di atas kasur Soojung. Kedua bola matanya tak lepas dari sosok gadis berambut panjang itu.
“Itu belum cukup, nona Jung. Aku ingin memegangnya tiap saat” ucap Jongin santai.
Soojung berbalik menghadap Jongin, berjalan ke kasur sambil mengatakan, “Jika kau ingin memegangnya, ayo pegang!” Soojung tersenyum nakal lalu ikut berbaring di samping Jongin.

Jongin memiringkan tubuhnya menghadap Soojung. Soojung pun sama, memiringkan tubuhnya menghadap Jongin. Mereka saling berpandangan untuk beberapa saat. Seringaian terlihat jelas di bibir keduanya.
“benarkah?” tanya Jongin.
“Kau tak percaya?” Soojung balas bertanya.
Jongin mengangkat tangan kanannya, mendekatkannya ke arah Soojung. Soojung memandang Jongin dengan alis terangkat seakan menantang lelaki berkulit tan itu.
Puk!
tangan Jongin mendarat tepat di kepala Soojung. Dengan pelan dia mengacak rambut gadis itu. Tatapan matanya yang teduh pun tak lepas dari wajah Soojung.
“Mandilah, kita punya waktu satu jam untuk tiba di bioskop” ucap Jongin.
Jongin berusaha menahan tawanya saat melihat gadis di depannya mengerjapkan matanya beberapa kali lalu membulat sempurna.
“Apa? Bioskop? Kau menyebut bioskop barusan? Astaga!” Gadis itu menepuk jidatnya lalu dengan cepat bangkit dari kasur, berlari masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Tawa lelaki berkulit tan itu pun pecah. Soojung selalu bisa membuatnya tertawa dengan tingkah bodohnya saat melupakan sesuatu.

Jongin meraih ponsel Soojung yang tergeletak begitu saja di atas kasur. Dia menekan beberapa angka untuk membuka kunci ponsel Soojung. Tentu saja dia tahu. Mereka sudah berbagi kamar selama beberapa tahun, masa berbagi kata sandi ponsel tidak.

Lelaki itu tersenyum melihat wallpaper ponsel Soojung. Itu adalah foto mereka berdua yang diambil beberapa minggu lalu. Di foto itu mereka meminum jus mangga di gelas yang sama. Yup! segelas berdua. Jongin mengingat dengan jelas insiden segelas berdua itu. Saat itu Jongin mengajak Soojung untuk ke restoran yang baru saja buka. Jongin lupa membawa uang dan Soojung juga hanya membawa uang yang hanya cukup untuk membayar satu gelas jus mangga. Jadilah mereka memesan satu gelas jus mangga dengan dua pipet.

Well, acara ke bioskop ini adalah cara Jongin untuk menggantikan kesempatan makan enak di restoran baru tersebut. Sebenarnya Jongin mengajak Soojung ke restoran kemarin tapi Soojung menolak karena katanya dia ingin menonton film terbaru di bioskop. Jongin hanya mengiyakan saja.

“hey, kau sedari tadi senyum-senyum sendiri. ada apa?” Jongin berhenti menatapi layar ponsel Soojung lalu mengalihkan pandangannya ke gadis yang sedang memasang branya itu. Pemandangan ini sudah biasa bagi Jongin. Dia sudah terlalu sering melihat Soojung seperti ini.
“Aku hanya mengingat kejadian di restoran beberapa minggu lalu” ucap Jongin. Soojung hanya mengangguk.
Gadis itu membuka lemarinya lebar-lebar lalu memilih pakaian apa yang cocok untuk dipakai. Dia mengambil dua hanger pakaian lalu berbalik menunjukkannya ke arah Jongin.
“bagus yang mana? kanan atau kiri?” tanya gadis itu.
Jongin terlihat berpikir sebentar lalu berkata, “yang kanan saja. Aku tak terlalu nyaman melihatmu pakai rok.”
Soojung mengangguk lalu mulai mengenakan pakaian yang dipilih Jongin. Kemeja putih, celana pendek berwarna biru tua di atas lutut, dan blazzer yang senada dengan celananya.

Setelah lebih dari tiga puluh menit menyiapkan dirinya, mereka akhirnya pergi.

-o-

Soojung mendengus. Dia yang ingin ke bioskop, tapi kenapa malah lelaki ini yang memilih film? Mereka bahkan berdebat di luar selama hampir sepuluh menit. Soojung ingin menonton film romance sementar Jongin ingin menonton film action. Pada akhirnya Soojung mengalah dan di sinilah mereka. Menonton sebuah film yang menurut Soojung tak ada menariknya.

Gadis bermarga Jung itu menyandarkan kepalanya di pundak Jongin. Dia mulai terlelap. Jongin meliriknya sejenak kemudian kembali fokus ke layar di depannya.

-o-

“hei, Soojung. bangunlah” Jongin menepuk-nepuk pipi Soojung beberapa kali. Soojung membuka matanya perlahan, wajah Jongin adalah hal yang pertama yang dilihatnya. Gadis itu mengangkat kepalanya dari bahu Jongin.
“Apakah filmnya telah selesai?” tanya Soojung.
“Ya, beberapa menit lalu” Jawab Jongin kemudian berdiri dari duduknya. Dia mengulurkan tangannya ke hadapan Soojung. Soojung meraih tangan Jongin, bangkit dari duduknya lalu segera mengikuti langkah kaki lelaki itu.

“Ayo makan malam! Kau ingin makan malam di mana?” tanya Soojung saat mereka telah sampai di parkiran.
“Masakan ibumu enak. Di rumahmu saja” ucap Jongin lalu menaiki motor sportnya. Soojung ikutan naik di jok belakang. Tangannya dia lingkarkan di pinggang Jongin.
“Ya, terserah.” Soojung menyandarkan kepalanya di pundak Jongin.

-o-

“Aku pulang” ucap Soojung saat memasuki rumahnya. Dia menyimpan high heelsnya di rak lalu menggantinya dengan sandal rumah. Jongin melakukan hal yang sama.
Mereka semakin masuk ke dalam dan menemukan ayah dan ibu Soojung sedang menonton tv.
“Ibu, apa masih ada makanan?” tanya Soojung.
Wanita paruh baya itu menoleh dan menampilkan senyumnya, “tentu saja. Makanlah kalian”
Jongin dan Soojung mengangguk. Mereka ke meja makan.

Soojung mengambil satu piring lalu menyendokkan nasi. “Apa ini cukup?”
Jongin mengangguk. Soojung menyimpan piring itu di hadapan Jongin lalu mengambil piring lainnya untuknya.
“Kau bisa ambil sendiri lauknya di atas meja” ucap Soojung. Gadis mulai makan dalam diam. Jongin melakukan hal yang sama.

“Hei, Jung Soo Jung. Aku menyukaimu” ucap Jongin sambil memperhatikan Soojung yang menaruh piring yang baru selesai dia cuci ke rak piring. Soojung menoleh ke arah Jongin.
“Ya, aku juga menyukaimu kim Jongin” balas Soojung.

-o-

“Soojung-ah” panggil ibu Soojung saat melihat Soojung yang habis mengantar Jongin ke depan pintu.
“Ya, ibu.” jawab Soojung. Wanita paruh baya itu berdiri dari duduknya kemudian menghampiri putri keduanya itu.
“Kau dan Jongin, hubungan kalian apa, nak?” tanya wanita paruh baya itu sambil membelai rambut Soojung. Menatap wajah anaknya dengan penuh harap.
“Kukira ibu sudah mengetahuinya. Kami sahabat, bu. hanya sahabat” ucap Soojung. Wanita paruh baya itu tersenyum lega.
“baguslah” gumamnya yang masih bisa didengar oleh Soojung. Gadis cantik itu mengerutkan keningnya.
“Ada apa, bu?” tanyanya. Si wanita paruh baya menggeleng.
“Akhir pekan ini kita akan makan malam di luar. Sana pergi tidur, ini sudah jam sepuluh, nak.” Ucap ibunya lalu mencium pipi Soojung kemudian pergi menuju kamarnya.

Soojung mengendikkan bahunya. Dia segera ke kamarnya. Mengganti bajunya dengan piyama lalu mulai tidur.

Ya, seperti yang dikatakan Soojung, Jongin dan dirinya hanya sahabat. Mereka berteman sejak sekolah dasar sampai saat ini. Jongin sudah sering menginap di rumah Soojung begitupula sebaliknya-ketika orang tua mereka ada perjalanan bisnis ke luar kota selama beberapa hari.

Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang telahw menghabiskan tiap malam bersama? ya, kelihatannya seperti itu. Tapi mereka sebenarnya tidak. Percakapan mereka seperti ‘memegang punya Soojung’ itu hanya candaan belaka, ‘aku menyukaimu’ juga cuma candaan. Mereka tak benar-benar mengatakannya, hanya bercanda. Menurut mereka itu candaan yang wajar. eh, ralat, untuk yang ‘aku menyukaimu’ Soojung benar-benar mengatakannya. ya, gadis itu telah jatuh pada pesona Kim Jongin untuk waktu yang lama. entah, Soojung tak tahu sejak kapan perasaan itu ada.

Perasaan untuk seorang Kim Jongin.

-to be continue-

Hello guys, long time no see
saya menghilang selama setengah tahun, benar? haha saya sibuk mempersiapkan ujian dan Alhamdulillah saya lulus dengan nilai yang cukup membuat orang tua saya bangga :’)
Saya tahu pasti tidak ada yang berkunjung di sini lagi.
Terima kasih bagi yang masih. oh ya, jika kalian penasaran dengan lanjutannya, tolong tinggalkan komentar. see you!